Aparat Keamanan Solid dan Optimal Menjaga Kedaulatan NKRI di Papua

Aparat Keamanan Solid dan Optimal Menjaga Kedaulatan NKRI di Papua

Oleh : Syarifudin

Aparat keamanan TNI-Polri diyakini telah memberikan rasa aman untuk seluruh masyarakat di Papua. Hal ini menjadi bukti bahwa solidnya aparat keamanan membuat masyarakat Papua lebih percaya kepada TNI-Polri daripada kelompok separatis teroris (KST) Papua.

Kepala Suku Dani Jembatan Murib juga meminta kepada masyarakat untuk berpegang teguh kepada kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Jembatan Murib juga mengungkapkan bahwa pemerintah selama ini telah memberikan perhatian khusus kepada masyarakat Papua, mulai dari pembangunan infrastruktur dan Sumber Daya Manusia (SDM) di Papua, sehingga banyak anak-anak Papua yang telah menjadi pejabat-pejabat pemerintah baik itu di Papua sendiri maupun juga di luar Papua.

Dirinya juga menyampaikan rasa terima kasih kepada aparat keamanan TNI-Polri, yang telah memberikan rasa aman kepada masyarakat di Kabupaten Puncak sehingga aktivitas masyarakat sehari-hari bisa berjalan dengan aman dan damai.
Sementara itu, Kolonel Czi IGN Suriastawa selaku Kapen Kogabwilhan III mengatakan bahwa keberadaan TNI-Polri di Papua sebagai upaya menegakkan kedaulatan negara dan memberikan rasa aman kepada masyarakat Papua dari ancaman serta teror KSB.
Ia menuturkan, dalam menciptakan kondisi yang tidak kondusif di Papua, KST tidak hanya melakukan kekerasan dan teror dengan senjata, tetapi juga menyebarkan hoax atau berita bohong yang bertujuan untuk menyudutkan pemerintah dan aparat TNI-Polri melalui media online dan akun-akun media sosial yang menjadi simpatisan KST.
Oleh karenanya, Kolonel Suriastawa menegaskan bahwa TNI-Polri berkomitmen akan terus hadir memberikan rasa aman, memelihara kondisi kondusif, melindungi warga negaranya dan menindak tegas setiap pelanggaran hukum dan aturan dalam rangka menegakkan kedaulatan negara di Papua.
Sebelumnya, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurahman secara tegas mengatakan bahwa KST Papua sejatinya bukanlah musuh, namun mereka adalah kelompok yang berbeda pandangan dan tidak paham tentang NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia).
KSAD yang didampingi Pangdam Cenderawasih, Mayjen TNI Ignatius Yogo Triyono mengatakan, prajurit yang bertugas di Papua bukanlah untuk melakukan operasi perang, namun dalam hal ini membantu Polri dan pemerintah daerah setempat dalam menjaga situasi keamanan dari berbagai gangguan, termasuk gangguan dari kelompok separatis yang memegang teguh ideologi untuk memisahkan diri dari NKRI.
Kehadiran pasukan TNI juga untuk membantu memulihkan perekonomian masyarakat. mereka yang berseberangan seperti kelompok separatis teroris harus dirangkul, lalu diberikan pemahaman agar mereka mau kembali bergabung dibawah naungan merah putih dan NKRI untuk bersama-sama membangun Papua.
Ignatius juga berpesan agar mama mama Papua dan kaum milenial harus diberikan perhatian lebih, sehingga mereka dapat meningkatkan perekonomian. Kaum milenial di Papua juga diajarkan untuk bisa mandiri demi kejayaan di tanah Papua. Ia juga meminta kepada setiap prajurit yang bertugas untuk senantiasa menanamkan di hati bahwa bertugas di Papua adalah demi bangsa dan negara dan demi menjaga serta melindungi masyarakat Papua.
Sementara itu Andika Perkasa selaku Panglima TNI berjanji akan mengevaluasi pendekatan TNI dalam menangani konflik di Papua, dengan memperlakukan Bumi Cenderawasih sebagaimana provinsi lain di Indonesia. Andika menyatakan bahwa penanganan konflik Papua akan dikembalikan kepada undang-undang, dan berharap agar prajuritnya bertindak sesuai dengan aturan perundang-undangan.
Hal tersebut mendapatkan apresiasi dari Anggota Komisi I DPR Rizki Aulia Rahman Natakusumah, menurutnya permasalahan keamanan di Papua merupakan isu yang kompleks. Bahkan menjadi perhatian internasional. Oleh karena itu penanganannya haruslah terujur, khususnya untuk institusi militer.
Rizki juga mengingatkan, demi menjaga keselamatan prajurit, semua personel yang bertugas di Bumi Cenderawasih untuk tetap waspada. Jangan sampai lengah, sekalipun pendekatan damai menjadi ujung tombak. Pihaknya juga berharap, agar para komandan di lapangan dapat menciptakan jalur komunikasi dan komando yang terintegrasi dengan baik. Sehingga, operasi preventif dapat berjalan secara optimal.
Aparat keamanan yang solid dalam menangani KST di Papua tentu dibutuhkan untuk menjaga kedamaian di bumi cenderawasih, cara-cara non perang harus ditempuh untuk menghindari potensi gesekan dan jatuhnya korban jiwa, meski demikian aparat TNI-Polri harus tetap waspada terhadap kelompok separatis yang kerap menyerang secara hit and run.

)* Penulis adalah kontributor Pertiwi Institute

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.