Pemerintah Maksimalkan Pengadaan Vaksin

Pemerintah Maksimalkan Pengadaan Vaksin

Oleh : Aulia Hawa

Pemerintah terus memaksimalkan pengadaan vaksin bagi masyarakat Indonesia. Langkah tersebut dilaksanakan guna mengejar target menuju herd immunity dan mempercepat Indonesia keluar dari Pandemi Covid-19.

Sebagai upaya pemenuhan kebutuhan vaksinasi nasional, Indonesia kembali kedatangan vaksin pada tanggal 2 Desember 2021 yakni dalam tahap ke-144 dan 145. Vaksin tersebut berasal dari dua merek yang berbeda, AstraZeneca dana Covovax dengan jumlah total lebih dari 5,5 juta dosis.

Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika Usman Kansong mengatakan lancarnya kedatangan vaksin, membuat upaya percepatan dan perluasan program vaksinasi menjadi lebih optimal.

Usman mengatakan, hal ini sudah menjadi komitmen pemerintah untuk mengamankan ketersediaan vaksin di Indonesia. Pemerintah juga terus meningkatkan capaian vaksinasi di daerah-daerah. Dengan kondisi geografis dan banyaknya jumlah penduduk, merupakan tantangan tersendiri untuk bisa segera mencapai terbangunnya herd immunity atau kekebalan kelompok.

Usman menyebut, dibutuhkan kerja sama dan peran serta semua elemen agar program vaksinasi nasional ini bisa semakin cepat dan luas. Dan yang terpenting adalah peran serta dan partisipasi masyarakat. Pemerintah juga tidak bosan dalam mengajak seluruh masyarakat agar segera divaksinasi, tidak perlu pilih-pilih vaksin, karena semua vaksin berkhasiat dan aman. Usman juga menuturkan, bahwa vaksinasi bukan sekadar upaya untuk melindungi diri, melainkan juga untuk melindungi keluarga dan seluruh masyarakat.
Pemerintah pusat juga terus mendorong pemerintah daerah, terutama yang capaian vaksinasinya masih rendah, untuk melakukan percepatan dan perluasan program vaksinasi terutama untuk kelompok masyarakat rentan seperti kelompok lansia.
Sementara itu Pemerintah Amerika Serikat juga terus mendukung Indonesia dalam memerangi Covid-19. Pada tanggal 7 Desember 2021 Amerika telah mengirimkan 1,5 juta dosis vaksin Moderna untuk Inndonesia, bagian dari donasi vaksin berkelanjutan, melalui kemitraan dengan COVAX, Pemerintah Indonesia dan UNICEF.
Pemberian vaksinasi dengan dosis yang aman dan efektif ini tentu saja dapat menyelamatkan jiwa dan membentu melindungi masyarakat Indonesia dari Covid-19.
Perlu diketahui bahwa Amerika Serikat merupakan donor terbesar untuk COVAX, dengan total komitmen 4 miliar dolar, yang telah membantu memfasilitasi donasi dengan total lebih dari 44,7 juta dosis vaksin kepada Indonesia.
Secara bilateral, sampai saat ini Amerika Serikat telah menyumbangkan 18,4 juta dosis vaksin Covid-19 kepada Indonesia. Sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan Amerika Serikat untuk terus memimpin upaya vaksinasi Covid-19 dunia, Amerika Serikat telah menyumbangkan total 1,1 miliar vaksin Covid-19 kepada negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah ke bawah di seluruh dunia.
Secara global, Amerika Serikat telah mengirimkan 291 juta dosis vaksin Covid-19 tanpa pamrih dan telah berjanji untuk memberikan 200 juta dosis lagi hingga Maret 2022.
Selain memberikan vaksin, pemerintah AS melalui Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia dan mitra lainnya untuk memperkuat program vaksinasi di Indonesia dengan mendukung penambahan lokasi vaksinasi, pelatihan tenaga kesehatan untuk memberikan vaksin, melawan misinformasi tentang vaksin dan masih banyak lagi.
Hingga saat ini, lebih dari 3.400 vaksinator yang didukung USAID di 768 klinik keliling dan sementara telah memvaksinasi lebih dari 1,1 juta orang Indonesia dalam melawan Covid-19.
Sejak awal pandemi, pemerintah AS telah berkomitmen lebih dari 77 juta dolar untuk memberikan dukungan respons terhadap Covid-19 di Indonesia, yang merupakan tambahan lebih dari 1 miliar dolar dalam bentuk bantuan yang berkaitan dengan kesehatan selama dua dekade terakhir.
Amerika juga bekerja sama dengan Indonesia untuk mempercepat deteksi dan pelacakan kasus Covid-19, meningkatkan kemampuan laboratorium, pengawasan penyakit dan kapasitas respons cepat serta memastikan lebih banyak orang tahu apa yang harus dilakukan untuk melindungi diri dan orang lain.
Program Vaksinasi sudah sepatutnya dikebut agar herd immunity dapat dicapai dalam waktu cepat, kekebalan kelompok tentu saja merupakan target yang harus dicapai, karena hal tersebut tidak hanya melindungi komunitas masyarakat dari potensi tertular virus corona, tetapi juga menjadi penyelamat perekonomian masyarakat.

)* Penulis adalah kontributor Pertiwi Institute

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.