Gerak Cepat Pemerintah Menangani Erupsi Gunung Semeru

Gerak Cepat Pemerintah Menangani Erupsi Gunung Semeru

Oleh : Irvan Kurniawan

Pemerintah terus bergerak cepat untuk menanggulangi bencana erupsi Gunung Semeru. Selain fokus pada evakuasi korban bencana, Pemerintah terus mengakselerasi penanganan korban bencana hingga proses relokasi hunian warga terdampak.

Penanganan bencana seperti erupsi gunung merupakan hal yang harus dilakukan secara cepat dan terukur. Karena dampak dari bencana ini tidak hanya kerugian fisik tetapi juga psikis masyarakat yang merasa trauma dengan adanya bencana tersebut.

Sebelum bertolak ke Lumajang dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1, Presiden RI Joko Widodo telah memberikan perintah kepada Kepala BNPB, Kepala Basarnas, Menteri Sosial, Menteri Kesehatan, Menteri PUPR, Panglima TNI, Kapolri, serta gubernur dan bupati.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno dalam kesempatan konferensi pers mengatakan bahwa Presiden telah memberikan perintah untuk sesegera mungkin melakukan tindakan tanggap darurat, mencari dan menemukan korban serta memberikan korban luka-luka dan melakukan penanganan dampak bencana.
Eks Gubernur DKI Jakarta tersebut juga telah meminta bantuan pelayanan kesehatan, penyediaan logistik kebutuhan dasar pengungsi, serta perbaikan infrastruktur harus dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Jokowi juga turut menyampaikan rasa dukanya bagi para korban dan keluarga yang ditinggalkan sanak saudaara.
Sementara itu, pemerintah juga memberikan imbauan kepada masyarakat terdampak erupsi untuk senantiasa mengikuti arahan petugas di lapangan dan tetap meningkatkan kewaspadaan. Apalagi Indonesia memang berada dalam wilayah lingkaran api yang rawan terhadap aktivitas gunung berapi.
Para kepala daerah dan pejabat daerah juga diminta untuk mengajak masyarakat agar selalu siaga dan tetap bekerja sama dalam mengantisipasi bencana ke depan. Dalam akun twitter pribadinya, Jokowi menyampaikan arahan taktis terkait dengan penanganan bencana erupsi Gunung Semeru.
Jokowi juga berjanji akan merelokasi 2.000 rumah yang terdampak erupsi Gunung Semeru. Ia berharap setelah semua mereda, pemerintah bisa memperbaiki infrastruktur yang rusak akibat disenggol lava. Selain itu, pemerintah daerah juga harus merelokasi penduduk dari tempat-tempat yang memang diperkirakan berbahaya untuk kembali dihuni masyarakat.
Sementara itu, sesuai dengan arahan Presiden Jokowi, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menerjunkan tim kesehatan dari Pusat Krisis Kesehatan untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana erupsi Gunung Semeru di Jawa Timur, untuk kelak nantinya..
Kejadian tersebut membuat masyarakat sekitar merasa khawatir. Terlebih gunung Semeru telah memuntahkan awan panas yang cukup luas dan abu vulkanik yang cukup tebal hingga porak poranda. Tim tenaga kesehatan yang berasal dari Pusat Krisis Kesehatan dengan sigap langsung berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Tim juga membawa logistik berupa obat-obatan inflamasi, inhaler, tenda, salep mata, masker medis, masker kain, masker N95 dan hand sanitizer untuk para petugas dan warga yang terdampak bencana.
Bencana erupsi rupanya membuat jembatan Besuk Kobokan di Jalan Nasional Turen, Lumajang runtuh. Jembatan tersebut diketahui dibangun pada tahun 1997 dengan panjang 129 meter dan lebar 9,6 meter. Kementerian PUPR akhirnya mencari jalur alternatif guna membuka kembali akses umum dan memastikan bahwa penyaluran bantuan tidak tersendat.
Kementerian PUPR melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Jawa Timur telah menurunkan sejumlah bantuan dan alat berat. Kementerian juga mendatangkan sepuluh unit hidran umum berkapasitas 2.000 liter.
Pada kesempatan berbeda, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani meminta kepada seluruh jajaran pejabat kementerian untuk menyiapkan anggaran negara untuk membantu menangani dampak erupsi Gunung Semeru di Jawa Timut.
Untuk membantu korban erupsi Gunung Semeru, Kementerian Keuangan melalui program “Kementerian Keuangan Peduli” telah menyalurkan dana bantuan awal sebesar Rp 100 juta. Bantuan tersebut dikoordinasikan oleh jajaran kantor vertikal Kementerian Keuangan di Jawa Timur bekerjasama dengan satuan tugas bencana setempat.
Bantuan tersebut antara lain telah dibelanjakan untuk membeli beberapa barang yang dibutuhkan dan langsung didistribusikan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang. Bantuan yang diberikan berupa perlengkapan bayi, obat-obatan serta perlengkapan mandi.
Program Kementerian Keuangan tersebut merupakan sebuah program dari pegawai kementerian keuangan, Program nini bertujuan untuk membantu masyarakat serta meringankan beban atas musibah bencana yang terjadi.
Penanganan terhadap bencana erupsi gunung Semeru tentu saja bukan penanganan yang main-main. Sebab dalam penanganan bencana erupsi gunung, tidak sedikit masyarakat yang memilih untuk bekerja sama .

)* Penulis adalah kontributor Pertiwi institute

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.