Dirjen PPDT Kemendes RI, Sepakat Bersama Bupati Malaka Membangun Daerah Tertinggal

Jakarta, deliknews- Bupati Malaka sepakat bersama Dirjen Percepatan Pembangunan Desa Tertinggal, Malaka diberikan bibit tanaman apa saja untuk 10.000 hektar.

Dalam hasil kesepakat bersama itu, Bupati, Simon mengusulkan anakan bakau di pesisir pantai, Kapas untuk tenun, Bambu untuk Daerah Aliran Sungai(DAS) sungai kali Benenai, asam Jawa, Marungga.

Dari semua usulan Bupati Malaka
itu menyambut baik, termasuk merak usulkan untuk saya dirikan sekolah Vokasi di Malaka mereka siap bantu dari sisi anggaran, Puji Tuhan.ungkap Bupati Malaka dijakarta, pada Jumat(17/12/2021)

Tidak terlepas dari bencan banjr yang selalu terjadi dimalaka, karena terjadinya erosi longsor pada tebing sungai kali. Oleh sebab itu, Daerah Aliran Sungai(DAS), berlu melakukan penanaman pohon.

“Sementara, di Kemintrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi lagi ada program memgadakan sekolah Vokasi. Tujuan sekolah Vokasi tersebut, untuk memperhatikan daerah-daerah yang sering terjadi bencana alam, dan juga pesesir pantainya, sudah minus tanaman pohon bakau.” ungkap Derjen Kemendes RI, pada Jumat(17/12/2032), diruang rapat.

Tujuan sekolah Vokasi, untuk memperdayakan anak-anak yang didesa melakukan penanaman pohon pada persisir pantai dan pinggiran sungai. Selsin itu, sekolah Vokasi mengembangkan hasil potensi daerah, kepada anak-anak desa tertinggal untuk membudidayakan.

“Seperti, melakukan penenunan, membuat kue, dan lain sebagainya yang dimana, meningkatkan daya saing perekonomian masyarakat.” ujarnya.

Lanjut Dirjen, kami tidak minta apa-apanya, tetapi kami minta jamin menjaga tanaman tanaman pohon itu selama  20 tahun. Jadi kalau dilihat dari jangkauan waktu 20 tahun itu memang membutuhkan  waktu yang lama. Kendatinya.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Malaka, Dr. Simon Nahak, SH, MH menyampaikan, untuk mengembangkan potensi daerah itu, kini lagi melakukan penenunan kain khas daerah Malaka. Dan pewarna kain tenunan tersebut, didaur secara alamia dari kolit pohon dan daun-daun. Beber Bupati Simon.

“Untuk potensi alam, yang sudah mau punah itu, adalah tanaman pohon kapas. Pada hal, bungga kapa itu dipetik dan dipintal jadikan benang. Sedangkan hidupnya  pohon kapas dengan muda dan bertahan dengan panas maupun didaerah dingin. “ujar Bupati Simon.

Ia juga, menambahkan didaerah Malaka yang langsung berbatasan dengan  2 Negara yaitu, Timor Lesti dan australia. Dan daerah Australia itu perbatasan dengan laut, sedangkan Timor Leste dengan darat.

Masih nenurutnya, upaya dari kita dimalaka, terhadap anak-anak muda dan anak yang putus sekolah. Dan hal ini, sudah dilakukan melui pelatihan penenunan, dan hasilnya dibeli kembali dari Pemkab malaka, untuk menunjang hasil karya mereka.pungkasnya(Dami Atok)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.