PC GPK Kabupaten Pekalongan Menolak SK DPC PPP Kabupaten Pekalongan yang Baru

Hari ini bertempat di hotel candi indah Semarang adalah acara penyerahan SK DPC PPP se-jateng oleh DPP PPP yang di serahkan langsung oleh wakil ketua DPP arsul sani,namun demikian ada salah satu DPC PPP kabupaten Pekalongan yang yang SKnya dianggap tidak sah oleh para konstituen dan gpk ( gerakan pemuda kakbah ) Kabupaten Pekalongan .

Karena SK tersebut tidak sesuai dengan hasil rapat tim formatur yang sudah di putuskan dan disepakati dalam forum muscab ( Musyarawah cabang ) yang dilaksanakan pada tanggal 2 Oktober 2021 di gedung DPC PPP kabupaten Pekalongan .

Menurut Ustad Sofyanudin ketua GPK Pekalongan yang juga turut hadir di muscab sebagai peserta utusan dari Banom partai, bahwa saat itu muscab menghasilkan keputusan yang sudah disepakati oleh peserta muscab yaitu ketua DPC adalah ibu masudah dengan didukung oleh 11 PAC dari 16 PAC yang menjadi peserta muscab saat itu.

Ndan Yayan panggilan akrab Sofyanudin menyampaikan bahwa saat muscab ” saya mewakili seluruh Banom partai dan punya hak suara ,muscab dihadiri oleh 18 PAC dari 19 PAC kabupaten Pekalongan,dari 18 PAC yang dinyatakan bisa ikut muscab hanya 16 PAC artinya muscab saat itu jelas sudah qourum menurut tata tertib dan ad / art partai,artinya menurut kami keputusan muscab saat itu sudah final dan sah,namun ketika hari ini kami menerima informasi bahwa kabupaten Pekalongan sk DPC nya diberikan ke orang lain adalah sesuatu yang jelas menurut aturan partai ini tidak sah.

Ndan Yayan menambahkan ketua DPC PPP kabupaten Pekalongan yang kita sepakati dari hasil rapat tim formatur adalah ibu mas,udah yang saat ini menjabat sebagai wakil ketua DPRD kabupaten Pekalongan,ini jelas menciderai dan mengkhianati apa yang sudah diputuskan dalam muscab tersebut.

Yayan juga menambahkan bahwa hal seperti jelas ada oknum yang bermain,dan kami sangat tegas menolak hasil keputusan sepihak dari DPP,apa gunanya muscab kalo kemudian hasil keputusan yang sudah dibuat oleh tim formatur dirubah seenak jidat oleh DPP.

Sementara itu ibu mas,udah yang dihubungi via telpon menyampaikan bahwa hari ini saya tidak tau kalo ada agenda penerimaan SK karena saya tidak dapat undangan, informasi ini sendiri saya tahu ketika teman – teman konstituen dan teman – teman gpk Pekalongan menghubungi saya bahwa ada acara tersebut,karena sebelum hari ini saya menerima informasi bahwa untuk kabupaten Pekalongan tidak dijadwalkan hari ini,kalo seperti jelas saya sendiri tidak menerima,karena dalam surat rekomendasi hasil keputusan formatur disitu sudah jelas yang diputuskan,kenapa berubah tanpa melalui mekanisme organisasi.

Sementara ketua gpk Jawa tengah Mustafid yang dihubungi lewat telpon menyayangkan informasi tersebut,karena jelas teman – teman gpk Pekalongan kecewa,karena selama ini sebagai Banom partai kami selalu didoktrin dan dididik untuk selalu patuh sama aturan partai,namun demikian apa yang terjadi hari ini jelas ada oknum yang memberi contoh tidak terpuji ketika disinyalir ada yg mengkhianati keputusan muscab,kalo hal seperti ini terus dibiarkan bukan hanya menciderai budaya partai yang berasaskan Islam ini,bahkan bisa menghancurkan partai dari dalam.

Mustafid menambahkan kami di pw gpk Jawa tengah mendukung sepenuhnya sikap gpk Pekalongan,dan kami berharap ketua umum bapak Suharso Monoarfa dan sekjend Arwani tomafi bisa memperhatikan dan mengambil sikap yang adil atas hal tersebut,karena ini adalah suara akar rumput,jangan sampai hal ini menciderai kepercayaan suara akar rumput.

Sementara Dedy Nugroho sekretaris PC GPK Pekalongan juga menyampaikan hal senada,terkait kejadian. Ini kami sangat meyakini ada oknum yang bermain atas keputusan muscab tersebut,kami juga tau kalo oknum tersebut punya kepentingan di dapil 10 Jateng,kalo memang Mereka bermain demikian tinggal kami di akar rumput siap menyatakan tidak memilih oknum tersebut ketika pemilu mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.