Jakarta, – Wartawan deliknews.com mendatangi Kantor Pusat Pertamina di Jalan Merdeka Utara Jakarta untuk konfirmasi dengan Direktur atau Humas Pertamina terkait kelangkaan Gas Subsidi LPG 3 Kg dan BBM Solar di Sumatera Barat, Jum’at (7/1/22).
Pihak Humas Pertamina tidak bersedia menerima tamu Wartawan untuk dikonfirmasi terkait persoalan itu.

Wartawan deliknews.com mencoba menjelaskan tujuan ke Kantor Pertamina kepada security di lobby. Security menyebut harus bersurat via email baru bisa ke humas.
Baca juga: Pertamina Bungkam Soal Sanksi Kepada SPBU Nakal di Sumbar
Khairuddin Simanjuntak Sesalkan Pertamina Sebut Harga Gas Subsidi Naik Hoax
Kadis Perdaginnaker Pasaman Akui Kelangkaan Gas Subsidi, Bantah Pernyataan Pertamina
Dijelaskan sudah sering bersurat via email namun tidak kunjung ada jadwal yang dikirimkan untuk ketemu dengan Direktur Pertamina, hanya disuruh menunggu.
Kemudian media ini mencoba langsung hubungi nomor call center Pertamina Pusat 135 waktu di lobby, namun pihak humas juga tidak bersedia ditemui dan dikonfirmasi. Mirisnya, media malah disuruh melapor via email.
“Silahkan Bapak bisa buat surat pelaporan akan kita tindaklanjuti selama 3×24 jam,” kata call center yang tidak menyebutkan identitas nama.
Wartawan deliknews.com menjelaskan bahwa media tugasnya konfirmasi untuk kepentingan pemberitaan bukan untuk membuat laporan. Namun pihak call center itu juga menyebutkan harus ada pelaporan.
Untuk diketahui, sebelumnya telah viral pemberitaan terkait kelangkaan LPG Subsidi 3 Kg sehingga harganya melambung tinggi di Sumatera Barat.
Baca juga: Pangkalan di Sumbar Sebut Tidak Menerima LPG 3 Kg dari Agen Sesuai Kontrak
Warga Pasaman Sebut Harga Gas Subsidi LPG 3 Kg Tidak Masuk Akal
Konfirmasi media dengan beberapa pangkalan di Sumatera Barat menyebutkan mereka tidak kenal dengan pihak pertamina, sebab tidak pernah pihak pertamina mengawasi atau sosialisasi sampai ke pangakalan.
Media ini juga telah konfirmasi kepada Pertamina Padang soal kuota LPG 3 Kg khususnya di Kabupaten Pasaman, namun juga tidak merespon. Disebut – sebut di lapangan, kelangkaan gas subsidi tidak tertutup kemungkinan karena ada penyelundupan atau penyalahgunaan.
Baca juga: Solar Langka di Sumbar, Marwan Batubara: Kemungkinan Penyalahgunaan atau Diselundupkan
Sebut Solar Lancar, Guspardi Gaus: Pertamina Sumbagut Lakukan Pembohongan Publik
Solar Bukan Langka, Dinas ESDM Sumbar Minta Tindakan Tegas Penegak Hukum dan Pertamina
Selanjutnya terkait BBM Solar Subsidi juga masih menjadi persoalan sebab sangat sering terjadi kelangkaan, bahkan sering dijual kepada konsumen yang tidak berhak.
Terkait persoalan ini, Humas Pertamina Pusat belum bisa menjelaskan atau menjawab konfirmasi, hingga berita ini ditayangkan.
(Darlin)
