Pura Dalem Bingin Ambe, PSN: Pura Tua Pasti Memiliki Tri Mandala

Pinandita Sanggraha Nusantara menggelar persembahyangan di Pura Dalem Bingin Ambe Denpasar, Selasa (15/02/2022).

Denpasar – Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) menilai penembokan pemedalan agung (pintu utama) Pura Dalem Bingin Ambe di Jalan Pulau Ternate, Dauh Puri Kangin Denpasar Barat adalah perbuatan yang sangat tidak etis.

Pihaknya mengaku sangat miris dengan masalah ini. Sebuah pura tua, dikatakan pasti memiliki tri mandala, yakni utamaning mandala (area utama), madyaning mandala (area tengah), dan nistaning mandala (area luar), apalagi pura yang sudah ratusan tahun.

“Saya sendiri selaku PSN sendiri merasa miris dengan suasana pura sekadi niki nggih. Menurut saya yang namanya jaba tengah sampai ditembok begini itu tidak etis karena pura ini sudah lebih dulu, lebih dulu daripada bangunannya tembok ini,” ujar Jro Mangku Nyoman Yasantara selaku Ketua PSN Koordinator Daerah (Korda) Denpasar usai menggelar persembahyangan di pura setempat, Selasa (15/02/2022).

Kalau menurut catatan yang ada di lontar, terangnya lebih lanjut, pura yang sudah berusia 100 tahun lebih dipastikan memiliki plaba (kekayaan) pura dan secara struktur pura Hindu Bali pasti memiliki tri mandala.

“Memang seharusnya dalam tata letak atau struktur Hindu pura di Bali memang harus ada utama mandala, nista ning mandala, madya ning mandala, namun disini kondisinya seperti yang kita saksikan ini bahwa pura ini tidak memiliki nistaning mandala utawi utamaning mandala karena ditutup jalan akses keluarnya niki,” paparnya.

Sementea itu, pada kesempatan yang sama Jero Mangku Pinandita Dodi Arianta selaku Ketua PSN Koordinator Wilayah (Korwil) Bali mengatakan pihaknya sengaja menggelar persembahyangan di pura tersebut pasca permasalahan penembokan pura diketahui ramai dan viral di media.

“Kami dari Pinandita Sanggrahan Nusantara koordinator wilayah Bali dan koordinator daerah Denpasar, tujuan kegiatan ini, kegiatan ini kami namakan sebagai Santi Puja.
Jadi Santi artinya kedamaian, puja artinya mendoakan yaitu bertujuan untuk mendoakan alam semesta beserta isinya supaya dalam keadaan damai termasuk Covid-19 dan pandemi yang kita hadapi sekarang, disamping itu juga mengenai permasalahan di pura ini yang terkait dengan pemedal puniki,” ungkapnya.

Pihaknya berharap, pihak yang melakukan penembokan pemedalan agung Pura Dalem Bingin Ambe Denpasar ini dapat terketuk hati nuraninya. Dengan demikian permasalahan ini dapat menemukan solusi penyelesaian yang baik.

“Harapan kita supaya permasalahan ini bisa terselesaikan dengan cara-cara damai cara-cara kekeluargaan seperti semboyan kita dalam Hindu adalah semua umat manusia itu adalah keluarga jadi ketika persoalan ini diselesaikan dengan cara damai cara penuh cinta kasih jadi kami harapkan bahwa semuanya bisa diselesaikan dengan win-win solution,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.