Program Petani Milenial Jokowi Jaga Ketahanan Pangan Nasional

Program Petani Milenial Jokowi Jaga Ketahanan Pangan Nasional

Oleh : Made Prawira

Petani milenial adalah terobosan baru agar ada regenerasi di bidang pertanian.Keberadaan program tersebut diharapkan dapat menjaga ketahanan pangan nasional.

Indonesia adalah negara agraris dan di masa orde baru pertanian sangat diperhatikan oleh pemerintah, bahkan ada program seperti klompencapir dan lain-lain untuk memajukan dunia pertanian di negeri ini.

Akan tetapi ketika maju ke era reformasi, minat anak muda untuk bertani malah rendah. Mereka lebih memilih untuk melamr kerja di BUMN atau perusahaan swasta daripada turun ke sawah.

Padahal sayang sekali jika sawah dan ladang terbengkalai karena kaum mudanya tak mau bergelut dengan tanah dan pupuk. Oleh karena itu pemerintah membuat program petani milenial yang berada di bawah pengawasan Kementrian Pertanian.

Dengan program ini maka ada regenerasi sehingga banyak muncul petani muda, yang tak hanya pandai bercocok tanam tetapi juga berwirausaha untuk memasarkan hasil buminya.

Maulana Wiga, Duta Petani Milenial menyatakan bahwa di masa pandemi banyak sektor yang bertumbangan. Akan tetapi di sektor pertanian malah stabil, bahkan program petani milenial bisa menjaga ketahanan pangan nasional.

Buktinya adalah peningkatan ekspor komoditas sebanyak 15,9% pada tahun lalu. Dalam artian, yang bisa diekspor karena ada surplus dari hasil pertanian sehingga persediaan pangan di Indonesia aman.
Petani milenial merupakan terobosan baru karena para pemuda dilatih untuk berpeluh keringat di sawah. Mereka adalah regenerasi karena kita tidak bisa hanya mengandalkan banyak petani yang sudah tua. Petani milenial lebih kuat dan semangat bekerja, serta termotivasi untuk maju.
Kementrian Pertanian membuka lowongan petani milenial dengan tujuan tak hanya untuk regenerasi para petani tetapi juga untuk melatih mereka menjadi wirausaha di bidang pertanian, dengan berbagai workshop dan pengajaran teknik-teknik marketing. Dengan begitu, maka akan mematahkan pameo bahwa jadi petani tidak bisa kaya.
Jika para petani milenial sudah pandai marketing online maka mereka tidak akan bergantung pada tengkulak, karena bisa memasarkan sendiri produk hasil buminya. Mereka akan makmur karena tidak tergantung dari para pengijon atau tengkulak. Selain itu, petani milenial juga dibekali ilmu sehingga bisa memprediksi pergeseran musim, sehingga panen dijamin akan berhasil.
Saat panennya berhasil maka tidak akan ada cerita sayur atau buah yang dibuang-buang karena gagal panen dan membusuk. Akan tetapi sayur, buah, dan hasil bumi lain hasilnya bagus dan bisa dipasarkan ke seluruh Indonesia. Dengan begitu ketahanan pangan akan meningkat karena kita bisa swasembada, tidak hanya beras tetapi juga jagung dan hasil bumi lainnya.
Ketahanan pangan amat penting karena kita tidak bisa sepenuhnya bergantung pada barang impor. Jika bisa swasembada, mengapa harus impor? Oleh karena itu petani milenial bekerja makin semangat agar persediaan bahan pangan di Indonesia selalu mencukupi.
Petani milenial juga aktif memberi edukasi kepada petani senior agar mereka lebih update di bidang pertanian modern, misalnya dengan memakai alat-alat berteknologi canggih, memakai ilmu prakiraan cuaca dan pergeseran musim, dll. Dengan begitu maka dipastikan semua panen akan berhasil dan ketahanan pangan nasional aman.
Program petani milenial yang dicanangkan oleh Presiden Jokowi adalah terobosan baru untuk mengamankan ketahanan pangan nasional dan meminimalisir impor. Kita bisa dengan percaya diri menanam padi dan lain-lain, agar berhasil panen dan memenuhi persediaan pangan nasional yang mencukupi.

)* Penulis adalah kontributor Lingkar Pers dan Mahasiswa Cikini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.