Warga ke Tim Puan: Kami Tidak Terima Bantuan karena KK Hilang Akibat Gempa

Kunjungan Tim Ketua DPR RI, Puan Maharani Peduli Bencana Gempa Bumi ke tempat pengungsian masyarakat terdampak di Kampung Air Apung, Nagari Malampah, Kecamatan Tigo Nagari, Kabupaten Pasaman, Rabu (2/3/22).
Kunjungan Tim Ketua DPR RI, Puan Maharani Peduli Bencana Gempa Bumi ke tempat pengungsian masyarakat terdampak di Kampung Air Apung, Nagari Malampah, Kecamatan Tigo Nagari, Kabupaten Pasaman, Rabu (2/3/22).

Pasaman, – Masih saja banyak masyarakat terdampak gempa bumi di Nagari Malampah, Kecamatan Tigo Nagari, Kabupaten Pasaman mengeluhkan sulitnya mendapatkan bantuan karena pemerintah mewajibkan adanya foto copy Kartu Keluarga (KK).

Hal itu disampaikan banyak masyarakat termasuk Buya Ramli tokoh masyarakat di Kampung Air Apung, Nagari Malampah, Kecamatan Tigo Nagari, saat kunjungan tim Ketua DPR RI, Puan Maharani, Peduli Bencana Gempa Bumi ke pengungsian, Rabu (2/3/22).

Disampaikan Buya Ramli, dipengungsian tempat mereka ada 15 keluarga, namun karena termasuk pusat gempa, jadi administrasi kependudukan sudah hilang akibat ditimbul bangunan yang runtuh.

“Bagaimana kami bisa memikirkan kartu keluarga. Disini banyak meninggal, isi rumah hancur, dan tiba hujan lebat, semua hancur. Mungkinkah masih diwajibkan kartu keluarga agar mendapatkan bantuan,” ujar Ramli.

Baca juga: Terancam Kelaparan, Tim Puan Tancap Gas Ke Daerah Belum Disentuh Bantuan

Belum Terima Bantuan, Warga Pasaman Terdampak Gempa Serbu Beras Puan Maharani

Ramli menjelaskan, tenda darurat yang saat ada dipengungsian merupakan bantuan dari polri. Namun tidak bisa dipakai lama, sebab kalau datang hujan maka digenangi air.

“Kalau tidak ada kawan di Polres Pasaman, kami tidak akan dapat bantuan. Tenda ini tidak layak lagi, coba bapak dan ibu bayangkan, kalau hujan lebat dan angin datang, maka yang laki – laki akan pegang tenda dan yang ibu – ibu disini menangis meratapi nasib,” cerita tokoh masyarakat ini.

Buya Ramli berharap dengan segera pemerintah memberikan bantuan tenda yang layak, dan jangan mewajibkan kartu keluarga. Kemudian juga tong air diperlukan secepatnya, karena apabila anak – anak dimandikan dengan air lumpur akan membuat gatal – gatal.

Mendengar curhatan Buya Ramli tersebut, Tim Puan Maharani yang dipimpin Ketua DPC PDIP Perjuangan Kabupaten Pasaman, Maradongan, didampingi pengurus DPD PDIP Perjuangan Provinsi Sumbar, Yeni S Tanjung, menyampaikan akan mencarikan solusi agar masyarakat dipengungsian Buaya Ramli segera mendapatkan tenda yang layak dan tong air.

Saksikan juga: Ibu Ini Trauma Pasca Gempa Pasaman, Bisa Ketawa Lepas Usai Ditemui Tim Puan Maharani

“Bapak dan ibu semua yang sabar ya. Ini semua ujian buat kita. Kita akan mencarikan solusi bagi Bapak dan Ibu untuk mendapatkan tenda yang layak dan tong air,” kata Yeni S Tanjung.

Senada disampaikan Ketua DPC PDIP Perjuangan Kabupaten Pasaman, Maradongan, juga anggota DPRD Pasaman, menyampaikan akan terus melakukan aksi kemanusian membantu masyarajat, dan berharap kepada pemerintah agar mencarikan solusi bagi masyarakat yang tidak bisa memiliki administrasi kependudukan untuk mendapatkan bantuan yang mendesak dibutuhkan.

Dalam kunjungan ini Tim Puan Maharani memberikan bantuan 5 paket sembako berisikan Beras, Minyak, Roti dan Aqua. Diketahui, sejak awal terjadi gempa bumi, Tim Puan Maharani setiap harinya terus menyusuri masyarakat ke tempat – tempat pengungsian dengan membagikan nasi bungkus, sembako dan beras 2,5 ton.

(Darlin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.