Bambang Haryo Desak Polri Klarifikasi Isu Radikalisme di Sidoarjo

Bambang Haryo Soekrtono bersama para Nelayan Sidoarjo
Bambang Haryo Soekartono bersama para Nelayan Sidoarjo

Sidoarjo – Politisi Gerindra, Bambang Haryo Soekartono (BHS) mendesak Kepolisian, untuk segera melakukan investigasi dan penyelidikan segera serta mengklarifikasi apabila tidak benar tentang pernyataan adanya isu penyebaran radikalisme di Kabupaten Sidoarjo.

“Kuncinya ada di Kepolisian. Begitu Kepolisian menyampaikan statement terkait hal ini, maka masyarakat khususnya warga dan juga kalangan usahawan di Sidoarjo akan kembali tenang apabila setelah klarifikasi isu radikal tersebut dinyatakan tidak benar,” ujarnya, Kamis (3/3).

Bacaan Lainnya

Dengan begitu, maka pernyataan tentang keberadaan kaum radikal yang sudah menyusup di 15 dari 18 kecamatan di kota delta, terutama soal adanya bunker berisi senjata di bawah bangunan Masjid di Kecamatan Sedati tidak akan lagi menjadi polemik yang rentan dipolitisir.

Ketua Dewan Penasehat DPD Partai Gerindra Jatim itu khawatir jika isu itu tidak segera diakhiri dengan klarifikasi Kepolisian maka akan berimbas kepada sektor perekonomian yang bermuara pada tingkat kesejahteraan warga Sidoarjo.

Menurut BHS, kalau isu radikalisme ini berkembang terus, bisa jadi membuat pelaku usaha tidak nyaman dan kemudian melakukan capital flight atau pengalihan modal ke luar daerah bisa dilakukan. Sedangkan calon investor barupun juga akan berpikir ulang sebelum menanamkan modalnya di Sidoarjo.

“Coba bayangkan kalau itu sampai terjadi. Akan semakin banyak pengangguran di Sidoarjo karena PHK pekerja. Imbasnya, para pelaku UMKM dan pekerja sektor informal juga akan kehilangan pasar karena turunnya daya beli masyarakat,” tambah entrepeneur di berbagai bidang usaha itu.

Merosotnya derajat kesejahteraan masyarakat ini pada akhirnya berpotensi menganggu stabilitas keamanan akibat meningkatkan volume tindak kejahatan sehingga secara umum Sidoarjo tak lagi menjadi wilayah yang nyaman dan aman.

“Khan sayang sekali kalau sampai seperti itu. Padahal saat ini banyak orang menilai Sidoarjo adalah tempat yang nyaman untuk ditinggali. Orang Surabaya saja banyak yang kemudian pindah ke Sidoarjo,” imbuh BHS.

Karena itu, ia berharap pihak aparat keamanan, dalam hal ini adalah institusi kepolisian mau mengambil sikap yang cepat dan tepat untuk mengatasi hal ini agar isu radikalisme tidak menggelinding terus dan menjadi bola liar yang akan semakin sulit dikendalikan.

“Sekarang kendalinya ada di Kepolisian yang berwenang untuk mengeluarkan statement sekaligus mengklarifikasi tentang adanya isu radikalisme di Sidoarjo, bisa dilakukan oleh Kapolda Jatim sendiri atau didelegasikan ke Kapolresta Sidoarjo. Tolong segera memberikan klarifikasi penjelasan pada publik dan diharapkan masalah ini segera selesai sampai disini saja dan kehidupan masyarakat kembali tenang, aman dan nyaman seperti sediakala,” pungkas BHS.

Pos terkait

loading...