Pemerintah Evakuasi WNI dari Konflik Rusia-Ukraina

Pemerintah Evakuasi WNI dari Konflik Rusia-Ukraina

Oleh : Aldia Putra

Pemerintah bergerak cepat dengan mengevakuasi 96 Warga Negara Indonesia (WNI) keluar dari Ukraina. Evakuasi memang harus dilakukan sebagai bentuk perlindungan negara kepada WNI.

Konflik yang terjadi antara Rusia dan Ukraina membawa korban, tak hanya masyarakat asli sana, tetapi juga para WNI yang sedang merantau ke sana. Mereka menanti dengan harap-harap cemas dan berdoa semoga serangan segera berhenti sehingga isu tentang perang dunia ketiga tidak benar-benar terjadi.

Penyebabnya karena nyawa adalah taruhannya.
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan hingga 2 Maret 2022, jumlah total yang telah berada di luar Ukraina adalah 99 WNI dan 5 WNA yang merupakan keluarga dari WNI. Sebanyak 99 WNI sudah keluar dari Ukraina, termasuk 5 WNI yang melakukan evakuasi mandiri.

Menlu Retno juga menambahkan bahwa evakuasi akan terus dilaksanakan secara bertahap. Hal ini dipengaruhi situasi di Ukraina yang sampai saat ini masih sangat dinamis dan berubah dengan cepat. Sementara itu, negara tujuan evakuasi tersebut adalah Rumania dan Polandia.

Mantan Duta Besar (Dubes) RI untuk Polandia, Hazairin Pohan memandang evakuasi Warga Negara Indonesia (WNI) dari Ukraina ke Rumania dan Polandia sudah tepat. Hal ini mengingat kedua negara tersebut secara geografis cukup dekat dengan Ukraina.
Masyarakat Indonesia di Ukraina diminta untuk tidak panik karena keadaan memang belum sepenuhnya aman. WNI di Ukraina maupun keluarga WNI di Indonesia diharapkan dapat terus bersabar, mencermati dinamika situasi, serta mengikuti protokol keselamatan yang telah dikeluarkan Pemerintah.
Evakuasi WNI memang harus dilakukan karena keselamatan mereka adalah nomor satu. Walau berada di luar negeri, tetapi mereka wajib dilindungi, terutama oleh pihak kedutaan RI. Evakuasi wajib dilakukan dengan aman agar menjamin keselamatan nyawa mereka.
Konflik Ukraina dan Rusia memang cukup pelik karena tiap pihak mengklaim dirinya yang benar. Padahal jika ada perang, maka masing-masing warga di negara tersebut yang dirugikan, karena keadaan mencekam dan terjadi tekanan secara psikologis. Akibatnya semua orang bisa stress, bahkan depresi.
Selain itu, peperangan membutuhkan dana yang sangat besar. Pandemi saja belum selesai, malah ditambah dengan perang. Mau jadi apa negaranya? Bisa-bisa kacau-balau dan dalam keadaan pailit.
Oleh karena itu Presiden Jokowi juga menyatakan ketidaksetujuannya mengenai konflik Rusia dan Ukraina. Ini bukanlah ikut campur, melainkan cara agar dunia ini lebih damai. Apalagi PBB tampaknya belum terjun langsung untuk menengahi konflik.
Pemerintah menjamin keselamatan para WNI di mana saja, termasuk yang masih ada di Ukraina. Mereka akan segera dievakuasi ke Polandia dan Rumania yang relatif aman dari serangan apapun. Akan tetapi para WNI yang belum dievakuasi diharapkan untuk bersabar karena evakuasi akan berlangsung dalam satu rombongan besar sehingga butuh waktu untuk penjemputan dan koordinasi.
)* Penulis adalah pegiat media sosial

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.