Mahasiswa Berperan Penting Memajukan Papua dalam Bingkai NKRI

Mahasiswa Berperan Penting Memajukan Papua dalam Bingkai NKRI

Oleh : Alfred Jigibalom

Mahasiswa memiliki peran penting dalam memajukan Papua dalam bingkai NKRI. Dengan adanya peran aktif mahasiswa dalam membangun Papua maka diharapkan percepatan pembangunan di Papua akan segera terwujud.

Mahasiswa berbeda dengan pelajar walau sama-sama belajar. Jika pelajar hanya belajar dan mengerjakan PR, maka mahasiswa selain belajar di perpustakaan juga aktif berorganisasi sebagai bekal sebelum masuk ke dunia kerja. Mahasiswa juga diharap memajukan daerahnya karena rata-rata mereka perantau, karena menuntut ilmu di kota atau pulau lain.

Imran Coton, pengamat sosial politik menyatakan bahwa mahasiswa berperan penting dalam memajukan Papua dalam bingkai NKRI. Menurutnya, jika seorang mahasiswa telah lulus maka diharap bisa pulang kampung dan memajukan daerahnya sendiri.

Dalam artian, jangan malah keenakan di rantau lalu lupa akan janjinya untuk membangun Papua setelah jadi sarjana.

Apalagi jika para mahasiswa tersebut kuliah dengan dana otonomi khusus, maka diharap bisa balas budi dengan cara kembali ke tanah Papua dan membangun wilayah tersebut dengan sebaik-baiknya.

Cara untuk membangun bisa dengan melamar kerja jadi ASN dan bertekad untuk reformasi birokrasi, dan mewujudkan ketertiban di Papua agar semuanya taat administrasi.

Para putra Papua juga bisa membangun dengan cara jadi pengusaha dan bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur. Dengan begitu maka modernisasi di Papua akan cepat terwujud karena orang asli Papua ikut berkontribusi dan menyumbangkan ide-ide segar.
Selain itu, jika sarjana tersebut bukan jadi ASN atau pengusaha, maka mereka bisa memajukan Papua lewat pendidikan. Caranya bisa dengan memberikan pelatihan atau kursus singkat, sehingga rakyat di Bumi cendrawasih makin cerdas. Misalnya mereka bisa mengadakan workshop tentang teknik online marketing sehingga para pedagang bisa melebarkan sayap di dunia maya.
Imran Coton menambahkan, pemekaran wilayah Papua juga bisa memperbesar peluang bagi para sarjana, karena di provinsi baru tentu butuh pegawai administrasi. Mereka berpeluang besar diangkat jadi ASN di kantor pemerintah provinsi tersebut. Jadi, pulang ke Papua setelah wisuda adalah pilihan terbaik.
Tentu jadi ASN adalah pekerjaan yang bagus karena mendapatkan gaji yang cukup dan uang pensiun jika purna tugas. Belum tentu sarjana tersebut bisa jadi ASN jika tidak pulang kampung. Jadi jangan ragu untuk kembali ke Papua pasca merantau. Mereka akan mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang bagus sekaligus bisa membangun wilayahnya sendiri.
Ada banyak peluang kerja di Papua dan Papua Barat sehingga para sarjana tidak usah takut akan kehabisan kesempatan berkarir di kampungnya sendiri. Memang suasananya beda di rantau, tetapi siapa lagi yang akan memajukan Bumi Cendrawasih jika bukan orang asli Papua sediri? Rakyat Papua butuh kemajuan dan hal itu ada di pundak para mahasiswa.
Para mahasiswa yang akan jadi sarjana, jika kelak pulang kampung tidak hanya membawa ijazah, tetapi juga ilmu dan pengalaman. Diharap dengan kedua hal itu maka akan menstimulasi masyarakat sehingga akan memajukan Papua. Orang asli Papua wajib berbakti, bukannya bak kacang lupa akan kulitnya.
Mahasiswa berperan sangat penting dalam memajukan Papua dalam bingkai NKRI. Mereka bisa membangun daerahnya sendiri dan memodernisasi Papua, serta memberikan transfer ilmu kepada masyarakat agar lebih cerdas dan melek tekologi. Jangan malah malas-malasan untuk pulang kampung dan terlalu kerasan di rantau, karena warga asli Papua masih membutuhkan mereka.
)* Penulis adalah mahasiswa Papua tinggal di Bali

Pos terkait

loading...