GPKB: Kita Dukung TNI Polri Agar Secepatnya Berantas KST Papua

Sudah tak terhitung berapa korban jiwa masyarakat sipil maupun aparat keamanan di bumi Cendrawasih akibat ulah dari Kelompok Separatis Teroris (KST) Papua. Tindakan mereka tidak lagi mencerminkan sisi humanism sebagai manusia dan jelas sangat meresahkan masyarakat. Tindakan mereka harus segera dihentikan untuk kedamaian dan perkembangan generasi muda Papua.

Gugurnya 8 “pahlawan digitalisasi nusantara” seharusnya menjadi kejadian yang terakhir dan tidak boleh adalagi korban jiwa di Papua.  Penyerangan karyawan PTT (Palapa Timur Telematika) yang membabi buta oleh KST Papua dapat dikatakan sebagai bentuk pelangaran HAM. 8 orang telah gugur disaat mereka berjuang untuk mewujudkan pemerataan pembangunan infrastruktur digital sesuai dengan cita cita masyarakat indonesia. Dimana dari sabang hingga merauke, wilayah Indonesia memiliki hak yang sama dalam mengakses internet sebagai kebutuhan pokok di era masyarakat modern.

Teddy Dwi selaku Koordinator Nasional GPKB menilai tindakan KST Papua sangat keci dan selayaknya masyarakat Indonesia mendukung TNI Polri agar menindak KST.

“Tindakan KST Papua mencerminkan bahwa mereka lebih memilih berkomunikasi melalui ujung senjata dibandingkan duduk bersama untuk membangun Papua yang lebih sejahtera dan berkeadilan. Oleh karena itu, sudah saatnya aparat keamanan terutama TNI / Polri mendapat dukungan besar masyarakat untuk menindak tegas para KST Papua. Keberadaan mereka telah mengancam aktivitas dan keberlangsungan hidup masyarakat,” ungkap Teddy ketika dihubungi, Senin (7/3).

Jangan nodai nilai nilai luhur suku dan masyarakat asli Papua yang cinta damai. Orang Papua memahami tanah sebagai ibu. Tanah layaknya ibu yang memelihara anak-anaknya, tanah memberi segala sesuatu yang menjadi dasar-dasar bagi kehidupan, baik dimensi ekonomi, budaya, sosial, maupun dimensi spiritual yang tidak bisa begitu saja, bahkan tidak mungkin terukur dan tergantikan oleh uang. Namun, keberadaan KST telah mencoreng bahkan menodai ibunya sendiri yakni tanah papua yang memelihara siapapun di atasnya.

Arogansi KST harus segera diakhiri demi terciptanya perdamaian di masyarakat. Tindakan mereka sudah tidak berperikemanusiaan dan mencederai hubungan masyarakat sebagai manusia. KST harus segera ditumpas karena keberadaannya akan menambah korban jiwa. Sehingga diharapkan aktivitas masyarakat kembali normal baik di berbagai bidang.  Masyarakat Papua dapat tumbuh berkembang bersama dalam kerangka kebhinekaan Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.