Mewaspadai Penyebaran Covid 19 Subvarian BA.2 Omicron

Mewaspadai Penyebaran Covid 19 Subvarian BA.2 Omicron

Oleh : Deka Prawira

Pandemi belum juga usai dan sekarang kita harus lebih bersabar karena ada subvarian BA.2 Omicron. Untuk melawannya maka harus vaksinasi sampai 3 kali (booster) dan tetap disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan.
Corona masih saja bercokol di muka bumi dan sebagai virus, ia terus bermutasi.

Hal ini wajar karena ada sel inang tempat virus bergantung. Kondisi ini tentu memusingkan karena kita berharap pandemi akan cepat selesai, tetapi malah ada varian baru, sehingga harus lebih optimis untuk menanti akhir dari pandemi.

Pemerintah juga berusaha untuk meminimalisir efek dari mutasi tersebut.

Saat ini ada virus hasil mutasi terbaru yakni subvarian BA.2 Omicron. Beda dengan subvarian BA.1 Omicron, maka ia jauh lebih cepat menyebar.

Hal ini diungkap oleh Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan, dokter Siti Nadia Tarmizi. Subvarian ini sudah memakan korban sebanyak 252 orang.

Dokter Siti menambahkan, masyarakat harus waspada akan penyebaran subvarian BA.2 Omicron. Caranya dengan vaksin sampai tiga kali alias booster dan dan disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan 10M. Ia juga berharap sebelum Ramadhan, cakupan vaksinasi mencapai lebih dari 70%, sehingga masyarakat bisa menjalankan bulan puasa dengan aman.
Dalam artian, cakupan vaksinasi memang harus ditingkatkan untuk melawan Corona subvarian BA.2 Omicron. Dengan vaksinasi maka akan meminimalisir penularan Corona varian apa saja, karena daya tahan tubuh akan meningkat, sehingga tidak mudah untuk terkena virus. Masyarakat wajib mengecek jadwal di aplikasi Peduli Lindungi, kapan mereka wajib mendapatkan booster, lalu datang ke RS terdekat untuk disuntik.
Vaksinasi memang wajib karena bisa meningkatkan imunitas dan mempercepat terbentuknya kekebalan kelompok. Nanti jika minimal 75% WNI sudah divaksin maka akan terbentuk herd immunity dan meminimalisir penularan Corona, baik omicron maupun varian apa saja. Oleh karena itu vaksinasi massal makin ditingkatkan intensitasnya agar tidak ada lagi yang terinfeksi oleh Corona subvarian BA.2 Omicron.
Virus Covid-19 subvarian BA.2 Omicron memang lebih ganas karena bisa menyebar 70 kali lipat daripada varian Delta. Jika ia terlalu mudah menular maka bahaya karena bisa menaikkan lagi kasus Corona. Oleh karena itu masyarakat diharap untuk selalu mematuhi protokol kesehatan, demi keselamatan diri sendiri dan keluarga inti.
Jangan pernah lelah untuk tak hanya menghafal protokol kesehatan 10M tetapi juga mempraktikannya. Masker adalah benda wajib yang dikenakan saat di luar rumah. Bahkan ketika hanya menyapu teras atau menyiram tanaman, juga harus pakai masker. Saat pergi ke pasar atau tempat umum lainnya, lapisi lagi masker disposable dengan masker kain karena memperkuat filtrasi.
Jangan lupa juga untuk selalu cuci tangan atau memakai hand sanitizer agar tangan tetap higienis, sedangkan saat baru masuk rumah bisa langsung mandi dan keramas lalu mengganti baju, agar tidak ada bakteri maupun virus yang menempel. Bersihkan juga bagian dalam dan luar rumah, juga AC atau kipas angin, karena Corona bisa menyebar di udara yang kotor dan pengap.
Protokol kesehatan lain yang wajib dipatuhi adalah mengurangi mobilitas dan menghindari kerumunan. Ketika kasus covid sedang naik maka tahan diri dan jangan bepergian jauh.
Masyarakat harus mewaspadai penyebaran Corona subvarian BA.2 Omicron, karena ia bisa lebih cepat menular daripada varian delta. Semua orang wajib divaksin sampai tiga kali dan menjaga kesehatan masing-masing. Patuhi juga protokol kesehatan 10M agar selamat dari Corona varian apa saja.

)* Penulis adalah kontributor Nusa Bangsa Institute

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.