IPU Momentum Jajaki Kerja Sama Parlemen Dunia

IPU Momentum Jajaki Kerja Sama Parlemen Dunia

Oleh : Alya Rohali

Indonesia akan menggelar Inter Parliametary Union (IPU) ke 144 di Bali. Momentum internasional tersebut perlu mendapat dukungan luas masyarakat karena menjadi momentum untuk menjajaki kerja sama dengan banyak parlemen dunia.

Di dunia internasional, Indonesia memiliki pergaulan yang luas dan Presiden Jokowi bisa luwes bercakap-cakap dengan semua pemimpin negara. Indonesia juga bergabung dalam banyak forum internasional seperti G20 dan IPU.

Dengan bergabung dalam organisasi-organisasi tersebut akan ada banyak keuntungan, di antaranya meningkatkan investasi di negeri ini.

Ajang IPU yang akan diadakan di Bali juga akan menguntungkan bagi Indonesia. Ketua DPR RI Puan Maharani menyatakan bahwa sidang IPU akan menjadi momentum bagi parlemen dari berbagai negara untuk bersama-sama membangun komitmen global dalam upaya menghadapi pandemi dan dampaknya.

Mengingat tema IPU tahun ini adalah Getting to Zero, mobilizing parliament to act on climate change.

Puan melanjutkan, akan ada pertemuan yang membahas kerja sama antar parlemen. Di antaranya Spanyol, Ukraina, dan Slovakia. Kerja samanya di bidang pendidikan, ekonomi, kesehatan, teknologi, dll. Diharap dengan kerja sama maka kedua belah pihak akan makin maju dan setara di bidang finansial serta yang lain.
Kerja sama di bidang pendidikan memang wajib dilakukan karena ada banyak hal positif yang terjadi pasca rapat IPU di Bali. Bisa jadi nanti para pelajar mendapatkan akses khusus atau malah diberi beasiswa untuk kuliah di Spanyol atau Slovakia. Minimal ada pertukaran pelajar sehingga terjadi pengenalan budaya yang berbeda, sehingga memperkaya khazanah para siswa di Indonesia.
Sementara itu, kerja sama yang paling utama tentu di bidang ekonomi, karena semua anggota IPU sama-sama berjuang untuk mengatasi dampak pandemi. Indonesia bisa mengekspor produk unggulannya seperti kopi dan hasil bumi lain ke Spanyol atau negara-negara anggota IPU lain. Devisa negara akan bertambah.
Indonesia juga bisa mengekspor koleksi fashion terutama busana muslim, apalagi sebentar lagi lebaran. Baju dan hijab koleksi desainer Indonesia bisa sampai ke Bahrain dan Oman, serta negara-negara jazirah arab lain yang menjadi anggota IPU. Mereka mengagumi karya para desainer yang kreatif tetapi koleksinya tetap menutup aurat.
Selain kerja sama yang menguntungkan, maka IPU akan berkolaborasi untuk saling memajukan. Ketika awal IPU didirikan memang tujuannya untuk kesetaraan kemajuan, jadi tidak ada anggotanya yang tertinggal, terutama di bidang teknologi. Jadi pertemuan IPU amat penting karena tiap delegasi bisa evaluasi, apakah negaranya sudah cukup maju? Negara lain akan dengan senang hati membantu, minimal memberi usulan.
Dalam forum ini maka DPR RI mewakili Indonesia, karena di IPU yang jadi delegasi adalah parlemennya, bukan presiden atau menteri luar negerinya. DPR menjalankan fungsinya untuk mewakili Indonesia dan bergaul dengan delegasi lain, sehingga hubungan antar negara makin akrab.
Indonesia sangat bangga ketika jadi tuan rumah IPU karena walau statusnya negara berkembang tetapi dipercaya menjadi panitia acara internasional. Hal ini menunjukkan kepercayaan dari dunia internasional. Sehingga akan dijawab dengan jadi panitia yang baik, yang menyambut para delegasi dan menyiapkan acara dengan standar protokol kesehatan yang ketat.
Inter Parliamentary Union bukan sekadar forum biasa, melainkan suatu organisasi internasional yang tujuannya saling menguntungkan antar anggotanya. Indonesia akan menangguk banyak keuntungan, karena akan ada kerja sama di bidang ekonomi, pendidikan, teknologi, dan lain sebagainya. Oleh sebab itu, dengan kelancaran dan kesuksesan acara tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif kepada rakyat.

)* Penulis adalah kontributor Lingkar Khatulistiwa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.