Menyukseskan Vaksinasi Booster Tangkal Penyebaran Covid-19

Menyukseskan Vaksinasi Booster Tangkal Penyebaran Covid-19

Oleh : Andi Saputra

Pemerintah terus menggencarkan program vaksinasi, baik dosis kedua maupun ketiga ke berbagai daerah di Indonesia. Masyarakat diharapkan dapat terlibat aktif dalam program tersebut karena efektif menangkal penyebaran Covid-19 yang terus bermutasi.

Masa pandemi belum juga berakhir dan kita melakukan segala cara agar tidak tertular Corona. Misalnya dengan mematuhi protokol kesehatan, menjaga imunitas, dan makan makanan yang bergizi.

Ikhtiar lain agar tidak tertular virus Covid-19 adalah dengan vaksinasi, karena jika sudah disuntik akan lebih kuat dalam melawan Corona.

Vaksinasi wajib dilakukan sampai 3 kali alias ditambah dengan booster, yang diberikan 3 bulan pasca suntikan kedua. Mengapa sampai 3 kali?

Penyebabnya jika ditambah dengan booster, maka imunitas akan makin naik. Tubuh akan makin kebal terhadap virus Covid-19, tentu dengan mematuhi protokol kesehatan, karena masa pandemi belum selesai.

Vaksin booster diperlukan untuk menghadapi Omicron, karena jika sudah divaksin yang ketiga, tubuh akan makin kuat melawan varian Corona yang baru ini. Kita harus mewaspadai Omicron karena menular 70 kali lebih cepat daripada delta, sehingga wajib divaksin booster.

Jika semua WNI sudah dibooster maka akan terbentuk kekebalan kelompok sehingga situasi pandemi bisa diakhiri.

Saat sudah divaksin booster maka akan lebih aman ketika bermobilitas, tentu dengan mematuhi protokol kesehatan. Memang tidak semua sarana transportasi mensyaratkan penunjukan kartu vaksin, tetapi tidak ada salahnya untuk melindungi diri.

Penyebabnya karena kita tidak tahu siapa saja yang sehat dan siapa yang berstatus orang tanpa gejala, sehingga potensi penularan ada di mana-mana.

Jumlah pasien Corona memang sudah menurun. Jika pada Februari 2022 mencapai 36.000 orang per hari, maka pada awal Maret 2022 ‘hanya’ 26.000-an pasien per harinya.

Akan tetapi kita tidak boleh bangga karena angka itu masih cukup tinggi. Untuk menghindari jadi pasien selanjutnya, maka wajib untuk vaksin sampai 3 kali dan taat protokol kesehatan.

Lagipula, vaksin booster masih digratiskan oleh pemerintah, dan kesempatan emas ini harus diambil agar tetap sehat. Bandingkan dengan di Singapura atau negara lain yang mematok harga untuk vaksinasi seharga ratusan dollar. Pemerintah paham bahwa kondisi finansial rakyat sedang oleng saat pandemi, sehingga menggratiskan vaksinasi, agar mereka tidak terbebani.
Vaksin booster juga memiliki Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang minim, hanya mengantuk dan mudah lapar, serta jarang ada yang demam. Namun sebagai proteksi, setelah disuntik vaksin booster sebaiknya minum paracetamol lalu istirahat, jadi bagi para pekerja bisa minta izin cuti selama 2 hari untuk pemulihan.
Untuk mengetahui kapan jadwal vaksin booster maka caranya sangat mudah. Cukup buka aplikasi peduli lindungi lalu akan tertera jadwal vaksinnya. Biasanya tiga bulan pasca suntikan kedua akan ada tiket secara otomatis. Kemudian, datanglah ke RS atau klinik terdekat yang menyediakan vaksin booster dan tunjukkan tiket tersebut, dan mengantre dengan tenang untuk disuntik.
Jika sudah dibooster maka jangan euforia karena harus menjaga imunitas dengan makan makanan bergizi dan minum air mineral 8 gelas sehari. Patuhi juga protokol kesehatan dan jangan lepas masker sembarangan.
Vaksin booster adalah sebuah ikhtiar agar tidak tertular Omicron atau varian Corona lainnya. Ayo segera vaksin ketika tiketnya sudah didapat, biasannya 3 bulan sesudah suntikan kedua. Agar lebih kuat saat pandemi, maka wajib vaksinasi dan menjaga imunitas tubuh dengan makan yang bergizi dan rajin berolahraga, serta menjaga higienitas lingkungan.

)* Penulis adalah Koordinator Forum Literasi Gunung Kidul

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.