PN Atambua Dapat Reward APM A Excellent 2021

Atambua, NTT, deliknews –
Pengadilan Negeri Atambua Kelas IB, Kabupaten Belu NTT mendapatkan Reward, Agreditasi Penjamin Mutu(APM) A Axcellent tahun 2021, juga menjadi tongkat meningkatkan sona Integritas PN Atambua untuk meraih WBK dan WBM tahun 2022, di masa kepemimpnan Wakil Ketua, Decky A Safe Nitbani, SH, MH dan Kepala Panitra, Yesephus M Lakapu, SH.

Reward Agreditasi Penjamin Mutu(APM) A Excellent yang telah didapatkan itu, atas kemampuan Penyelesaian perkara di PN Atambua kelas IB  mencapai 62.65% dari 83 perkara, dengan rincian sisa tahun lalu 36 perkara. Dan perkara yang masuk tahun ini 47 perkara. Lalu, yang sudah di putus/Minutasi tahun ini 52 perkara, sisanya 31 perkara.

Wakil Ketua PN Atambua Kelas IB, Decky A Safe Nitbani, SH, MH kecepatan dan percepatan pelayanan publik terhadap Kabupaten Malaka dan Belu diwilayah Hukum PN Atambua itu terlihat nampaknya, karena telah mendapatkan Reward Agreditasi Penjamin Mutu(APM) A Excellent 2021.

“Dengan adanya Pengadilan Negeri Atambua Kelas IB telah mendapatkan Reward Agreditasi Penjamin Mutu A Ecsellsent itu, maka menjadi tongkat  peningkatan sona Integritas Pengadilan, dengan persiapan – kesiapan meraih WBK dan WBM ditahun 2022, dalam pelayan Masyarakat antar 2 Kabupaten Malaka dan Belu. “ungkap Decky A Safe Nitbani, SH, MH,di Atambua, Selasa(15/3/2022)

” Untuk pelayan prima di Pengadila Negeri Atambua Kelas IB, sudah melakukan penyelesaian perkara dengan tunggakan perkara tahun 2021itu, ada 36 perkara dan terdaftar di tahun 2022 ada 47 perkara dan sudah diputuskan/minutasi 52 perkara yang di totalkan dari tahun 2021-2022 terdapat 83 perkara. Kemudian, Sisa sementara ada 31 perkara” rinci Decky A Safe Nitbani.

Lanjut Wakil Ketua PN Atambua, percepatan dan kecepatan penyelesaian perkara itu tergantung pada pihak pengadu maupun teradu dengan saksi yang diberitahu sesuai ketentuan jadwal yang ditentukannya. Misanya hari ini mau sidangkan saksi atau membaca memori gugatan atau eksepsi, namun pihaknya membirikan surat atau langsung datang memberi tahu ada halangan, tentu saja persidangan dapat ditunda. Ujarnya.

“Hal kecepatan dan percepatan penyelesaian perkara tersebut tergantung oleh para pihak yang mau disidangkan perkara itu tepat pada waktunya atau tidak. Dengan demikian, dalam penyelesaian perkara tidak bisa memastikan waktunya.” jelas Decky.

Masih tempat yang sama, Kepala panitra PN Atambua Kelas IB, Yesephus Martinus Lakapu, SH mengatakan setiap perkara yang didaftarkan ke Pengadilan dan sudah terdaftar diregistrasi itu, dilaporkan ke Wakil Ketua, kemudian diberi pentunjuknya lalu dikeluarkan surat pemberitahuan kepada yang bersangkutan.Kata Yesephus Martinus Lakapu.

” Dengan adanya cepat laporkan perkara yang terdaftar dalam buku registrasi ke Wakil ketua dan beliau menanggapi dengan cepat memberikan pentunjuk, maka pemerosesan pun sangat cepat. ” tutup Kepala Panitra. (Dami Atok)

Pos terkait

loading...