Jumlah Santri Diduga Tak Sesuai, BOP Pesantren di Sumut Boroskan Uang Negara Rp795 Juta

Kanwil Kemenag Sumut
Kanwil Kemenag Sumut

Kementerian Agama (Kemenag) menyalurkan bantuan operasional pendidikan (BOP) kepada 55 Pesantren di Sumatera Utara diduga tidak sesuai ketentuan yang berlaku senilai Rp795 juta dari total BOP yang diterima Rp2,3 miliar. Persoalan ini menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada tahun anggaran 2020.

Hal tersebut dianggap telah mengakibatkan pemborosan keuangan negara dimasa pandemi Covid-19, mengurangi kesempatan untuk memperluas cakupan penerima BOP, dan tidak tertutup kemungkinan bisa disalahgunakan.

Persoalan ini terjadi diantaranya karena penggunaan data EMIS yang tidak update dan pada saat pengajuan usulan jumlah santri yang dilaporkan tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Baca juga: BPK Minta Yaqut agar Kemenag Pertanggungjawabkan Dana Bantuan Rp7,7 Miliar

180 Lembaga Tidak Berizin Terima Bantuan Kemenag RI Rp4,1 Miliar

Bantuan operasional Pesantren pada masa pandemi Covid-19 diberikan kepada pesantren untuk membantu biaya operasional dan kebutuhan pemenuhan protokol kesehatan dalam rangka pencegahan dan pengendalian Covid-19 yang diberikan dalam bentuk uang tunai. 

Calon penerima BOP dan Pendidikan Keagamaan Islam pada masa pandemi Covid-19 antara lain dari usulan Kanwil Kemenag/Kankemenag.

Ditemukan, terdapat Pesantren yang menerima BOP melebihi dari nominal yang seharusnya. Misalnya Pesantren yang berkategori kecil namun menerima BOP berkategori sedang atau besar.

Kakanwil Kemenag Sumut, Abd Amri Siregar dikonfirmasi menyampaikan sudah menanyakan kepada internal Kanwil, persoalan tersebut sudah diselesaikan sesuai dengan pengelolaan keuangan negara.

“Bukti dan surat-surat terkait hal tersebut ada di bidang Pakis kanwil,” kata Abd Amri Siregar kepada deliknews.com via WhatsApp, Rabu (9/3/22).

Sementara Kabid Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (Pakis) Kemenag Sumut, Muksin Batubara, dikonfirmasi belum menanggapi hingga berita ini ditayangkan.

(Darlin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.