Deklarasi Nusa Dua Akan Jadi Cerminan Upaya Mobilisasi Aksi Parlemen Dunia

Deklarasi Nusa Dua Akan Jadi Cerminan Upaya Mobilisasi Aksi Parlemen Dunia

Ketua DPR RI Puan Maharani berharap nantinya akan ada Deklrasi Nusa Dua Bali yang ditetapkan menjadi produk utama hasil sidang. Tentunya hal tersebut harus ada komitmen bersama semua peserta IPU ke – 144 di Nusa Dua Bali.

Deklarasi Nusa Dua akan menjadi penting karena substansi deklarasi tersebut merupakan kesepakatan antara anggota – anggota parlemen di seluruh dunia dan menjadi pedoman bagi parlemen dunia dalam berbagai macam isu – isu strategis, ujar Puan.

“Kami Barbara pertemuan ini menjadi ajang musyawarah konstruktif. Sehingga pada akhirnya nanti Deklarasi Nusa Dua menjadi produk utama Majelis IPU ke-144 sebagai cerminan upaya mobilisasi aksi parlemen untuk mitigasi dan adaptasi perubahan iklim,” tambahnya.

Melalui Majelis IPU ke-144, DPR RI akan menunjukkan bahwa parlemen berada di garda terdepan dalam memerangi pemanasan global. DPR RI akan mengambil peran kepemimpinan memobilisasi aksi parlemen di dunia, kata Puan.

Jelang pelaksanaan Inter-Parliamentary Union (IPU) ke – 144 di Nusa Dua, Bali, Ketua DPR RI Puan Maharani mengikuti rapat Executive Committee (excom) IPU. Dalam rapat yang digelar di kompleks Bali International Conference Nusa Dua, Bali, Puan membicarakan berbagai persiapan materi yang akan dibahas dalam forum parlemen internasional itu.

Excom sendiri merupakan badan di IPU yang membahas berbagai implementasi keputusan Majelis IPU. Excom juga ditujukan untuk membahas rangkaian pertemuan Majelis IPU ke-144, dan isu-isu yang akan dibahas pada pertemuan tersebut. Selain 12 orang anggota Excom IPU dari berbagai negara, hadir juga Presiden IPU dan Sekjen IPU.

“Bukan hanya membahas berbagai tantangan global saat ini, IPU juga harus menyampaikan bagamana Parlemen berkontribusi mencari solusinya. Dengan harapan hasil majelis IPU akan bermanfaat bagi masyarakat luas,” ungkap Puan saat membuka Excom IPU, (18/3/2022).

Di pertemuan Excom, Puan juga mengusulkan agar IPU ke-144 turut membahas isu-isu yang tengah menjadi tantangan bersama. Isu yang dinilai saat ini penting dibahas adalah terkait masalah keamanan dan perdamaian dunia menyusul konflik Rusia dengan Ukraina.

“Promosi perdamaian dan keamanan penting untuk menjadi perhatian bersama, dan bagaimana Parlemen berkontribusi dalam membangun kepercayaan di antara pihak-pihak yang berkonflik,” jelas Puan.

Selain itu, isu penting lain yang diusulkan dibahas adalah mengenai percepatan mengakhiri pandemi Covid-19 lewat kesetaraan vaksin di seluruh negara. Puan juga menekankan pentingnya penguatan demokrasi dan penghormatan terhadap hak asasi manusia yang dihadapkan pada berbagai tantangan selama pandemi. Sidang IPU ke-144 di Bali akan diselenggarakan pada 20-24 Maret 2022. Sebanyak 132 negara akan menghadiri Majelis IPU ke-144 dengan 33 Ketua Parlemen dan 35 Wakil Ketua Parlemen datang langsung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.