Mengapresiasi Pemerintah Jaga Stok Minyak Goreng di Pasar

Mengapresiasi Pemerintah Jaga Stok Minyak Goreng di Pasar

Oleh : Dian Ahadi

Pemerintah telah menyalurkan minyak goreng Subsidi ke pasar dan menyediakan minyak goreng premium yang kini sudah dapat dibeli masyarakat.

Masyarakat pun mengapresiasi upaya Pemerintah yang mampu mengakhiri kelangkaan dan menjaga stok minyak goreng tersebut.

Masyarakat kini mulai dapat bernafas lega karena Pemerintah telah mengakhiri krisis Minyak goreng. Sebagaimana diketahui, minyak goreng sempat langka sehingga ada antrean panjang di supermarket.

Masyarakat rela lelah untuk mendapatkannya karena memang sangat dibutuhkan untuk memasak.

Pemerintah memecahkan masalah kelangkaan ini dengan menyediakan minyak goreng subsidi (curah), sedangkan untuk minyak dengan kualitas premium kembali ke harga sebelumnya.

Masyarakat diminta untuk tidak kaget karena memang untuk yang premium harganya mengikuti harga minyak dunia yang naik drastis menjadi 130 dollar Amerika per barrel.

Jika mereka keberatan maka pemerintah menyediakan minyak subsidi (curah). Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, “Minyak subsidi tersedia di pasar (tradisional).”

Pernyataan ini menjawab kegundahan rakyat karena mereka tidak sanggup membeli minyak goreng premium, di tengah pandemi yang membuat dompet makin menipis.
Masyarakat bisa membeli minyak goreng curah dengan harga hanya 14.000 rupiah per liter. Harga ini merupakan HET (harga eceran tertinggi) sehingga tidak usah khawatir akan terlalu mahal.
Minyak goreng curah memang disalurkan ke pasar-pasar tradisional karena untuk supermarket dan minimarket kemampuan menjualnya terbatas. Sementara di pasar tradisional bisa lebih banyak menjual dan fleksibel. Selain itu, warga juga senang untuk belanja di pasar karena bisa mendapatkan berbagai sembako, mulai dari minyak sampai gula pasir.
Minyak goreng subsidi digelontorkan dengan tujuan masyarakat menengah sampai menengah ke bawah. Keberadaan minyak goreng subsidi diharapkan dapat membuat masyarakat lebih tenang. Ketika minyak langka bahkan masyarakat berebut maka mereka pusing karena membutuhkannya tetapi barangnya tidak ada. Akan tetapi sekarang stok minyak sudah melimpah sehingga bisa digunakan dengan baik.
Banyaknya minyak goreng yang disalurkan ke pasar-pasar membuatnya tak lagi langka dan berpengaruh pada harganya. Jika mengikuti hukum ekonomi maka semakin langka suatu barang maka harganya semakin mahal. Akan tetapi ketika minyak stoknya banyak maka harganya akan stabil.
Para pedagang di pasar juga diminta untuk menjual sesuai aturan. Mereka tidak boleh melanggar peraturan dengan menaikkan harganya, meskipun masyarakat sangat membutuhkannya, utamanya menjelang Ramadhan. Para pedagang diharapkan tidak aji mumpung dengan mengatrol harga karena bisa ditindak oleh aparat keamanan.
Keberadaan minyak goreng yang kembali melimpah di pasaran diharapkan dapat menjadi kabar gembira menjelang datangnya bulan suci Ramadhan. Keberadaan tersebut juga dihadapkan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat tanpa harus melakukan pembelian secara berlebihan (panic buying).

)* Penulis adalah kontributor Pertiwi Institute

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.