Pembukaan IPU ke-144 Momentum Antar Negara Perkuat Kerjasama Dan Solidaritas Global

Pembukaan IPU ke-144 Momentum Antar Negara Perkuat Kerjasama Dan Solidaritas Global

Pembukaan IPU ke – 144 pada tanggal 20 Maret 2022 menjadi momentum antar negara untuk memperkuat kerjasama dan solidaritas global. Hal itu sangat penting karena saat ini sejumlah permasalahan di dunia internasional naik ke permukaan.

Sebut saja yang paling banyak diperbincangkan diseluruh dunia saat ini adalah perang Rusia dan Ukraina yang saat ini masih berlangsung. Tentunya hal itu menjadi pusat perhatian dunia internasional.

Kekhawatiranpun muncul karena Perang Rusia dengan Ukraina memiliki resistensi yang tinggi dengan pro kontra yang ada. Muncul kembali wacana blok – blok di dunia menjadi suatu hal yang menjadi keprihatinan dunia. Rusia dengan sejumlah negara yang mendukungnya dan disisi lain Ukraina dengan dukungan dari dunia barat dan sekutunya membuat konflik dunia berada didepan mata.

Tidak bisa dipungkiri akibat perang Rusia dengan Ukraina memiliki efek domino yang begitu besar, mulai dari melonjaknya harga minyak dunia yang menembus 130 USD per barel hingga pertikaian antar negara karena pro terhadap salah satu negara yang sedang berperang.

Tentunya hal tersebut harus disikapi dengan serius dari para ketua dan anggota parlemen dunia yang hadir dalam IPU ke – 144 di Nusa Dua Bali. Para delegasi harus dapat mencari titik temu dengan meredakan konflik yang saat ini masih terjadi.

IPU merupakan forum demokrasi Internasional terbesar kedua di dunia setelah Perserikatan Bangsa – Bangsa (PBB). Oleh sebab itu sangat penting nantinya resolusi dan rekomendasi dari IPU agar konflik yang terjadi dapat diselesaikan sehingga masyarakat tidak lagi menjadi korban. Masing – masing pihak harus sadar diri bahwa dampak dari perang tersebut begitu besar dan masyarakatlah yang menjadi “korban”.

Oleh sebab itu, parlemen dunia harus dengan kompak dapat memberikan rekomendasi dan solusi yang terbaik agar masyarakat tidak lagi menjadi korban akibat pertikaian yang terjadi antara dua negara. Apalagi ini menyangkut kelangsungan hidup dan keselamatan dunia.

IPU ke -144 harus dapat menunjukkan solidaritas Internasional dan Indonesia memiliki peran strategis karena sebagai tuan rumah Indonesia dapat lebih kuat untuk menyepakati resolusi terhadap permasalahan yang ada saat ini.

Seperti diketahui, IPU ke – 144 di Bali memiliki 4 agenda yang dibahas antara lain, agenda pembahasan pertama tentang perubahan iklim dengan kenaikan suhu 2 derajat Celsius. Kemudian agenda kedua, bagaimana negara – negara bisa meningkatkan kapasitasnya untuk beradaptasi terhadap efek perubahan iklim ini. Selanjutnya terdapat agenda ketiga, menjaga alur pendanaan agar sesuai dengan pembangunan yang berkelanjutan dan mendukung penurunan emisi karbon. Yang terakhir agenda keempat, mengukuhkan Indonesia dalam aksi perubahan Iklim, dan membangun kemitraan dan solidaritas global.

Pada agenda yang pertama, tentunya dunia internasional harus dapat mendorong dan dan mengupayakan agar perkiraan kenaikkan suhu 2 derajat Celsius tidak terjadi melainkan dapat menurun setidaknya 1 derajat Celsius.

Selain itu, di agenda kedua yang membahas bagaimana negara – negara bisa meningkatkan kapasitasnya untuk beradaptasi terhadap efek perubahan iklim seperti diketahui ada carbon tax dan isu pencemaran linkungan dimana hal itu dibebani pajak tinggi kepada masyarakat seperti ketika ingin menaiki pesawat. Hal itu dikhawatirkan dapat menjadi persoalan di seluruh negara di dunia. Dapat dipertanyakan juga dampak ekonominya, apakah berlangsung seperti biasa atau mengalami perubahan yang signifikan saat terjadi perubahan iklim.

Sementara di agenda ketiga, tidak tertutup kemungkinan suatu saat nanti dapat terjadi saat mengajukan kredit di bank maka kita akan diminta akses green perusahaan kita. Maka dari itu penting untuk dibahas juga bersama para delegasi parlemen dunia, jangan sampai nanti kredit yang kita minta kepada bank, itu mencemari lingkungan. Tidak dapat dipungkiri hal tersebut memiliki keterkaitan dengan pendanaan dunia tentunya mengikuti apa yang dipersyaratkan IMF, Wold Bank dan institusi keuangan dunia lainnya,

Kemudian diagenda terakhir dimana Indonesia selaku tuan rumah harus beraksi dalam implementasi perubahan Iklim, dan membangun kemitraan serta solidaritas global. Hal itu dapat menjadi poin plus bagi Indonesia dimata dunia internasional dengan cerminan Indonesia berhasil sebagai tuan rumah dan mengeluarkan sejumlah rekomendasi yang dapat menjawab permasalahan dunia saat ini.

Harapan besar untuk Indonesia dapat mejalankan peran pentingnya dalam IPU ke – 144 di Nusa Dua, dan IPU Bali menjadi momentum antar negara perkuat kerjasama dan solidaritas global.

*Pandu Wibowo (Penulis) adalah Dewan Pengarah Jaringan Nasional Jurnalis Anti Hoax Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.