Mengejutkan, Diduga 3 Pesantren di Sumut Tidak Berizin Terima BOP dari Kemenag

Ilustrasi
Ilustrasi

Sebanyak 3 lembaga Pesantren di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) yang diduga belum memiliki izin operasional, dan izin operasional sudah kadaluwarsa menerima bantuan operasional pendidikan (BOP) dari Kemenag dengan nilai Rp140 juta.

Persoalan ini menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada tahun anggaran 2020. Menurut informasi, BOP yang diterima itu telah dicairkan pada 5 November 2020 oleh ketiga pesantren tersebut.

Baca juga: Jumlah Santri Diduga Tak Sesuai, BOP Pesantren di Sumut Boroskan Uang Negara Rp795 Juta

Blokir WA Wartawan, LAI Minta Menteri Agama Evaluasi Humas Sumut

Hal ini dianggap telah mengakibatkan pemborosan keuangan negara dimasa pandemi Covid-19, dan tidak tertutup kemungkinan bisa disalahgunakan.

Permasalahan ini melanggar Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 1248 Tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Pesantren dan Pendidikan Keagamaan Islam pada Masa Pandemi Covid-19 Tahun Anggaran 2020 sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 5134 Tahun 2020 tentang Perubahan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 1248 Tahun 2020 pada Bab II, huruf B yang menyebutkan bahwa persyaratan penerima BOP Pesantren dan BOP Pendidikan Keagamaan Islam pada masa pandemi Covid-19 Tahun Anggaran 2020 adalah terdaftar pada Kantor Kementerian Agama yang dibuktikan dengan Nomor Statistik Lembaga.

Kakanwil Kemenag Sumut, Abd Amri Siregar dikonfirmasi tidak bisa memberikan penjelasan terkait BOP Pesantren tersebut, beralasan soal teknis ada pejabat yang membidangi.

“Tentang pesantren. Harap untuk menjadi perhatian kita, mohon yang terkait tugas yang sangat teknis, dapat bertanya kepada pejabat yang membidangi, dalam hal Ponpes yaitu Kabid Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (PAKIS, DR Muksin Batubara),” kata Abd Amri Siregar via WhatsApp, Minggu (20/3/22).

Sementara Kabid Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (Pakis) Kemenag Sumut, Muksin Batubara, dikonfirmasi terkait persoalan ini, belum menanggapi hingga berita ini ditayangkan.

(Darlin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.