Taat Prokes dan Vaksinasi Efektif Tekan kasus Covid-19 Jelang Ramadhan

Taat Prokes dan Vaksinasi Efektif Tekan kasus Covid-19 Jelang Ramadhan

Oleh : Abdul Hamid

Masyarkat diharapkan untuk selalu taat Protokol Kesehatan (Prokes) dan terus mengikuti vaksinasi. Dengan ketaatan terhadap kedua hal tersebut maka diharapkan kasus Covid-19 jelang Ramadhan dapat ditekan, sehingga masyarakat dapat beribadah dengan tenang.

Ramadhan tinggal beberapa hari lagi. Lagi-lagi kita harus menjalani bulan puasa di tengah pandemi. Kita wajib menjalani semuanya dengan ikhlas dan sabar, meskipun di masa sulit akibat pandemi Covid-19.

Pandemi tidak menghalangi tubuh untuk berpuasa. Jika mematuhi protokol kesehatan dan sahur dengan makanan bergizi maka akan terhindar dari kemungkinan penularan Corona.

Menko Manives Luhut B Pandjaitan menyatakan, “Pemerintah akan mengakselerasi vaksinasi lengkap, terutama untuk lansia.

Vaksinasi lengkap dan booster untuk mendukung kegiatan di bulan ramadhan dan idul fitri. Masyarakat perlu taat protokol kesehatan (prokes) agar tidak terjadi lonjakan kasus Corona.”

Dalam artian, jelang Ramadhan kita memang harus makin waspada akan Corona. Pasalnya ada beberapa kegiatan di bulan puasa, yang jika dilakukan tanpa menaati protokol kesehatan, akan bisa menaikkan kasus Covid.

Misalnya pasar takjil. Kita tidak bisa melarang para pedagang untuk berjualan es campur atau snack. Akan tetapi perlu diatur agar pengunjung pasar selalu menjaga jarak dan semuanya memakai masker dengan posisi yang benar.

Selain itu, protokol kesehatan harus ditaati saat beribadah. Misalnya ketika salat tarawih. Umat sudah boleh salat berjamaah dan merapatkan saf tetapi semua yang masuk masjid harus mengenakan masker.

Mereka juga wajib wudhu terlebih dahulu di rumah, agar meminimalisir kontak di arena keran wudhu. Ketaatan prokes akan membuat penurunan kasus Corona.

Memang saat ini ada penurunan jumlah pasien, dari 26.000-an per hari pada akhir bulan lalu, jadi hanya 11.000 per hari pada pertengahan bulan ini. Akan tetapi kita masih harus meningkatkan kewaspadaan karena angka 11.000 masih cukup tinggi. Jangan sampai ada lonjakan kasus lagi sehingga pandemi entah kapan berakhir.
Menteri Luhut melanjutkan, “Vaksinasi harus dikejar agar tidak terjadi lonjakan kasus dan menaikkan tingkat keterisian Rumah Sakit serta kematian, nanti saat puasa dan idul fitri.” Dalam artian, untuk mencegah penuhnya RS maka cakupan vaksinasi harus dinaikkan. Saat banyak yang vaksin maka akan aman untuk berpuasa karena tubuh punya imunitas tinggi.
Saat ini cakupan vaksinasi di Indonesia baru 50%. Untuk meraih target yang diberi oleh pemerintah, yakni 18 bulan pasca pembukaan vaksinasi nasional (berarti september 2022 karena suntikan pertama pada maret 2021), maka vaksinasi perlu digencarkan.
Sesuai dengan arahan Menteri Luhut maka yang perlu diperhatikan adalah vaksinasi lansia. Untuk itu maka perlu diadakan lagi vaksinasi door to door, karena lansia memiliki kemampuan mobilitas yang terbatas. Dengan begitu mereka semua bisa divaksin tanpa kelelahan saat mengantri untuk disuntik di Rumah Sakit.
Jika semua orang sudah divaksin maka selain kuat berpuasa, akan meyakinkan pemerintah bahwa tahun ini aman untuk mudik. Masyarakat sudah rindu karena hampir 3 tahun tidak pulang kampung. Mereka akan diperbolehkan mudik dengan syarat harus vaksin 2 kali dan menunjukan hasil tes PCR yang negatif.
Untuk menjalankan ibadah puasa dengan sehat dan aman maka semua orang harus menaati protokol kesehatan dan tidak boleh melepas masker. Selain itu, vaksinasi juga penting karena bisa menaikkan imunitas tubuh. Kita bisa beribadah dengan lancar tanpa takut kena Corona.

)* Penulis adalah kontributor Lingkar Pers dan Mahasiswa Cikini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.