Tangkap 2 Pelaku, Polda Sumbar Dalami Kasus PETI di Pasaman

Konferensi pers di Polda Sumbar terkait kasus penangkapan pelaku PETI, Senin (28/3/22).
Konferensi pers di Polda Sumbar terkait kasus penangkapan pelaku PETI, Senin (28/3/22).

Pasaman, – Setelah penangkapan terhadap 2 orang operator alat berat excavator Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) di Kampung Lanai, Nagari Cubadak, Kecamatan Dua Koto, Kabupaten Pasaman pada Kamis (24/3/22) kemarin. Ditreskrimsus Polda Sumbar masih melakukan pendalaman sudah berapa lama para pelaku melakukan aksinya.

Adapun tersangka yang diamankan yaitu MI (28) warga Kelurahan Padang Tarok Baso, Kabupaten Agam, dan S alias U, warga Kecamatan Koto Parik Gadang Kabupaten Solok Selatan.

Penangkapan yang dilakukan Ditreskrimsus Polda Sumbar berdasarkan informasi akurat dari masyarakat dari Kabupaten Pasaman.

Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu Setianto meneruskan apa yang disampaikan oleh Kapolda Sumbar Irjen Pol Teddy Minahasa bahwa memberikan atensi tidak ada praktik illegal di Sumatera Barat.

Baca juga: Polda Sumbar Belum Berhasil Ungkap Mafia PETI di Pasaman, Penjelasan KESDM Mengejutkan

Sidak Perusahaan Minyak Goreng, Ditreskrimsus Polda Sumbar Akan Tindak Bila Ada Penyimpangan

“Bapak Kapolda Sumbar menegaskan Zero toleransi terhadap Illegal Logging dan mining,” sebut Kombes Pol Satake Bayu Setianto saat konferensi pers di Polda Sumbar, Senin (28/3/22) dilansir dari Bidhumas Polda Sumbar.

Adpun barang bukti Barang bukti yang diamankan dari penangkapan di Kabupaten Pasaman dan Sijunjung yakni satu unit controller alat berat eskavator, sebuah timbangan, karpet, sebuah kunci alat berat, dua buah selang spiral warna biru, dan dua buah dulang.

Sementara, Dirreskrimsus Polda Sumbar Kombes Pol Adip Rojikan menerangkan, bahwa sesuai apa yang disampaikan Kapolda, tidak ingin adanya segala macam praktik ilegal mining.

“Kami melakukan upaya tindakan hukum dengan 3 TKP. Yakni 2 di Pasaman dan 1 di Sijunjung,” ujarnya.

Dikatakan, sesuai dengan atensi dari Kapolda Sumbar tersebut, maka pihaknya membuktikannya dengan mengamankan para pelaku illegal mining (PETI) yang sangat berdampak pada lingkungan.

“Keempat tersangka akan kami proses hukum sesuai Pasal 158 UU No. 3 Tahun 2020 tentang perubahan atas UU No. 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara dalam Pasal 35 dengan ancaman 5 tahun dan denda paling banyak Rp 100 milyar rupiah,” terang Kombes Pol Adip Rojikan.

Ditegaskan Kombes Pol Adip Rojikan, pihaknya akan melakukan pengawasan dan pengendalian terhadap praktik illegal. “Jika ditemukan akan ditindak tegas,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.