Perangi KKN, Bau Tak Sedap KONI Bali Sudah Tercium KPK

Togar Situmorang.

Denpasar – Bau tak sedap dugaan Kolusi Korupsi Nepotisme (KKN) dalam tubuh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bali yang belakangan diadukan warga kepada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali yang sempat mencuat di media disebut-sebut sudah tercium lembaga anti rasuah KPK.

“Sejauh ini pastilah sudah dicium KPK apalagi sudah naik media. Namun pengaduannya kan pada kejaksaan. Sebagaimana SOP di Kejaksaan, tentunya hal ini akan ditelaah terlebih dahulu,” ungkap Togar Situmorang kepada wartawan di Jalan Gatot Subroto Timur, Rabu (30/03/2022)

Pengacara Togar menyampaikan, adanya laporan tersebut yang berasal dari masyarakat pecinta olahraga merupakan hal yang tidak main-main, lantaran di mata hukum setiap orang adalah sama. Apalagi tersiar kabar terbentuknya kepengurusan baru disinyalir sarat dengan nepotisme.

“Ini kan sesuai amanah undang undang juga, bahwa barang siapa yang mengetahui atau melihat bisa mengadu kepada aparat penegak hukum dalam hal ini Kajati. Tergantung nanti Kajati dalam hal teknis pengumpulan data. Tinggal nanti dipilih-pilih terkait dana apa disitu dan akan dilihat serta digali peruntukannya,” singgung pengacara Togar Sitomurang.

Untuk diketahui sebelumnya, Drs. I Wayan Sueta sebagai pencinta olah raga dan sering menyelenggarakan kegiatan olah raga baik bersifat daerah maupun nasional hingga harus mendatangi Kejati Bali.

Pihaknya melaporkan, adanya dugaan penyimpangan anggaran negara di tubuh KONI Bali. Meminta kepada kejaksaan untuk mengusut dan melakukan audit penggunaan anggaran keuangan secara mendalam.

Ia menegaskan, bahwa setiap warga negara berhak untuk melapor, apalagi ada kaitan korupsi. Hal tersebut dikatakan, tentunya dilindungi undang-undang serta dapat reward dari negara.

“Jelas kami sebagai pelapor dilindungi undang-undang, kejaksaan jamin itu juga. Kan banyak sekali perlu diaudit seperti anggaran PON kemarin. Dalam pengadaan barang juga, apakah penunjukan langsung atau tidak ini nanti kan diungkap kejaksaan. Begitu juga tiket pesawat, kwetansi hotel dan lain-lain jelas nanti pasti disusuri,” pungkas pemilik Club Sepak Bola Bali All Stars.

Wayan Suata yang juga mantan Ketua Forki Badung beralasan, pelaporan dilakukan tidak lain lantaran sekarang ini dalam tubuh KONI Bali dirasa sarat dengan permainan. Tidak saja disinyalir terjadi penyimpangan anggaran namun juga disebutkan, kuatnya nepotisme kepengurusan dinasti.

Sementara Kasi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali, A Luga Harlianto ketika dikonfirmasi wartawan juga menegaskan telah menerima laporan pengaduan masyarakat, akan adanya dugaan korupsi di tubuh KONI Bali.

“Iya benar. Terima kasih saya sampaikan bagi masyarakat yang telah menyampaikan laporan tersebut ke Kejati Bali. Sebagaimana SOP di Kejaksaan, tentunya hal ini akan ditelaah terlebih dahulu pelaporan tersebut. Dan kami juga akan melakukan penelusuran untuk mendapatkan info awal apakah merupakan kewenangan Kejaksaan dan kebenaran adanya  pelaporan tersebut,” ungkap Luga Harlianto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.