Fopbindo Sumbar Minta APH Proses Pelaku Dugaan Penyalahgunaan Solar di SPBU Ini

SPBU PT. Naras Sehati dengan kode 14.255.588 di Jalan Raya Pariaman, M. Manggopoh, Padang Pariaman ditemukan melakukan pengisian BBM Solar kepada truk perusahaan angkutan BBM PT. Kurnia Jagad Andalas, Senin (4/4/22).
SPBU PT. Naras Sehati dengan kode 14.255.588 di Jalan Raya Pariaman, M. Manggopoh, Padang Pariaman ditemukan melakukan pengisian BBM Solar kepada truk perusahaan angkutan BBM PT. Kurnia Jagad Andalas, Senin (4/4/22).

Padang, – DPD Forum Peduli Bangsa Indonesia (Fopbindo) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) meminta Aparat Penegak Hukum (APH) dan Pertamina melakukan tindakan tegas atas dugaan penyalahgunaan niaga BBM jenis Solar di Sumbar.

Diketahui pada Senin (4/4/22) SPBU PT. Naras Sehati dengan kode 14.255.588 di Jalan Raya Pariaman, M. Manggopoh, Padang Pariaman ditemukan melakukan pengisian BBM Solar kepada truk perusahaan angkutan BBM PT. Kurnia Jagad Andalas, Senin (4/4/22).

“Kita minta APH dan Pertamina segera lakukan penyelidikan di SPBU PT. Naras Sehati dengan kode 14.255.588 di Jalan Raya Pariaman, M. Manggopoh. Bila ditemukan pelanggaran agar diproses hukum,” tegas Ketua DPD Fopbindo Sumnar, Ahmad Husein.

Disampaikan Husein, proses hukum terhadap penyalahgunaan niaga BBM sudah diatur dalam Undang – Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.

“Tolong proses hukum untuk efek jera para pelaku jika terbukti. Jangan hanya memberika sanki pengurangan kuota dan penutupan sementara,” tegasnya.

Baca juga: Ini SPBU di Sumbar Diduga Jual Solar ke Perusahaan Angkutan BBM

Sebut Solar Lancar, Guspardi Gaus: Pertamina Sumbagut Lakukan Pembohongan Publik

Sebelumnya diketahui persoalan ini ditemui saat tim awak media melakukan pengisian BBM di SPBU tersebut. Terlihat truk PT. Kurnia Jagad Andalas diketahui sebagai perusahaan angkutan BBM mengisi Solar di lokasi.

Sopir mobil truk PT. Kurnia Jagad Andalas saat pengisian BBM Solar, mengatakan bahwa pengisian Solar itu merupakan bantuan untuk perusahaan industri dari SPBU, sebab Ia baru bongkar Solar di SPBU tersebut.

Kemudian Marwan selaku Pengawas SPBU PT. Naras Sehati didampingi Bagian Keuangan Mardani, mengatakan penjualan BBM Solar itu biasa dan boleh kepada truk dari roda 6 ke bawah meskipun itu mobil perusahaan.

Humas Pertamina Wilayah Sumbagut, Agustiawan dikonfirmasi via WhatsApp (4/4/22) terkait penjualan Solar kepada perusahaan PT. Kurnia Jagad Andalas belum bisa memberikan penjelasan.

“Silahkan dikonfirmasi ke Pengawas SPBU nya, karena petugas disana yang lebih tau kondisi sebenarnya di lapangan,” kata Humas Pertamina Wilayah Sumbagut, Agustiawan.

Sementara Kepala Sales Area Manajer Pertamina Sumbar I Made Wira Pramarta, dikonfirmasi belum tersambung, diduga memblokir WhatsApp.

Untuk diketahui, Undang – Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi pada Pasal 55 telah menegaskan bahwa setiap orang yang menyalahgunakan pengangkutan dan/atau niaga BBM yang bersubsidi pemerintah dipidana penjara  paling lama 6 tahun dan denda paling tinggi Rp60 Miliar.

(Darlin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.