Pesantren Tak Berizin Terima BOP, Kabid Pakis Kemenag Sumut Muksin Bungkam

Kabid Pakis Kantor Wilayah Kemenag Sumut, Muksin Batubara. (Foto WhatsApp).
Kabid Pakis Kantor Wilayah Kemenag Sumut, Muksin Batubara. (Foto WhatsApp).

Kabid Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (Pakis) Kantor Wilayah Kemenag Sumatera Utara (Sumut), Muksin Batubara, terkesan tidak mau menanggapi soal Pesantren yang tidak berizin di Sumut yang menerima bantuan operasional pendidikan (BOP) tahun 2020.

Diketahui sebanyak 3 lembaga Pesantren di Provinsi Sumut yang diduga belum memiliki izin operasional, dan izin operasional sudah kadaluwarsa menerima BOP dari Kemenag dengan nilai Rp140 juta.

Persoalan ini menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada tahun anggaran 2020. Menurut informasi, BOP yang diterima itu telah dicairkan pada 5 November 2020 oleh ketiga pesantren tersebut.

Baca juga: Mengejutkan, Diduga 3 Pesantren di Sumut Tidak Berizin Terima BOP dari Kemenag

Jumlah Santri Diduga Tak Sesuai, BOP Pesantren di Sumut Boroskan Uang Negara Rp795 Juta

Hal ini dianggap telah mengakibatkan pemborosan keuangan negara dimasa pandemi Covid-19, dan tidak tertutup kemungkinan bisa disalahgunakan.

Kakanwil Kemenag Sumut, Abd Amri Siregar dikonfirmasi tidak bisa memberikan penjelasan terkait BOP Pesantren tersebut, beralasan soal teknis ada pejabat yang membidangi.

“Tentang pesantren. Harap untuk menjadi perhatian kita, mohon yang terkait tugas yang sangat teknis, dapat bertanya kepada pejabat yang membidangi, dalam hal Ponpes yaitu Kabid Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (PAKIS, DR Muksin Batubara),” kata Abd Amri Siregar via WhatsApp, Minggu (20/3/22).

Sementara Kabid Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (Pakis) Kantor Wilayah Kemenag Sumut, Muksin Batubara, dikonfirmasi kenapa kemenag memberikan BOP kepada Pesantren tidak berizin. Muksin belum menanggapi hingga berita ini ditayangkan.

(Darlin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.