Ada Apa BPH Migas Bungkam Soal Dugaan Penyalahgunaan Bio Solar di Sumbar?

Kantor BPH Migas
Kantor BPH Migas

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) masih belum menanggapi konfirmasi soal dugaan penyalahgunaan niaga BBM Bio Solar di salah satu SPBU di Sumatera Barat.

Diberitakan sebelumnya SPBU PT. Naras Sehati dengan kode 14.255.588 di Jalan Raya Pariaman, M. Manggopoh, Padang Pariaman ditemukan melakukan pengisian BBM Bio Solar kepada truk perusahaan angkutan BBM PT. Kurnia Jagad Andalas, Senin (4/4/22).

Persoalan ini ditemui awak media saat melakukan pengisian BBM di SPBU tersebut. Terlihat truk PT. Kurnia Jagad Andalas diketahui sebagai perusahaan angkutan BBM mengisi Bio Solar di lokasi.

Baca juga: Ini SPBU di Sumbar Diduga Jual Solar ke Perusahaan Angkutan BBM

Humas Pertamina Sumbagut: Tidak Boleh Perusahaan Isi Bio Solar di SPBU

Sopir PT Kurnia Jagad Andalas Ngaku Terima Bantuan Bio Solar dari SPBU Ini

Oknum SPBU Diduga Jual Solar ke Perusahaan, Guspardi Gaus: Harus Ada Penegakan Hukum

Sopir mobil truk PT. Kurnia Jagad Andalas saat pengisian BBM Bio Solar, mengatakan bahwa pengisian Bio Solar itu merupakan bantuan untuk perusahaan industri dari SPBU, sebab Ia baru bongkar BBM di SPBU tersebut.

Kemudian Marwan selaku Pengawas SPBU PT. Naras Sehati didampingi Bagian Keuangan Mardani, mengatakan penjualan BBM Solar itu biasa dan boleh kepada truk dari roda 6 ke bawah meskipun itu mobil perusahaan.

Humas Pertamina Wilayah Sumbagut, Agustiawan dikonfirmasi via WhatsApp (4/4/22) terkait penjualan Solar kepada perusahaan PT. Kurnia Jagad Andalas belum bisa memberikan penjelasan.

“Silahkan dikonfirmasi ke Pengawas SPBU nya, karena petugas disana yang lebih tau kondisi sebenarnya di lapangan,” kata Humas Pertamina Wilayah Sumbagut, Agustiawan.

Atas persoalan tersebut, deliknews.com telah berupaya mengonfirmasi pegawai BPH Migas, Dede Backtiar, mempertanyakan apa boleh SPBU memberikan bantuan Bio Solar kepada truk perusahaan angkutan BBM.

Kemudian siapa yang salah apabila ada SPBU jual Bio Solar kepada truk perusahaan/industri, truk lebih 6 roda atau mobil plat merah, dan bagaimana sanksi yang akan diberikan apabila ada SPBU jual Bio Solar tidak sesuai peruntukannya atau memberikan bantuan Bio Solar kepada perusahaan.

Pegawai BPH Migas, Dede Backtiar mengatakan bahwa Ia tidak berwenang menjawab, dan akan menyampaikan dulu kepada atasannya.

Tidak hanya itu, deliknews.com juga telah mengonfirmasi BPH Migas via email humas@bphmigas.go.id, namun juga belum merespon, hingga berita ini ditayangkan belum ada penjelasan resmi atas konfirmasi tersebut.

Untuk diketahui, Undang – Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi pada Pasal 55 telah menegaskan bahwa setiap orang yang menyalahgunakan pengangkutan dan/atau niaga BBM yang bersubsidi pemerintah dipidana penjara  paling lama 6 tahun dan denda paling tinggi Rp60 Miliar.

(Darlin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.