Upaya Pemerintah Kendalikan Pasokan Harga Bahan Pokok di Bulan Ramadhan

Upaya Pemerintah Kendalikan Pasokan Harga Bahan Pokok di Bulan Ramadhan

Ramadhan merupakan bulan penuh berkah yang ditunggu umat muslim yang di dalamnya dianjurkan untuk melakukan puasa. Dengan adanya hal tersebut, tentu masyarakat membutuhkan bahan pangan yang menjadi menu sahur dan buka setiap hari.

Namun, awal Ramadhan dinilai cukup unik karena terjadinya beberapa peristiwa yang mempengaruhi masyarakat, tidak hanya lokal namun global.

Seperti halnya adanya pandemi Covid-19 yang kian mereda, namun terjadi konflik antara Rusia dan Ukraina yang memanas. Tentunya situasi tersebut mempengaruhi ekonomi global, sebab pasokan menurun sedangkan permintaan meningkat. Hal tersebut menyebabkan kenaikan harga bahan pokok.

Fenomena lain yang mempengaruhi harga kenaikan bahan pokok adalah situasi pandemi Covid-19 yang mulai menurun angka kasusnya, sehingga setiap negara harus bahu-membahu memulihkan perekonomian global. Hal ini membuktikan bahwa situasi pandemi Covid-19 yang perlahan pulih namun daya beli masyarakat belum seutuhnya pulih serta kapasitas produksi yang belum juga memulih.

Faktor lain yang menjadi penyebab tingginya pasokan harga bahan pokok adalah adanya kenaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 11% yang diperkirakan juga akan mempengaruhi pada harga sejumlah barang meski tidak dirasakan secara langsung. Namun dalam hal ini mengacu pada terganggungnya rantai pasok global saat pandemi yang menyebabkan harga angkutan logistik meningkat. Hal ini menjadi tantangan pendistribusian yang berdampak pada kenaikan harga bahan baku.

Dr. Bambang Dwi Hartono M.Si. selaku Peneliti di Lembaga Penelitian dan Pengembangan Univ. Muhammadiyah Prof Dr. Hamka mengatakan, bahwa seharusnya pemerintah membangun komunikasi dengan baik dengan masyarakat luas.

“Adanya hal tersebut tentunya Pemerintah telah melakukan beberapa upaya agar masyarakat dapat menghadapi hal seperti ini. Seperti melakukan komunikasi yang baik antara Pemerintah dan masyarakat terkait fenomena yang tengah terjadi. Sebagai masyarakat yang bijak dan cerdas, sebelum menerima sesuatu harus memahami latar permasalahan yang sedang gencar terjadi agar nantinya tidak ada sumbu pendek yang menyebabkan perpecahan satu sama lain,” jelas Dr. Bambang Dwi Hartono di Jakarta, Minggu, (10/4/2022).

Dengan komunikasi yang lengkap dibarengi dengan edukasi fenomena yang terjadi dan juga disertai dengan kebijakan program-program perlindungan dari Pemerintah, maka akan menciptakan suasana yang nyaman dan tenang. Sehingga masyarakat tak perlu khawatir akan fenomena yang tengah dirasakan karena yakin bahwa Pemerintah akan melakukan yang terbaik disertai dengan perencanaan yang paling baik.

Meskipun kondisi yang terjadi di atas termasuk pada fenomena yang sangat sulit dikendalikan, namun Pemerintah Indonesia terus berupaya agar harga bahan pokok stabil menyusul dengan perencanaan yang tengah digalakkan oleh Pemerintah. Beberapa penjelasan di atas juga perlu dikomunikasikan secara intens kepada masyarakat melalui berbagai media agar masyarakat paham.

Pemerintah juga terus berupaya agar harga bahan pokok menjadi stabil, lewat perkembangan yang terus diberikan melalui press release di portal media online. Hal tersebut sebagai langkah upaya agar masyarakat Indonesia turut serta dalam membantu perekonomian lokal seperti sedia kala.

Mengutip dari tokoh Internasional yakni Vince Lombardi, beliau berkata bahwa membangun tim yang solid membutuhkan perasaan kesatuan, dari ketergantungan pada satu sama lain dan kekuatan yang akan didapatkan oleh adanya kesatuan. Maka dari itu, pemerintah dan masyarakat harus saling bahu-membahu membentuk persatuan yang kuat untuk menghadapi situasi genting seperti sekarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.