Tali Kasih APJII Kepada Anak Yatim di Safari Ramadan

Foto: Pengurus APJII Bali usai menyerahkan sembako dan donasi kepada anak yatim piatu

Denpasar – Sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama khususnya di bulan puasa ini, Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Bali menggelar Rakerwil dan Safari Ramadhan 1443 H tahun 2022 bersama para perwakilan di Fairfield Hotel by Marriot, Kuta, Badung Bali, Jumat (22/04/2022)

Ketua Pengurus APJII Bali 2021-2024 Ryan Soma menjelaskan kegiatan Safari Ramadan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi dan sedekah bersama dalam bulan suci Ramadan.

“Kami juga memiliki prioritas program APJII adalah melakukan branding APJII, agar lebih dikenal oleh pemangku kepentingan dan masyarakat luas, sehingga diharapkan ke depan dapat bersinergi, berkolaborasi sebagai peran strategis mitra dalam membangun internet yang sehat baik lingkup industri atau penggunanya,” terang Ryan Soma yang kerap disapa Ririen.

Safari Ramadan rutin dari APJII Pusat menurut Ririen dilaksanakan di 14 titik wilayah di tanah air. Pemberian santunan dalam acara kali ini datang dari donasi para anggota APJII Bali, utamanya untuk membantu anak yatim atau dhuafa.

Dalam kesempatan itu ia pun menegaskan keberadaan APJII bukanlah kompetitor dari para penyelenggara jaringan, APJII sebagai marwah dari asosiasinya untuk membantu kepentingan dan fasilitator para anggotanya.

“Selama ini, APJII juga menjadi motor penggerak dalam percepatan transformasi digital di Indonesia dan pemerataan akses internet di seluruh pelosok negeri, sebab semakin digital Indonesia, maka semakin maju,” imbuh Ririen dari PT Rabik Bangun Pertiwi (Blueline) di Jalan Diponegoro 180 Denpasar.

Tak hanya melaksanakan kegiatan sosial namun APJII berupaya meningkatkan peran kerja sama dengan pemerintah melalui Kominfo di tingkat provinsi, hingga kabupaten/kota, khususnya dalam hal komunikasi, informasi, regulasi dan infrastruktur di lapangan.

Di tempat yang sama, Sekretaris APJII Bali I Made Samba menambahkan kegiatan Rakerwil yang diikuti 58 perusahaan jasa internet ini dirangkai dengan Safari Ramadan. Hal ini sebagai bentuk dari tanggung jawab sosial organisasi. Adapun yang difokuskan adalah anak yatim piatu, dan ke depannya akan dilakukan dengan sasaran dan bentuk lainnya.

“Kita reguler di APJII melaksanakan kegiatan buka bersama bukan di bulan puasa saja, tapi dari sisi hari raya yang lain juga. Kita fokus ke anak yatim, mengingat fase Covid-19 ini,” ujar Samba dari PT Global Lintas Solusi (Gold-net) ini.

Kepada anak yatim, diberikan bantuan bingkisan dan uang saku yang dapat dimanfaatkan anak-anak mencapai 25 orang.

“Acara buka bersama tidak saja saat bulan puasa, melainkan di hari lainnya untuk mendekatkan diri bersama masyarakat. Harapannya kami dapat memberikan sesuatu yang lebih untuk masyarakat,” tandas Samba.

Keberadaan APJII sendiri adalah organisasi nirlaba berbadan hukum yang didirikan di Jakarta pada, 15 Mei 1996 yang anggaran dasarnya termuat di dalam Akta Pendirian tertanggal 16 Agustus 1996 Nomor. 148 dibuat di hadapan Darbi, SH., Notaris di Jakarta.

Selanjutnya, APJII didirikan Penyelenggara Jasa Internet (PJI) yang mendapat izin resmi dari Menteri Komunikasi dan Informatika RI, dan saat ini telah menginjak usia 25 Tahun lebih, sejalan dengan perkembangan APJII organisasi internet ini menjadi kepanjangan tangan dari Asia Pasific Network Information Center (APNIC) untuk mengelola IP Address di Indonesia.

APNIC juga salah satu dari empat Regional Internet Registries (RIR) yang kini memberi layanan alokasi dan registrasi untuk mendukung operasi internet secara global. Berikutnya, APJII ditunjuk APNIC sebagai National Internet Registry (NIR), NIR menjadi lembaga nasional yang memiliki kewenangan dalam mengatur distribusi Internet Protokol (IP) address dalam wilayah suatu Negara.

Dalam perjalanannya, yang pertama, anggota penyelenggara dari APJII adalah institusi penyelenggara telekomunikasi berbasis internet yang memiliki izin penyelenggaraan resmi dari instansi pemerintah terkait. Yang kedua, anggota IDNIC-APJII adalah institusi dan atau individu yang menggunakan sumber daya internet nomor protokol internet (Nomor PI), dan yang ketiga, anggota penyedia teknologi adalah institusi penyedia.

Untuk jumlah anggota APJII per Februari 2022 tercatat sebanyak 706 anggota penyelenggara dan 3.000 nonpenyelenggara di seluruh Indonesia.

Kantor APJII Bali sendiri yang memiliki 58 anggota terdaftar berlokasi di Jalan Gatot Subroto No. 333 Gedung Kominfo NIX Data Center Lantai 2, Padangsambian, Denpasar Barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.