Shortcut Canggu Dulu Krodit Berbahaya Penuh Reklame, Sekarang?

Shortcut Canggu. (Ist)

Badung – Jalanan legendaris Shortcut Canggu menghubungkan Desa Canggu dan Desa Tibubeneng menjadi salah satu jalan pintas yang sering dilewati baik masyarakat lokal bersama wisatawan mancanegara.

Sebelumnya jalan ini sangat kerodit, penuh dengan baliho reklame dan berbahaya lantaran sempit serta berlubang. Tak plak warga yang melintas dan banyak wisatawan mancanegara dikabarkan mengalami kecelakaan sampai nyemplung ke sawah.

Selain itu, Jalan Shorcut Canggu yang terkenal sampai internasional ini terbilang kecil, dimana kerap dilanggar banyak pengemudi. Bahkan rambu lalu lintas yang terpasang di sekitar area masuk jalan pun sepertinya tidak begitu dihiraukan.

Berbeda dengan keadaan sekarang setelah diperbaiki dan dihotmix, Shotcut Canggu kini bisa dilewati kendaraan mobil hanya satu arah, sementara sepeda motor tetap bisa dua arah tanpa keriwehan. Baliho reklame pun kanan kiri sudah tidak ada alias bablas.

“Dulunya, setiap siang hingga petang jalan itu macet parah. Terkadang membuat pengendara harus mundur agar bisa bergantian menggunakan jalan. Bahkan pemandangan bule ribut itu sering di sana tidak mau mengalah,” terang I Wayan Surianta selaku Kelian Dinas Tegal Gundul Canggu kepada wartawan, Kamis (28/04/2022)

Wayan Surianta menjelaskan, jalan Shotcut Canggu sudah ada belasan tahun dan baru-baru ini diperbaiki. Itu pun disebut-sebut dari para donatur di tengah masa pandemi Covid-19. “Jalan itu sudah ada 15 tahun lebih. Jelasnya coba tanyakan ke Pak Nengah Lana, beliau tokoh dibalik perbaikan jalan Shotcut selaku Perbekel,” imbuhnya.

Dihubungi terpisah I Nengah Lana, S.H lewat sambungan telpon yang mengaku sekarang jadi calon incumbent dalam pemilihan prebekel Desa Canggu periode 2022-2027 membenarkan bahwa jalan Shotcut Canggu sudah ada belasan tahun. Ia pun memaparkan bagaimana pihaknya sebagai abdi dari warga Desa Canggu berulang kali menerima keluhan dan masukan sehingga tergerak melakukan langkah perbaikan.

“Saat itu pandemi Covid-19, benar-benar kami berpikir. Awalnya kami panggil pemilik lahan yang berada di pinggiran jalan Shotcut diajak komunikasi. Setelah ada kesepakatan kami bahu-membahu meminta bantuan kepada pemerintah Badung melalui PUPR dan CSR dari perusahaan di sekitaran tempat kami agar sekiranya dapat dibantu. Dan Astungkara niat positif kami berjalan,” ungkap Nengah Lana.

Ia mengatakan terkait jalan Shotcat Canggu – Pererenan dananya itu murni dari CSR. “Itu murni dari CSR mencapai Rp 600 juta. Dimana banyak donasi saat itu kami dekati sekiranya dapat membantu Desa Wisata Canggu,” tutup Nengah Lana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *