Bupati Pasaman Benny Utama Diminta Copot Direktur PDAM Tirta Saiyo

Ilustrasi
Ilustrasi

Pasaman, – DPD Forum Peduli Bangsa Indonesia (Fopbindo) Sumatera Barat merasa cukup prihatin atas surat PDAM Tirta Saiyo Kabupaten Pasaman yang akan memutus aliran air pelanggan jelang lebaran apabila tidak melunasi tunggakan dan denda atas tunggakan 3 bulan atau lebih jangka waktu 7 hari. Untuk itu Fopbindo meminta Pemda Pasaman dalam hal ini bupati, memberikan tindakan tegas terhadap Direktur PDAM.

“Diperlukan restorasi dan penyegaran gerakan perubahan agar kedepan lebih baik, bila Dirut tidak mampu ada baiknya mengundurkan diri, atau Pemda dalam hal ini bupati ambil sikap tegas mencopoot Dirut dan adakan penyegaran di PDAM,” tegas Ketua DPD LSM Fopbindo Sumbar, Jum’at (29/2/22).

Dikatakannya, sikap PDAM ini sama saja tidak punya nurani. Tidak seharusnya melakukan ancaman pemutusan ditengah ekonomi sulit, terlebih dijelang hari raya umat Islam.

Baca juga: Momen Tidak Pas, Khairuddin Simanjuntak Minta PDAM Pasaman Tunda Penagihan

Jelang Idul Fitri 2022, Ribuan Pelanggan PDAM Pasaman Terancam Air Bersih

Saham Rp60 M Dipertanyakan, PDAM Pasaman Langgar Peraturan Pemerintah

Disampaikan Husein, pemutusan atau penghentian aliran air tidak seharusnya dilakukan karena keuntungan dari pelanggan kalau pelanggan diputus lama PDAM akan Gulung Tikar.

“Artinya pelanggan akan semakin sedikit. Baiknya di berikan pendekatan persuasif sesuai budaya kearsipan lokal. Mencari pelanggan dengan sebanyak mungkin untuk keuntungan, sehingga tidak tiap tahun merugi dan disubsidi,” tuturnya.

PDAM harus memberikan kontribusi yang baik kepada pelanggan bagaimana agar air yang disalur tidak mengikuti cuaca kalau musim hujan selama ini air keruh atau musim panas air sudah tidak mengalir. Diperlukan managemen dan disiplin yang baik agar kepuasan pelanggan bisa terjaga.

“Selama ini terkesan PDAM hanya menyalurkan air sungai kerumah masyarakat. Kalau peraktik ini tetap dilakukan ya ganti saja namanya menjadi Perusahan Daerah Air Sungai (PEDAS). Jual air sungai bukan air bersih,” terang Husein.

Sebelumnya diberitakan, PDAM Tirta Saiyo Kabupaten Pasaman menyurati ribuan pelanggan akan melakukan penghentian aliran air dan akan dikenakan biaya membongkar instalasi pipa apabila tidak melunasi tunggakan dan denda dari tunggakan 3 bulan atau lebih.

Tidak tanggung – tanggung, meskipun menjelang lebaran Idul Fitri 1443 H / 2022 M pelanggan hanya diberi waktu selama 7 hari untuk melunasi tunggakan dan denda tersebut, kalau tidak maka dilakukan penghentian aliran air atau pembongkaran instalasi pipa.

“Menghindari adanya penghentian aliran air, kami mohon tunggakan tersebut diselesaikan, apabila dalam jangka waktu 7 hari sejak tanggal surat pelanggan belum melunasinya, maka akan dikenakan biaya membongkar instalasi pipa milik PDAM Tirta Saiyo,” demikian isi surat dari PDAM Tirta Saiyo yang baru diterima pelanggan.

Menerima surat tersebut, beberapa masyarakat sebagai pelanggan mengaku sangat prihatin, sebab jelang lebaran Idul Fitri 2022 ini kebutuhan dan harga bahan pokok meningkat.

“Kita bukan tidak mau membayar, tapi memang salam pandemi Covid-19 sangat terasa merosotnya ekonomi, terlebih sekarang mau lebaran, ekonomi belum stabil karena harga kebutuhan meningkat. Sebelumnya air PDAM sering keruh, dan sekarang kapasitas aliran air sangat kecil. Apa tidak bisa perusahaan daerah tidak dulu mengenakan denda,” ujar salah seorang pelanggan.

Sementara Bagian Pelayanan PDAM Tirta Saiyo, Edi Warman, mengatakan tidak ada pertimbangan PDAM untuk penghapusan denda, meskipun denda dari tunggakan tagihan dari masa pandemi Covid-19, dan denda tetap dikenakan meskipun ada keluhan air keruh dan kapasitas kecil.

“Kita diperusahaan ada hak dan kewajiban, bahasanya bukan ancaman tapi mengingatkan. Namun dalam surat ada batas waktu 7 hari, kalau tidak dilunasi tunggakan dan denda maka akan dikenakan biaya pembongkaran,” kata Edi Warman, Kamis (28/4/22).

Menurut Edi Warman, ada ribuan pelanggan yang disurati karena menunggak dari 3 bulan atau lebih. Kalau disebut air keruh itu tidak selamanya.

Kemudian Kabag Teknik, Adi Marta, juga mengakui kapasitas air di daerah Lubuk Sikaping memang kecil karena banyaknya pelanggan dan untuk mengantisipasi air keruh. Stok air banyak tapi pipa masih kecil.

(Darlin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.