China Ungkap Australia Dibalik Pemberontakan Papua, Tujuannya Mengejutkan NKRI Terbelah

- Tim

Jumat, 29 April 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Kekejaman Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua yang terus melakukan teror di bumi Cendrawasih Indonesia, rupanya sudah sejak lama menarik perhatian China.

Media China bahkan tak sungkan untuk membongkar dalang di balik KKB Papua yang terus berulah di Indonesia.

Terbaru, bahkan seorang tukang ojek menjadi korban kebrutalan KKB Papua.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak hanya menyerang aparat keamanan TNI Polri, KKB Papua rupanya juga tak segan mengeksekusi warga sipil.

Ialah Samsu Sattu, seorang warga yang meninggal dunia di tangan eksekutor KKB Papua.

Dikutip dari Antara, Samsu Sattu merupakan korban aksi penembakan KKB Papua di Kampung Kibogolome Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak Papua.

Meski sudah sejak lama meneror warga Papua, KKB hingga kini belum bisa diberantas aparat Indonesia

Baca Juga :  Kemenlu Akan Pulangkan Jenazah Mahasiswi yang Meninggal di Australia

Media negeri Tiongkok sudah sejak lama membaca akal bulus Australia yang disebutnya sengaja ganggu keamanan Indonesia.

Hal ini seperti dikutip dari artikel terbitan 163.com pada 17 Desember 2020 lalu.

Media China itu secara terang-terangan menyebut jika Indonesia jauh lebih kuat dari Australia.

“Indonesia tidak diragukan lagi merupakan hambatan terbesar yang mencegah Australia untuk bergegas keluar dari Pasifik Selatan.

Australia tahu bahwa meningkatkan hubungan dengan Indonesia akan membantunya membebaskan tangannya untuk menerapkan strategi Brexit ke Asia untuk memperluas tangannya ke Laut Cina Selatan

Indonesia, tetangga yang kuat, sedang berjuang,” tulis 163.com dalam artikelnya.

163.com menyebut jika Indonesia kuat karena memiliki industri yang padat.

“Indonesia yang memiliki industri manufaktur yang kuat dapat memasuki pasar Australia yang luas, dan Australia yang memiliki sistem industri yang lemah juga dapat mengimpor produk industri dengan harga murah untuk memenuhi permintaan pasar, yang merupakan tipikal win-win solution,” lanjut media China tersebut.

Baca Juga :  Kemenlu Akan Pulangkan Jenazah Mahasiswi yang Meninggal di Australia

Tak hanya itu, media China tersebut juga menuding jika Australia ada dibalik layar KKB Papua yang selama ini kerap berulah di bumi Cenderawasih.

“Australia telah mencoba untuk ikut campur dalam urusan internal Indonesia dengan kedok hak asasi manusia, mengkritik pengenalan amandemen hukum pidana Indonesia, ketidaksetaraan etnis, tindakan keras terhadap pengedar narkoba, dan dukungan di belakang layar untuk pasukan separatis di Papua Barat,” tulis 163.com.

“Australia telah menarik Jepang, Amerika Serikat dan India untuk mencoba membentuk aliansi militer, yang telah mengganggu Indonesia yang menganut kebijakan non-blok, sementara Australia tidak pernah menyerah memecah dan memecah Indonesia sejak berdirinya, yang telah menyentuh garis bawah negara multi-etnis,” lanjut 163.com.

Baca Juga :  Kemenlu Akan Pulangkan Jenazah Mahasiswi yang Meninggal di Australia

Media China tersebut juga menyebut jika Australia selama ini menipu Indonesia.

“Tidak sulit untuk menemukan bahwa dalam hubungan bilateral antara Indonesia dan Australia, Australia selalu yang pertama menahan diri dari seni bela diri, dan menipu dan menyerang Indonesia.

Dan Indonesia tampaknya menghargai perdamaian, dan serangan baliknya terhadap Australia selalu tepat sasaran.

Kenapa ini? Selain agresi tajam Australia, situasi Australia yang kurang menguntungkan dalam hubungan keamanan asimetris antara kedua negara juga merupakan alasan penting.

Alasan mengapa Australia mengincar Indonesia di mana-mana adalah karena kurangnya kepercayaan dan ketakutan terhadap Indonesia dalam hal keamanan,” tulis 163.com.

Australia juga disebut jika suatu saat diserang oleh Indonesia.

Berita Terkait

Bambang Haryo Apresiasi Kemenhub Tangani Kasus STIP
PETI Marak Lagi di Sumbar, P2NAPAS Minta Kapolri Evaluasi Kinerja Kapolda
Kemnaker Tingkatkan Kerja Sama Pengembangan SDM dengan Jepang
Posko THR Tutup, Kemnaker Terima 1.539 Aduan Dari 965 Perusahaan
Posko THR Tutup H+7 Lebaran
Halalbihalal, Menaker Minta Pegawai Tingkatkan Etos Kerja dan Pelayanan Terbaik kepada Masyarakat
Menaker : Tradisi Mudik Lebaran Tak Boleh Berhenti
Menaker Dukung Mudik dan Arus Balik Gratis jika Produktivitas Pekerja Meningkat

Berita Terkait

Jumat, 17 Mei 2024 - 10:30 WIB

Bambang Haryo Apresiasi Kemenhub Tangani Kasus STIP

Sabtu, 27 April 2024 - 21:58 WIB

PETI Marak Lagi di Sumbar, P2NAPAS Minta Kapolri Evaluasi Kinerja Kapolda

Selasa, 23 April 2024 - 21:48 WIB

Kemnaker Tingkatkan Kerja Sama Pengembangan SDM dengan Jepang

Kamis, 18 April 2024 - 21:39 WIB

Posko THR Tutup, Kemnaker Terima 1.539 Aduan Dari 965 Perusahaan

Selasa, 16 April 2024 - 18:35 WIB

Posko THR Tutup H+7 Lebaran

Selasa, 16 April 2024 - 17:17 WIB

Halalbihalal, Menaker Minta Pegawai Tingkatkan Etos Kerja dan Pelayanan Terbaik kepada Masyarakat

Minggu, 7 April 2024 - 09:53 WIB

Menaker : Tradisi Mudik Lebaran Tak Boleh Berhenti

Sabtu, 6 April 2024 - 13:50 WIB

Menaker Dukung Mudik dan Arus Balik Gratis jika Produktivitas Pekerja Meningkat

Berita Terbaru

Regional

Kabag Ren Polres Nisel Dan Kapolsek Sertijab

Senin, 20 Mei 2024 - 13:53 WIB

Regional

Firman Giawa Hadiri Perayaan HUT BKPN Ke – 30 Tahun

Minggu, 19 Mei 2024 - 22:26 WIB