Momen Tidak Pas, Khairuddin Simanjuntak Minta PDAM Pasaman Tunda Penagihan

Anggota DPRD Sumbar, Khairuddin Simanjuntak.
Anggota DPRD Sumbar, Khairuddin Simanjuntak.

Pasaman, – Kebijakan PDAM Tirta Saiyo Kabupaten Pasaman ikut disoroti oleh Anggota DPRD Sumbar Dapil Pasaman dan Pasaman Barat, Khairuddin Simanjuntak. Menurutnya, momen penagihan tunggakan dan denda terhadap pelanggan tidak diwaktu yang tepat.

Disampaikan Khairuddin Simanjuntak, di Bulan Ramadhan terlebih jelang Idul Fitri masyarakat memiliki banyak kebutuhan dalam menyambut hari kemenangan ini.

“Ini tidak momen yang pas bagi PDAM untuk melakukan penagihan, kasihan masyarakat kita, ekonomi sedang sulit ditambah surat sakti yang apabila tidak dijalankan maka akan terancam air bersih,” tegas dewan Pasaman ini.

Baca juga: Saham Rp60 M Dipertanyakan, PDAM Pasaman Langgar Peraturan Pemerintah

Jelang Idul Fitri 2022, Ribuan Pelanggan PDAM Pasaman Terancam Air Bersih

Khairuddin Simanjuntak meminta agar PDAM mengkaji ulang kebijakan tersebut, sebab mengancam kesehatan ribuan masyarakat karena terancam putusnya air bersih.

“Kita minta PDAM agar melakukan penundaan penagihan atau menghapuskan tunggakan denda, terlebih denda dari tunggakan tagihan masa pandemi Covid-19,” pinta Khairuddin Simanjuntak.

Diberitakan sebelumnya, PDAM Tirta Saiyo Kabupaten Pasaman menyurati ribuan pelanggan akan melakukan penghentian aliran air dan akan dikenakan biaya membongkar instalasi pipa apabila tidak melunasi tunggakan dan denda dari tunggakan 3 bulan atau lebih.

Tidak tanggung – tanggung, meskipun menjelang lebaran Idul Fitri 1443 H / 2022 M pelanggan hanya diberi waktu selama 7 hari untuk melunasi tunggakan dan denda tersebut, kalau tidak maka dilakukan penghentian aliran air atau pembongkaran instalasi pipa.

“Menghindari adanya penghentian aliran air, kami mohon tunggakan tersebut diselesaikan, apabila dalam jangka waktu 7 hari sejak tanggal surat pelanggan belum melunasinya, maka akan dikenakan biaya membongkar instalasi pipa milik PDAM Tirta Saiyo,” demikian isi surat dari PDAM Tirta Saiyo yang baru diterima pelanggan.

Menerima surat tersebut, beberapa masyarakat sebagai pelanggan mengaku sangat prihatin, sebab jelang lebaran Idul Fitri 2022 ini kebutuhan dan harga bahan pokok meningkat.

“Kita bukan tidak mau membayar, tapi memang salam pandemi Covid-19 sangat terasa merosotnya ekonomi, terlebih sekarang mau lebaran, ekonomi belum stabil karena harga kebutuhan meningkat. Sebelumnya air PDAM sering keruh, dan sekarang kapasitas aliran air sangat kecil. Apa tidak bisa perusahaan daerah tidak dulu mengenakan denda,” ujar salah seorang pelanggan.

Sementara Bagian Pelayanan PDAM Tirta Saiyo, Edi Warman, mengatakan tidak ada pertimbangan PDAM untuk penghapusan denda, meskipun denda dari tunggakan tagihan dari masa pandemi Covid-19, dan denda tetap dikenakan meskipun ada keluhan air keruh dan kapasitas kecil.

“Kita diperusahaan ada hak dan kewajiban, bahasanya bukan ancaman tapi mengingatkan. Namun dalam surat ada batas waktu 7 hari, kalau tidak dilunasi tunggakan dan denda maka akan dikenakan biaya pembongkaran,” kata Edi Warman, Kamis (28/4/22).

Menurut Edi Warman, ada ribuan pelanggan yang disurati karena menunggak dari 3 bulan atau lebih. Kalau disebut air keruh itu tidak selamanya.

Kemudian Kabag Teknik, Adi Marta, juga mengakui kapasitas air di daerah Lubuk Sikaping memang kecil karena banyaknya pelanggan dan untuk mengantisipasi air keruh. Stok air banyak tapi pipa masih kecil.

(Darlin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.