Sinergitas Lintas Negara Mengakselerasi Transformasi Ekonomi Pasca Pandemi Covid-19

Sinergitas Lintas Negara Mengakselerasi Transformasi Ekonomi Pasca Pandemi Covid-19

Oleh : Abdul Muis

Sinergitas lintas negara maupun antar komponen masyarakat merupakan salah satu kunci percepatan transformasi ekonomi pasca pandemi Covid-19. Dengan adanya akselerasi tersebut, pemulihan ekonomi pasca pandemi akan segera terwujud.

Tidak bisa dipungkiri bahwa saat ini Indonesia menjadi salah satu negara dengan penanganan pandemi Covid-19 terbaik bahkan diantara negara ASEAN.

Namun hal tersebut tidaklah cukup di sana saja, melainkan justru yang menjadi tantangan ke depan adalah bagaimana kita bisa bangkit, terutama mengenai sektor ekonomi pasca pandemi.

Sejalan dengan hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Airlangga Hartarto menyatakan bahwa terdapat salah satu hal yang sangat penting untuk mempengaruhi keberhasilan Indonesia demi bisa segera bangkit dan memulihkan kondisi perekonomian pascapandemi.

Keberhasilan transformasi ekonomi tersebut akan bisa dicapai dengan mudah apabila terjadi yang namanya sinergi lintas sektoral.
Namun tidak hanya sekedar sinergi yang terjadi lintas sektoral saja, melainkan juga harus terjadi yang namanya sinergitas lintas negara pula. Salah satu cara yang bisa mewujudkan terjadi sinergitas tersebut adalah dengan diselenggarakannya Forum Public Private Dialog Track 1.5 Indonesia-Jepang.
Tentu dengan adanya forum tersebut, banyak pihak mengharapkan supaya kondisi perekonomian di Indonesia bisa segera bangkit dan kembali pulih bahkan menciptakan transformasi ekonomi seperti yang dikatakan oleh Menko Airlangga. Dirinya sendiri pun mengaku menyambut dengan sangat baik mengenai adanya usulan forum itu.
Sesuai dengan tujuan awalnya yakni untuk menciptakan adanya transformasi ekonomi Indonesia pasca pandemi, maka forum tersebut memang difokuskan untuk membahas mengenai berbagai macam jenis proyek kerja sama secara konkret yang tentunya memiliki orientasi pada kebutuhan, invasi dan juga pertumbuhan berkelanjutan.
Forum Public Private Dialog Track 1.5 Indonesia-Jepang diyakini memberikan banyak kontribusi positif, salah satunya menggerakkan roda perekonomian. Selain itu, forum tersebut juga telah diadakan kerja sama untuk peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) serta produktivitas industri. Serta akan ada pula peningkatan kualitas standarisasi melalui Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).
Berbagai kesempatan emas dalam rangka pemulihan ekonomi harus dapat disambut secara positif oleh seluruh komponen bangsa. Untuk itu penting pula dilakukannya kerja sama dalam sektor digital yang memanfaatkan teknologi bernama artificial intelligent serta sensorik. Rencananya hal tersebut akan digunakan untuk mengembangkan sektor perikanan yakni dalam upaya untuk bisa mengurangi biaya penangkapan ikan.
Lebih lanjut, kolaborasi atau sinergitas yang juga telah dilakukan adalah dalam ranah investasi. Jepang yang memang selama ini kita kenal sangat mumpuni dalam hal memproduksi kendaraan akan memberikan investasi mereka demi bisa mendorong sektor pengembangan mobil listrik yang jauh lebih terjangkau serta bertujuan pula untuk lebih mendorong transisi energi pada ranah transportasi supaya kita semua beralih untuk memanfaatkan energi terbarukan dan juga jauh lebih ramah terhadap lingkungan.
Seperti yang dikatakan oleh Menko Airlangga sebelumnya bahwa hal penting untuk terciptanya transformasi ekonomi pascapandemi adalah terjadinya sinergitas yang dilakukan oleh berbagai sektor bahkan termasuk lintas negara, maka pembahasan yang dilakukan dalam forum tersebut juga mencakup banyak sekali hal termasuk pembahasan mengenai penguatan rantai pasok global yang berfokus pada penguatan kemitraan bersama para UKM di Indonesia dalam upaya penyediaan rantai pasokan global tersebut.
Kerja sama lintas negara mutlak diperlukan dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi pasca pandemi. Dengan adanya kolaborasi berbagai pihak tersebut, roda perekonomian diharapkan dapat segera kembali berputar seperti sedia kala.

)* Penulis adalah kontributor Lingkar Pers dan Mahasiswa Cikini

Pos terkait

loading...