Strategi Defensif Dinamis Efektif Melawan Aksi Brutal KST Papua

Strategi Defensif Dinamis Efektif Melawan Aksi Brutal KST Papua

Oleh : Rebecca Marian

KH Ma’ruf Amin selaku Wakil Presiden RI mengatakan bahwa pemerintah berencana mengubah strategi dalam menghadapi KST menjadi pendekatan defensif dinamis. Strategi tersebut diyakini efektif untuk melawan aksi brutal KST Papua agar tidak ada korban lagi dari masyarakat sipil.

Pemerintah berupaya maksimal untuk terus melindungi masyarakat, termasuk di Papua. Wapres Ma’ruf Amin menuturkan, bahwa masyarakat Papua memiliki hak dasar berupa hak akan situasi yang tenang dari segala macam gangguan. Apalagi situasi yang aman akan mendukung pembangunan kesejahteraan di tanah Papua.

Kesejahteraan bagi masyarakat Papua adalah hal yang harus diperjuangkan, meski demikian masalah pengamanan juga tidak bisa dinomorduakan. Karena jangan sampai masyarakat Papua menjadi korban hanya karena ego dari kelompok separatis.

Juru Bicara Wakil Presiden Masduki Baidowi mengatakan, ada banyak terobosan khusus yang dilakukan oleh pemerintah untuk tim Papua yang dipimpin oleh Ma’ruf Amin. Masduki pernah mengatakan, bahwa masyarakat Papua dan Papua Barat ingin disejahterakan melalui pendidikan dan sumber daya manusia.

Tentu saja pendekatan secara humanis mutlak diperlukan agar masyarakat Papua memiliki rasa aman dalam menempuh pendidikan atau dalam melakukan aktivitasnya.

KST juga memiliki rekam jejak atas perbuatan tidak manusiawinya, Afandy Tiakoly seorang penambang emas yang menjadi korban kekerasan yang dilakukan oleh KST. Selain itu ada pula Aris Kalan seorang pekerja bangunan yang dibacok di Intan Jaya oleh anggota KST.

Berita tentang aksi brutal maupun konflik di Papua seakan menjadi berita yang berjilid-jilid, untuk meredamnya tentu saja diperlukan pendekatan secara humanis agar masyarakat tetap memiliki simpati kepada pemerintah.
Dengan pendekatan secara humanis, diharapkan masyarakat akan semakin bersimpati dan pastinya proses peningkatan kesejahteraan untuk Papua bisa terus berlanjut, karena akan sulit mengembangkan suatu wilayah jika masyarakatnya masih gemar menebar konflik.
Mahfud MD selaku Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) mengatakan secara tegas bahwa pendekatan yang dilakukan untuk Papua adalah pembangunan kesejahteraan yang komprehensif dan sinergis. Artinya pendekatan untuk masyarakat Papua bukanlah pendekatan dengan menggunakan senjata tetapi juga kesejahteraan.
Tentu saja keamanan menjadi kunci dalam menciptakan kesejahteraan di tanah Papua. Apabila masyarakat Papua merasa aman, tentu saja kesejahteraan masyarakat di Papua dapat meningkat. Oleh sebab itu, penting sekali bagi pemerintah untuk turun tangan dalam upaya mengamankan masyarakat di Papua.
Perlu diketahui bahwa KST telah menembak Sersan Dua Miskel Rumbiak Saereri gugur pasca terkena tembakan. Serda Miskel Rumbiak bersama memang anggota lainnya mendapatkan serangan dari kelompok separatis saat melaksanakan tugas pembinaan untuk kepentingan masyarakat lokal di distric Aifat Timur. Empat prajurit lainnya dinyatakan luka-kula.
Dengan adanya kekejaman yang sudah jelas melanggar HAM, tentu saja negara wajib hadir dengan tujuan yang jelas, yakni melindungi warga Papua agar bisa menjalani kehidupan dengan normal, tanpa dibayang-bayangi teror dan ketakutan. Ketika Papua kembali damai dan kondusif tanpa konflik yang melibatkan senjata api, pemerintah bisa dengan tenang melanjutkan pembangunan di Bumi Cenderawasih
Salah satu pembangunan yang menjadi ikon Baru adalah dibangunnya jembatan Youtefa di Jayapura, jembatan ini juga menjadi landmark kegiatan kolaboratif antar tingkat pemerintahan melalui kerja sama pendanaan yang melibatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, Surat Berharga Syariah Negara, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten.
Langkah pemerintah dan aparat keamanan yang menggunakan strategi defensif dinamis merupakan terobosan yang baik dalam melawan kebrutalan Kelompok Separatis Teroris (KST) di Papua. Tentu saja dengan penanganan konflik di Papua, melalui strategi defensif dinamis, merupakan bukti keseriusan pemerintah dalam melawan aksi Brutal KST.
Melawan KST tentu saja membutuhkan strategi, sehingga aparat keamanan dapat memberangus komplotan KST yang kerap berulah di Tanah Papua, sehingga rasa aman bagi masyarakat Papua akan tercipta. Rasa aman ini akan menjadi keyakinan masyarakat Papua bahwa pemerintah memiliki kepedulian untuk Papua.

)* Penulis adalah kontributor Pertiwi Insitute

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.