Bank Nagari Bayarkan Rp 1,5 M Dana Nasabah Korban Kejahatan Skimming

Kantor Pusat Bank Nagari di Kota Padang (15/11/19)
Kantor Bank Nagari Pusat

Bank Nagari mulai membayarkan dana nasabahnya yang menjadi korban kejahatan skimming pada Lebaran lalu. Bagi nasabah yang terdampak kejahatan skimming yang sudah melapor dan selesai verifikasinya akan dipanggil untuk proses berikutnya.

“Target kita, penyelesaian kasus ini paling lambat 20 hari. Semua kerugian nasabah akibat kejahatan skimming ini akan diganti oleh Bank Nagari,” kata Direktur Utama Bank Nagari Muhamad Irsyad kepada media, Kamis (12/5/2022).

Kejahatan Skimming bermula pada tanggal 5 Mei 2022, saat adanya pengaduan dari salah seorang nasabah. Namun akhirnya menjadi viral setelah muncul di media sosial.

Baca juga: Pembayaran Setoran Pelunasan Haji Melalui Bank Nagari, Ini Caranya

Untuk Nasabah Bank Nagari, Ini Trik Terhindar Dari Kejahatan di ATM

Ada tiga mesin skimmer yang dipindah-pindahkan letaknya ke ATM yang ditujukan, dengan jumlah korban 141 nasabah. Nilai nominal kerugian mencapai Rp1,5 miliar.

“Pada umumnya yang kena adalah nasabah yang memakai ATM dengan magnetic stripe, sehingga mulai saat ini, kita akan mengganti semua ATM magnetic stripe dengan yang menggunakan chip,” kata Muhamad Irsyad.

Direktur Keuangan Sania Putra mengimbau agar nasabah yang menjadi korban skimming untuk segera melapor ke call center Bank Nagari atau langsung ke customer service Bank Nagari.

Bank Nagari juga sudah melaporkan hal ini pada ke Polda Sumbar, serta berkoordinasi dengan Bank Indonesia dan OJK.

Terkait kasus ini, Bank Nagari secara intensif melalui media sosial dan website akan terus memberikan edukasi kepada nasabah terkait tips aman bertransaksi di mesin ATM.

Irsyad menegaskan laporan penyalahgunaan transaksi keuangan pada kartu ATM nasabah Bank Nagari bukan merupakan pembobolan sistem pada Bank Nagari, tetapi merupakan tindak kejahatan pencurian Skimming. 

“Dan tindak kejahatan Skimming ini bukan merupakan hal yang baru dalam dunia per bankan. Hal ini juga telah pernah terjadi pada nasabah bank lainnya,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.