Pesantren Garda Terdepan Penerapan Nilai Pancasila

Pesantren Garda Terdepan Penerapan Nilai Pancasila

Oleh : Muhammad Yasin

Pesantren merupakan garda terdepan penerapan nilai-nilai Pancasila. Sistem pendidikan dalam Pesantren yang menyeimbangkan antara kecerdasan secara akademis dan akhlak serta moral agama menjadi kombinasi efektif untuk mewujudkan keutuhan Indonesia.

Keutuhan NKRI memang merupakan sebuah hal yang sudah sepatutnya bisa dijaga oleh seluruh masyarakat Indonesia tanpa terkecuali. Para pendiri Bangsa sudah merumuskan sedemikian rupa bagaimana kiat untuk bisa menjaga keutuhan NKRI tersebut melalui implementasi dari nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila sebagai dasar negara.

Untuk itu tidaklah bisa apabila nilai-nilai dalam Pancasila hanya berakhir sebagai hafalan semata tanpa ada pengimplementasian di masyarakat.
Pesantren diyakini menjadi garda terdepan di masyarakat untuk bisa membumikan seluruh nilai yang terkandung dalam Pancasila. Nyatanya meski tengah digempur dengan globalisasi dan juga kecepatan kemajuan jaman dengan merubah hampir seluruh haluan menjadi digital seperti di era modern ini, namun eksistensi dari Pesantren masih terlihat sangat nyata dan tidak bisa diragukan lagi dampaknya bagi masyarakat.
Sistem pendidikan yang diajarkan dalam Pesantren merupakan sistem pendidikan yang berbeda dengan sekolah formal lainnya, lantaran mengandung penanaman nilai yang komprehensif dengan memadukan antara kebutuhan jasmani serta rohani seluruh peserta ddiknya. Maka dari itu output dari didikan Pesantren bisa mencetak generasi penerus yang tidak hanya pintar secara akademis saja, namun dengan nilai-nilai keluhuran dan juga generasi yang sholeh.
Karakteristik generasi penerus yang tidak hanya sekedar cerdas secara akademik saja, melainkan juga memiliki moralitas yang tinggi tersebut merupakan salah satu kunci penting dari pengimplementasian nilai-nilai dalam Pancasila dan juga merupakan hal yang diperlukan demi mempertahankan kesatuan NKRI. Tentunya dalam hal ini, peran para ulama atau pengasuh Pondok Pesantren juga merupakan hal yang sentral karena dari hasil didikan mereka Bangsa ini mampu untuk melahirkan generasi yang penun akan kesantunan dan mampu mempersatukan seluruh umat.
Bahkan sejak dulu, peranan Pesantren memang sudah bisa terlihat tatkala Indonesia berhasil merebut kemerdekaannya di tangan para penjajah. Kala itu, semangat nasionalisme yang tinggi berhasil ditunjukkan oleh para santri dan juga para kyai. Bukti tersebut sudah lebih dari cukup untuk bisa mengatakan bahwa Pesantren mempunyai peranan yang sangat vital dan juga strategis dalam kesuksesan pembangunan Nasional.
Dwiyanto selaku Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Blora menyatakan bahwa di tengah tantangan Bangsa yang semakin besar seperti sekarang ini oleh adanya konflik politik dan juga budaya serta konflik-konflik yang ditunggangi bermuatan agama di sera keterbukaan segala macam bentuk infOrmasi, jelas sekali bahwa peran dari Pesantren menjadi sangat penting lantaran ditantang untuk mampu menciptakan kesejukan di tengah masyarakat sekaligus menjadi jembatan bagi persatuan Bangsa.
Baginya, generasi penerus Bangsa sangatlah penting untuk dididik secara seimbang baik itu dari segi kecerdasan akademis maupun pengetahuan mengenai akhlak, moral dan juga agama. Bekal tersebut sangat penting agar dipersiapkan supaya generasi penerus Indonesia tidak mudah untuk ikut arus sehingga terhanyut dalam globalisasi, khususnya dalam hal-hal yang sama sekali tidak ada manfaatnya dan terindikasi maksiat.
Lembaga seperti Pesantren juga harus mampu melakukan koordinasi dengan baik bersama lembaga-lembaga lainnya seperti lembaga negara dan pemerintahan, kepolisian, LSM, termasuk juga Ormas. Dengan koordinasi serta integrasi yang kuat tersebut, maka dijamin keutuhan NKRI dan juga benteng akhlak generasi muda akan terjaga degan kuat.
Peran pesantren sebagai garda terdepan untuk membumikan nilai Pancasila perlu untuk terus ditingkatkan. Dengan adanya peran maksimal dari lembaga pendidikan berbasis agama tersebut, maka nilai-nilai Pancasila akan semakin mudah disosialisasikan kepada masyarakat.

)* Penulis adalah kontributor Pertiwi Institute

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.