Bermutu Rendah, Proyek Penanganan Longsor Rp40 M Milik BPJN Sumbar Rusak Parah

Kondisi bangunan beton bahu jalan milik Satuan Kerja PJN Wilayah 1 Sumbar, memprihatinkan, Kamis (12/5/2022). (Dok. Darlin).
Kondisi bangunan beton bahu jalan milik Satuan Kerja PJN Wilayah 1 Sumbar, memprihatinkan, Kamis (12/5/2022). (Dok. Darlin).

Padang, – Beton Proyek Pekerjaan Penanganan Longsoran Batas Bukittinggi – Batas Sumut disebut Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Aris, menggunakan beton jenis mutu rendah, sehingga patah dikarenakan terjadi konsolidasi/penurunan alami akibat beban sendiri tanah timbunan yang sangat tinggi.

“Terkait patahnya itu dikarenakan terjadi konsolidasi/penurunan alami akibat beban sendiri tanah timbunan yang sangat tinggi sehingga beton patah sebab beton yang dipakai adalah beton jenis mutu rendah/ beton non struktur dan tidak bertulangan. Saat ini rekanan kontraktor sedang memperbaiki karena masih masa pemeliharaan sampai 31 Desember 2022,” terang Aris, Rabu (18/5/22).

Diketahui proyek ini merupakan milik milik Kementerian PUPR Ditjen Bina Marga BPJN Sumbar, yang informasinya pagu anggaran mencapai puluhan miliar rupiah dengan lokasi pekerjaan tersebar dibeberapa titik di Sumbar.

Baca juga: Kementerian PUPR Keberatan Ditanya Soal Pagu Proyek yang Rusak Parah Ini?

Kasatker PJNW 1 Sumbar Taibur Tutupi Informasi Pekerjaan yang Hancur

Baru Selesai, Kondisi Beton Jalan Nasional di Sumbar Memprihatinkan

“Nilai yang rusak itu cuma 12 jutaan. Kenapa sampai tanya pagu segala. Kalau pagu kerja 40 miliaran. Sangat tidak signifikan dengan kerusakan yang bapak persoalkan,” kata PPK, Aris, kepada deliknews.com, Rabu (18/5/22) ketika ditanya soal pagu anggaran proyek tersebut.

Disampaikan PPK ini, beton yang rusak berada diluar bahu jalan, di balik rel pengaman, jadi tidak diperuntukkan untuk dilewati, hanya dimaksudkan untuk mengurangi resapan air permukaan supaya timbunan tidak bertambah berat saat hujan.

Pantauan dilokasi, kerusakan bukan saja di luar rel pengaman seperti yang disampaikan PPK, namun kerusakan juga terjadi di dalam rel pengaman atau bahu jalan.

Senada disampaikan Kasatker PJN Wilayah 1 Sumbar, Taibur, bahwa perkerjaan tersebut hanya beton mutu rendah untuk antisipasi supaya air tidak menggerus timbunan.

“Tidak bernilai konstruksi dan tanpa tulangan. Sehingga akibat konsolidasi timbunan terjadi penurunan dan akhirnya beton patah, nanti akan diperbaiki,” kata Taibur.

Sebelumnya diberitakan, pembangunan beton bahu jalan nasional lintas Medan, Sumatera Utara – Padang, Sumatera Barat tepatnya di Kecamatan Rao, Kabupaten Pasaman, Provinsi Sumatera Barat sangat memprihatinkan, Kamis (12/5/2022).

Bangunan ini baru saja selesai dikerjakan dan masih masa pemeliharaan sampai Desember 2022, namun tampak sudah retak dengan kapasitas besar sepanjang beton tersebut. Terpantau, bangunan ini sudah rusak parah sejak tanggal 27 April 2022 lalu.

(Darlin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.