Rusak Parah, Proyek Penanganan Longsor Rp47 M Milik BPJN Sumbar Dikhawatirkan Tumbang

Kondisi kerusakan bangunan beton penanganan longsor di jalan nasional lintas Sumut - Bukittinggi milik BPJN Sumbar, Kamis (12/5/2022), dan kondisi bangunan beton setelah perbaikan, Kamis (19/5/22).
Kondisi kerusakan bangunan beton penanganan longsor di jalan nasional lintas Sumut - Bukittinggi milik BPJN Sumbar, Kamis (12/5/2022), dan kondisi bangunan beton setelah perbaikan, Kamis (19/5/22).

Sumbar, – Beton Proyek Penanganan Longsoran Batas Bukittinggi – Batas Sumut milik Kementerian PUPR Ditjen Bina Marga BPJN Sumbar masih masa pemeliharaan sudah rusak patah sepanjang beton tersebut sehingga dikhawatirkan akan tumbang meskipun sudah diperbaiki, Kamis (19/5/22).

Pagu anggaran pekerjaan ini mencapai Rp47 miliar dengan lokasi pekerjaan tersebar dibeberapa titik di Sumbar. Kerusakan terjadi di jalan nasional lintas Sumut – Bukittinggi, Sumbar tepatnya di Nagari Padang Mentinggi, Kecamatan Rao, Kabupaten Pasaman.

Diberitakan sebelumnya, beton proyek ini disebut Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Aris, menggunakan beton jenis mutu rendah, sehingga patah dikarenakan terjadi konsolidasi/penurunan alami akibat beban sendiri tanah timbunan yang sangat tinggi.

“Terkait patahnya itu dikarenakan terjadi konsolidasi/penurunan alami akibat beban sendiri tanah timbunan yang sangat tinggi sehingga beton patah sebab beton yang dipakai adalah beton jenis mutu rendah/ beton non struktur dan tidak bertulangan. Saat ini rekanan kontraktor sedang memperbaiki karena masih masa pemeliharaan sampai 31 Desember 2022,” terang Aris, Rabu (18/5/22).

Baca juga: Baru Selesai, Kondisi Beton Jalan Nasional di Sumbar Memprihatinkan

Bermutu Rendah, Proyek Penanganan Longsor Rp40 M Milik BPJN Sumbar Rusak Parah

Disampaikan PPK ini, beton yang rusak berada diluar bahu jalan, di balik rel pengaman, jadi tidak diperuntukkan untuk dilewati, hanya dimaksudkan untuk mengurangi resapan air permukaan supaya timbunan tidak bertambah berat saat hujan.

Sebelumnya juga disampaikan Kasatker PJN Wilayah 1 Sumbar, Taibur, bahwa perkerjaan tersebut hanya beton mutu rendah untuk antisipasi supaya air tidak menggerus timbunan.

“PPK akan instruksikan rekanan membongkar dan memperbaikinya kembali karena ini masih masa pemeliharaan sampai Desember 2022. Beton tersebut hanya beton mutu rendah dan hanya untuk antisipasi supaya air tidak menggerus timbunan, tidak bernilai konstruksi dan tanpa tulangan. Sehingga akibat konsolidasi timbunan terjadi penurunan dan akhirnya beton patah, nanti akan diperbaiki,” kata Taibur, Jum’at (13/5/22) kemarin.

Pantauan media dilokasi (12/5/22), kerusakan bukan saja di luar rel pengaman seperti yang disampaikan PPK, namun kerusakan juga terjadi di dalam rel pengaman atau bahu jalan.

Kemudian berdasarkan pantauan dilokasi pekerjaan pada 19 Mei 2022 sudah dilakukan perbaikan terhadap pekerjaan tersebut. Namun perbaikan dimaksud bukan dibongkar sebagaimana disampaikan oleh Kasatker PJN Wilayah 1 Sumbar, Taibur.

Secara kasat mata, perbaikan hanya melakukan polesan dengan mengecor beton yang patah. Coran ini sepertinya bermaksud untuk menghilangkan jejak kerusakan tanpa memperhitungkan ketahanan.

Meski demikian, beton yang patah atau kerusakan masih terlihat walaupun sudah dilakukan pengecoran. Tidak hanya itu, bangunan penanganan longsor ini terlihat sudah miring sehingga dikhawatirkan bisa tumbang.

Persoalan tersebut tentunya belum bisa dikatakan ada indikasi korupsi sebelum dilakukan pemeriksaan oleh aparat penegak hukum.

(Darlin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.