Bali  

Bule Rampok Bule, Tangan Diikat Mulut Dilakban Brankas Dikuras

Ket Photo: Saat Kejari Badung menggelar Persidangan dengan agenda Pemeriksaan Setempat (PS) perkara tindak pidana Pencurian dengan Kekerasan (Curas) di Villa Seminyak Estate & Spa Royal 8, Jalan Nakula Gang Baik-Baik, Desa/Kelurahan Seminyak, Kecamatan Kuta.

Badung, Deliknews – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Badung Imran Yusuf, S.H, M.H melalui Kasi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Badung Made Gde Bamaxs Wira Wibowo, S.H mengungkap, selain menguras isi berankas, komplotan pencuri terdakwa Gregory Lee Simpson (37) bule asal Inggris dalam aksinya juga telah melakukan kekerasan terhadap korban Principe Nerini bule asal Italia di Villa Seminyak Estate & Spa Royal 8, Jalan Nakula Gang Baik-Baik, Desa/Kelurahan Seminyak, Kecamatan Kuta.

“Setelah berada dekat dengan Saksi Korban Principe Nerini, Terdakwa Gregory Lee Simpson, Mateusz Mariusz Morawa dan Brend Stefan Stade memukul berkali-kali bagian muka dan mata sebelah kiri dari Saksi Korban Principe Nerini menggunakan kepalan tangan,” ungkap Bamaxs usai Kejari Badung menggelar Persidangan dengan agenda Pemeriksaan Setempat (PS) perkara tindak pidana Pencurian dengan Kekerasan (Curas) di Badung Bali kepada wartawan, Selasa (24/5/2022).

Lanjut Bamaxs menjelaskan, salah satu dari mereka imbuhnya, menindih Saksi Korban Principe Nerini dengan kakinya, sedangkan salah satu dari mereka menutup mulut dan mata Saksi Korban menggunakan lakban warna hitam serta mengikat kedua tangan dan kakinya menggunakan lakban warna hitam dan kabel tis.

Dalam kondisi kesakitan karena dipukuli dan tangan serta kaki terikat lalu saksi Korban Principe Nerini ditaruh di tempat tidur. Salah satu dari pelaku menanyakan mengenai nomor pin safety box dengan berkata ”If you not give me the code of safety box, I kill your wife”.

“Atas ancaman tersebut Saksi Korban Principe Nerini memberikan nomor pin safety box. Kemudian salah satu pelaku menguras isi dari safety box dan mengambil barang-barang di dalam safety box,” ujarnya.

“Terdakwa Gregory Lee Simpson didakwa melanggar Primair Pasal 365 Ayat (4) KUHP, Subsidiair Pasal 365 Ayat (2) ke-1, ke-2, ke-3 KUHP,” imbuh Kasi Intel Bamaxs Wira Wibowo.

Barang yang dirampas berupa 4 (empat) buah BPKB Mobil Suzuki Jimny, 1 (satu) buah BPKB KTM 1290, 1 (satu) buah BPKB Harley, 2 ( dua) buah BPKB Husqurnq 630, 1 (satu) buah BPKB Suzuki Swift, 1 (satu) buah BPKB Ford Ranger, 1 (satu) buah STNK Suzuki Jimny warna biru, uang tunai sebesar Rp200 juta, uang Euro sebesar E10 ribu, uang Brasil sebesar 3900 Reais.

“Terdakwa Gregory Lee Simpson, Mateusz Mariusz Morawa dan Brend Stefan Stade juga mengambil barang lain yang berupa 1 buah gadget Samsung Note 10 hitam, 1 buah Samsung Z 3 Flip krem, 1 buah Samsung Fold 3 hitam, 1 buah Samsung S 20 Ultra hitam, 1 buah Samsung Fold Z hitam,” beber Bamaxs.

Tak hanya itu barang lain yang diambil 1 buah ponsel Realme C11 biru hitam, 1 buah laptop merk HP silver, 1 buah laptop merk MSI abu, 1 buah laptop merk Lenovo hitam, 1 buah laptop merk Intel hitam, 1 buah kamera merk Sony Alfa 7 III hitam beserta 8 buah lensa, 10 buah hard disk yang ditaruh di atas meja yang ada di dalam kamar.

Dikatakan di dalam salah satu HP tersebut terdapat wallet yang berisi Bitcoin dan uang digital sejumlah 552.863 USDT.

“Sidang selanjutnya ditunda ke hari Selasa tanggal 31 Mei 2022 minggu depan, untuk agenda pemeriksaan saksi,” pungkas Bamaxs.

Untuk diketahui dalam proses Pemeriksaan Setempat ini dihadiri Jaksa Penuntut Umum Ni Ketut Hevy Yushantini, SH, MH, Putu Yumi Antari, SH, dan Wazir Iman Supriyanto, SH, MH, dengan Ketua Majelis Hakim I Wayan Eka Mariartha, SH, MH, dan Majelis Hakim. Nampak hadir juga Penasihat Hukum Terdakwa, pengawalan dari Polri (Polsek Kuta) dan pengamanan dari Tim Intel Kejaksaan Negeri Badung. ( dn )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.