Bakti Kominfo Jelaskan Interaksi Bermakna di Ruang Digital

Selasa, 25 Mei 2022 Pukul 13.00 – 16.00 WIB oleh BAKTI Kominfo dan DPR RI mengajadakan Webinar dengan tema Interaksi Bermakna di Ruang Digital. Acara Webinar ini diisi oleh beberapa narasumber dan pemateri. Acara ini diawali dengan sambutan oleh Bapak Ir. A. Rizki Sadig, M.Si selaku Anggota Komisi 1 DPR RI

Beliau memaparkan materi yaitu :

Menyampaikan tentang Interaksi Bermakna di Ruang Digital dengan Jumlah anak muda sangat banyak, adanya bonus demografi hampir 56% usia produktif, usia produktif sudah terlahir sudah menjadikan dunia digital. Kemampuan anak muda pada dunia digital sudah bisa dimanfaatkan menjadi lebih luas lagi, jika hanya mengikuti tren dan meniru dunia-dunia luar anak muda tidak dapat berkembang dan tidak menarik perhatian. Memulai dari Tarian Tradisional mungkin bisa dikembang ke dalam dunia digital kemudian diposting ke dunia digital, sehingga kita mendapatkan maaft dalam dunia digital bisa secara ekonomi maupun followers. Saat ini pemerintah sedang membahas UU tentang data pribadi, UU ini berkaitan erat dengan dunia digital, tanpa kita sadari data pribadi kita mulai tersebar dari website dan aplikasi. Membuat privasi kita menjadi tersebar dan merugikan orang lain, mungkin kita sebagai pemerintah akan ada sosialisasi tentang UU data pribadi. Seringkali kita selalu tanpa kesadaran kita menyebarkan data-data pribadi orang lain dengan cara yang mudah, sehingga pemerintah terus akan membahas demi mengamankan data pribadi masyarakat yang akan diatur dalam Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi. Dalam waktu dekat akan disahkan kemudian akan di implementasikan sesuai dengan alur dan syaratnya, sehingga Undang-undang perlindungan data pribadi dapat segera disahkan menjadi resmi. Dalam ruang digital dalam bonus demografi saat ini dapat membantu peran pemerintah, tetapi dalam ruang digital ini memiliki kelemahn dan kelebihan, dalam hal ini pemerintah selalu mengingatkan untuk memanfaatkan dunia digital saat ini sehingga tidak gampang untuk putus asa dalam perkembangan teknologi.
Dilanjutkan oleh pemateri kedua yaitu Bapak Freddy Tulung selaku Praktisi Bidang Kehumasan dan Komunikasi Publik, yaitu:
Menyampaikan Tentang tantaangan dalam dunia Globalisasi memiliki beberapa kesambungan. Globalisasi itu memiliki persangingan sehingga kita harus tetap melakukan persaingan untuk menjadi lebih baik lagi, kemudian demokrasi memiliki partisipasi shingga masyrakat memiliki partisipasi dalam bentuk demokrasi. Dalam dunia digital memilikin sejarah Revolusi industri, pada saat Revolusi 1.0 pada abad 17 berbasis uap, kemudian Revolusi 2.0 diabad 19 berbasis listrik, Revolusi 3.0 diabad 20 berbasis komputer dan internet, dan Revolusi 4.0 diabad 21 berbasis digital dan kecerdasan buatan. Dunia digital memiliki konektivitas & Internet untuk membangun sebuah komunikasi yang saling terhubung dalam waktu yang bersamaan ditempat yang berbeda, maka dari itu teknologi memiliki perkembangan yang dapat dimanfaatkan dengan baik, dalam digital menjadi 2 bagian yaitu, digital vs Analog Dari deretan angka 0, 1 muncul istilah digital (digit = angka, jari). Rekaman suara yg tersimpan di pita analog, sedangkan rekaman di komputer/HP dalam bentuk file adalah teknologi digital. Data analog adalah kontinu, data digital diskrit sinyal analog intensitasnya bisa turun naik, sedangkan digital tetap (ya/tidak 0, 1). Lebar band analog sempit sedangkan digital lebih lebar. Internet merupakan sarana komunikasi dengan HP (smartphones) dan Komputer (laptop, desktop, GPS dsb.) yang semuanya berbasis digital. Saat ini kita sudah masuk ke era teknologi digital. Statistik Digital diIndonesia saat ini dengan jumlah penduduk 277,7 juta, dan 370 juta yang memiliki hp, kemudian pada pengguna internet 204,7 juta (73,7%) dan pengguna Media sosial sebanyak 191,4 juta. Waktu Pemanfaatan: Internet 8 jam 36 menit/hari. Sosmed: 3 jam 17 menit/hari. Video Games: 1 jam 19 menit/hari. TV: 2 jam 50 menit/hari. Media Cetak: 1 jam 47 menit/hari. Radio: 0 jam 37 menit/hari. Dalam penggunaannya masyarakat memiliki alasan menggunakan Internet, Mencari informasi. Mencari ide & inspirasi, Menjalin hubungan dengan teman & keluarga, Mengisi waktu senggang, Mengikuti berita terkini. Dunia digital dalam globalisasi saat ini terjadi ledakan konten 51% Content Creator adalah Gen-Z dan 45,9% adalah Millennial, kemudian pdcast meningkat 150% pada 2021, kemudian kanal Youtube Kanal Youtube dengan 10 juta subscriber meningkat dari 2 kanal (2019) menjadi 19 kanal (2021), nstagram stories meningkat 600%, variatif hashtag meningkat 21%, CISCO: 2022 80% internet traffic akan berasal dari konten video. Indonesia di Era Digital Digital economic value 2025, ASEAN dengan 330 miliyar, Indonesia dengan 146 milyar, Tingkat pertumbuhan 20% per tahun. Saat ini kita memiliki 2346 startup, 8 unicorn, 2 decacorn (Gojek & JNT Express). Dalam hal ini dunia digitalisasi memiliki dampak negatif yaitu, terdapat hoaks, kemdian bullying dan hingga terjadi konflik. Digital Civility Index (DCI) atau Indeks kesopanan Digital, Score DCI Indonesia (2020) 76 (memburuk 8 poin dari 2019). Memburuknya resiko kesopanan digital Indonesia dipengaruhi oleh meningkatnya bobot indikator; hoax, fraud, hate speech, diskriminasi. Kondisi DCI tersebut menunjukan adanya kebutuhan yang sangat mendesak untuk meningkatkan kesadaran berkomunikasi di ruang publik berdasarkan nilai-nilai etika dan moral secara keseluruhan. Peran cyber teacher/sociopreneur diharapkan dapat mengisi kesenjangan sosial ekonomi di ruang publik. Lalu, Serangan Siber di Indonesia Meningkat 4 Kali Lipat Menurut laporan Kaspersky, Sepanjang 2021, produk Kaspersky mendeteksi dan memblokir sebanyak 42.983.721 ancaman siber yang berbeda di internet pada komputer pengguna KSN di Indonesia. Terjadi peningkatan sebesar 25 persen dari ancaman yang terdeteksi di tahun 2020, yaitu sebanyak 34.516.232 ancaman. Dunia digital memiliki ciri borderless atau ruang digital bersifat global dan tidak terbatas pada batasan geografis, accessibility atau Siapa saja dan kapan saja bisa mengakses, anonymity/Ruang digital menyediakan fitur anonimitas yang mampu merahasiakan identitas pengguna. Digitalisasi menurut untuk Orangtua “10-20 tahun yang akan datang sebagian besar pekerjaan kita akan diambil alih oleh teknologi. Ada 3 hal yang tidak dapat digantikan teknologi: imajinasi, kreativitas, dan sportivitas oleh karena itu didiklah generasi muda untuk belajar melukis (melatih imajinasi), bermain musik (mengasah kreativitas), berolahraga (mengembangkan sifat menghargai sesama).”
Setelah itu dilanjutkan oleh pemateri ketiga yaitu Ibu Siti Maidina Herdiyanti, S.IP selaku Aktivis Sosial, yaitu:
Menyampaikan tentang dengan adanya internet, akses kita sudah sangat mudah, kemajuan internet dan interaksi digital saat ini sudah sangat baik dan semakin baik lagi. Terutama saat ini Kominfo sudah mempromosikan tentang Cakap Digital, menjadikan masyarakat bisa menyikapi elbih maju dan memulai karya-karya dengan tool dunia digital. Dunia digital merupakan sebuah kesempatan yang besar untuk berkreasi, berkarya, berkarir dan berwirausaha. Mari memaknai ruang digital untuk memenuhiruang digital dengan hal yang positif, per Januari 2022, terdapat 204,7 juta pengguna internet dari total populasi Indonesia sebesar 277,7 juta orang dimana tingkat penetrasi internet di Indonesia mencapai 73,7% dari total penduduk. Ini adalah momentum yang sangat baik untuk meningkatkan kualitas internet untuk menjadi urgensi untuk pemerintah agar menjadi semakin baik lagi terutama di daerah daerah yang masih tertinggal yang ada di Indonesia. Kemudian Untuk berdaya dan mengembangkan diri Peluang & Manfaat Dunia Digital Produktivitas usaha Untuk Kesempatan kerja/karir baru, sebelum adanya dunia digital kita harus memilih waktu yang panjang untuk melakukan skill kita, saat ini dengan adanya dunia digital kita dapat mudah melakukan apapun dimapun dengan waktu yang sangat singkat. Adanya perkembangan dunia digital kita dapat membuka lapangan pekerja yang sangat luas, apalagi khususnya untuk dunia digital bisa dimanfaatkan untuk lapangan pekerja yang baru. Tatangan utama perkembangan digital ialah literasi dan keamanan data, kita harus meningkatkan keamanan apa yang kita bagikan, tidak hanya dari kalangan bawah saja, kalangan atas juga menjadi korban. Dengan adanya UUPDP semoga kita merasa aman dalam perlindungan tentang data pribadi kita. Tips bijak dalam ruang digital yaitu, Jaga informasi yang bersifat privasi, Jaga etika berkomunikasi, Bijak memilih teman di medsos, Jangan asal post, Kroscek kebenaran dan cantumkan sumber, Tetap waspada dan tidak mudah tergiur Tips Bijak di Ruang Digital saring, saring dan saring sebelum sharing.
Berdasarkan pemaparan materi tersebut maka dapat disimpulkan, menurut Bapak Ir. A. Rizki Sadig, M.Si selaku Anggota Komisi 1 DPR RI. Dalam ruang digital dalam bonus demografi saat ini dapat membantu peran pemerintah, tetapi dalam ruang digital ini memiliki kelemahn dan kelebihan, dalam hal ini pemerintah selalu mengingatkan untuk memanfaatkan dunia digital saat ini sehingga tidak gampang untuk putus asa dalam perkembangan teknologi. Selain itu, menurut Bapak Freddy Tulung selaku Praktisi Bidang Kehumasan dan Komunikasi Publik, masyakarakat indonesia diwajibkan untuk meningkatkan kesadaran berkomunikasi di ruang publik berdasarkan nilai-nilai etika dan moral secara keseluruhan. Sementara kesimpulan dari Ibu Siti Maidina Herdiyanti, S.IP selaku Aktivis Sosial, Dunia digital merupakan sebuah kesempatan yang besar untuk berkreasi, berkarya, berkarir dan berwirausaha. Mari memaknai ruang digital untuk memenuhiruang digital dengan hal yang positif.

Pos terkait

loading...