Pemerintah Maksimalkan Kesiapan Jelang KTT G20

Pemerintah Maksimalkan Kesiapan Jelang KTT G20

Oleh : Savira Ayu

Pemerintah terus memaksimalkan persiapan jelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20. Dengan persiapan yang matang, acara KTT G20 diharapkan dapat berjalan sesuai dengan harapan.

Setelah Italia, presidensi G20 dipegang oleh Indonesia. Hal ini sangat bagus karena pertama kalinya sebuah negara berkembang dipercaya jadi presidensi.

Ini artinya posisi Indonesia di dunia internasional cukup kuat dan Presiden Jokowi dihormati oleh banyak pemimpin negara lainnya. Kepercayaan ini harus dibuktikan dengan menyelenggarakan KTT G20 dengan sebaik-baiknya.

KTT G20 tanggal 15 hingga 16 November 2022 yang akan diselenggarakan di Bali dipersiapkan dengan sangat matang. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan bahwa untuk melancarkan KTT maka dipersiapkan kendaraan listrik berupa bus.

Nanti bus itu akan menjemput para delegasi G20 di Bandara Ngurah Rai, dan digunakan juga sebagai kendaraan ketika KTT berlangsung.
Kendaraan listrik merupakan bukti bahwa Indonesia menggunakan energi hijau karena bus tersebut tidak menggunakan BBM yang notabene menggunakan fosil, dan menghasilkan banyak emisi. Dengan kendaraan yang ramah lingkungan maka Indonesia memperlihatkan bahwa sudah akan beralih dari penggunaan kendaraan konvensional menjadi kendaraan yang menggunakan energi baru terbarukan (EBT).
Kampanye penggunaan EBT memang diadakan di KTT G20 karena jumlah fosil makin menipis. Sebelum kelimpungan karena fosil benar-benar habis maka sekaranglah saatnya beralih ke energi baru terbarukan. Diharap banyak negara lain yang mengikuti kampanye energi hijau ini.
Selain menggunakan energi hijau, dalam persiapan KTT G20 juga diadakan penghijauan di Bali. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyatakan bahwa akan diadakan revitalisasi dan penghijauan secara masif. Di antaranya pembangunan Embong Sanur Denpasar, rehabilitasi Waduk Muara Nusa Dua, penataan Kawasan Mangrove Tahura, Nurah Rai. Dengan begitu maka Bali akan lebih asri dan membuat betah peserta G20.
Jika Bali lebih hijau tentu akan lebih sejuk sehingga para delegasi negara-negara G20 makin suka berada di Pulau Dewata. Diharapkan mereka akan memperpanjang masa kunjungannya dan sekalian berlibur di Bali. Atau, mereka turut mempromosikan keindahan Bali sehingga makin banyak turis mancanegara, dan memperbaiki lagi sektor pariwisata di sana.
Persiapan lain jelang KTT G20 adalah perbaikan di Bandara Ngurah Rai, pelabuhan, dan lain-lain. Perbaikan perlu dilakukan agar tempat-tempat tersebut lebih rapi, bersih, dan siap untuk menyambut para tamu delegasi G20. Mereka akan terkesan karena bandaranya berkelas internasional. Selain itu, para petugas juga diarahkan agar lebih ramah dalam menjalankan tugasnya, agar membawa kesan positif bagi para tamu delegasi.
Infrastruktur juga dikebut jelang perhelatan KTT G20, targetnya pada bulan September 2022 ini semua sudah selesai. Jika jalan raya, jalan tol, dan infrastrukturnya mulus maka akan membuat kelancaran jalan. Sehingga saat KTT berlangsung tidak akan macet. Jika terjadi macet tentu akan membuat malu Indonesia karena para delegasi negara lain akan lelah dan bosan di jalan.
Untuk mencegah kemacetan, selain mempersiapkan infrastruktur juga dipersiapkan penataan arus lalu-lintas. Tidak akan ada warga sipil yang merasa terganggu akan perhelatan KTT G20 karena ada rekayasa arus, sehingga meski jalanan cukup ramai akan tetap lancar.
Menjelang KTT G20 beberapa bulan ini yang akan diselenggarakan di Bali, maka persiapannya makin dimatangkan. Selain infrastruktur juga disiapkan juga yang lain seperti kendaraan listrik yang ramah lingkungan. Kendaraan modern ini dipakai oleh para delegasi sehingga transportasinya lancar. Dengan mempersiapkan KTT maka acara ini diharap akan sukses besar.

)* Penulis adalah kontributor Lingkar Pers dan Mahasiswa CIkini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.