Kaur Keuangan Desa Ditahan Kejari Nisel

Nias Selatan, BNC – Diduga ikut terlibat Korupsi Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) Kepala Urusan (KAUR) Keuangan Desa Hilihoru Kecamatan Amandraya Kabupaten Nias Selatan Provinsi Sumatera Utara, berinisial “WH” (pr 34 th) telah ditetapkan tersangka dan dilakukan penahanan oleh Kejaksaan Negeri Nias Selatan.

 

Hal ini disampaikan Kajari Nias Selatan, Mukharom didampingi Kasi Intel Kejari Nias Selatan, Satria Dharma Putra Zebua kepada sejumlah wartawan dari berbagai media, saat menggelar Konferensi Pers di Kantor Kejaksaan Negeri Nias Selatan, jalan Diponegoro Kelurahan Teluk Dalam Kecamatan Teluk Dalam Kabupaten Nias Selatan,  Kamis (23/06/2022).

“Pada hari ini, Kamis Tanggal : 23 Juni 2022 Kejari Nias Selatan telah menetapkan Kepala Urusan Keuangan Desa Hilihoru Kecamatan Amandraya Kabupaten Nias Selatan sebagai Tersangka, Dengan perkara Tindak Pidana Korupsi penyalahgunaan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) Tahun Anggaran 2019, dengan Kerugian Negara sebesar Rp. 893.308.123.- (delapan ratus sembilan puluh tiga juta tiga ratus delapan ribu seratus dua puluh tiga rupiah)”, tutur Mukharom.

 

Dia juga menjelaskan bahwa perkara ini merupakan hasil pengembangan dari perkara yang melibatkan mantan Kepala Desa Hilihoru Kecamatan Amandraya Kabupaten Nias, berinisial “YH” yang saat ini sedang menjalani masa hukuman. Dan Sesuai fakta di Pengadilan bahwa “MH” juga terlibat dalam Tindak Pidana Korupsi tersebut.

 

Penahan tersangka “MH” berdasarkan Surat Perintah Penahanan Nomor : 01/L.2.30/Fd.1/06/2022, tersangka “MH” ditahan selama 20 (dua puluh) hari kedepan, sejak hari ini Kamis, Tanggal : 23 Juni – 12 Juli 2022. Dan saat ini tersangka ditahan di Rumah Tahanan Polres Nias Selatan, ujarnya.

 

Dia menjelaskan bahwa perkara ini merupakan hasil pengembangan perkara yang melibatkan mantan Kepala Desa Hilihoru Kecamatan Amandraya Kabupaten Nias, berinisial “YH” yang saat ini sedang menjalani masa hukuman. Dan Sesuai fakta di Pengadilan bahwa “MH” juga terlibat. Tersangka “MH” diancam kurungan maksimal 2 Tahun dan minimal 1 Tahun, jelasnya.

 

Saat ditanya, apakah ada tersangka lain dalam perkara tersebut, Kejari Nias Selatan, Mukharom mengatakan bahwa apabila ada bukti baru di fakta persidangan nantinya, maka pihaknya akan melakukan penyelidikan awal dengan memperoleh 2 (dua) alat bukti, tersangka baru, masih memungkinkan adanya tersangka yang lain, tandasnya. (Sabar Duha)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.