Proyek Saluran Irigasi Dari P3-TGAI Desa Kepet Tahun 2022 Diduga Dikerjakan Asal Jadi, Gunakan Campuran Tanah Untuk Pondasi.

Keterangan : Proyek dari P3-TGAI Desa Kepet Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun. Senin(27/06/22) Foto :(Dian/deliknews.com)

Madiun,deliknews.com Proyek pembangunan saluran Irigasi dari Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) yang dikerjakan oleh HIPPA Desa Kepet Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun Tahun 2022 diduga dikerjakan Asal Jadi.

Dari Investigasi Tim Media ini dilokasi Senin (27/06/22),terlihat Pondasi bangunan dari saluran Irigasi tersebut menggunakan Campuran Tanah, sehingga dapat mengurangi Volume bangunan dan dipertanyakan Kwalitasnya.

BERITA LAINNYA : Kepala Desa Kepet Berikan Penjelasan, Terkait Pembangunan Saluran Irigasi Dari P3-TGAI Tahun 2022.

Selain itu badan bangunan juga banyak yang rongga (kosong) tanpa spesi atau adukan. (Campuran semen dan pasir dengan perbandingan tertentu sesuai penggunaannya.Red) sebagai perekat bangunan tersebut.

Saat ditanya penggunaan campuran tanah untuk pondasi, Pekerja beralasan akan di bongkar dan dibersihkan.

” Itu nanti dibongkar dan dibersihkan (tanah) kan pembangunan memang belum selesai.” Kata salah satu pekerja dilokasi

Menurut informasi P3-TGAI Desa Kepet dikerjakan oleh HIPPA Tirto Menggolo yang diketuai oleh Huda yang juga bekerja sebagai STAF dikantor Desa setempat.

Selanjutnya Tim Media datang kekantor Desa untuk konfirmasi kepada Ketua HIPPA sekaligus kepala Desa terkait pengerjaan Program P3-TGAI tersebut namun tidak ketemu.

” Mas Huda baru saja keluar mas,gak tau keluar kemana, Apa kelokasi proyek atau kemana saya kurang tau, kalau Pak Kades keluar dari tadi coba di telpon saja.” Kata salah satu pegawai di kantor Desa

Tim Media kemudian datang kerumah Huda, namun justru pernyataan mengejutkan dari pihak keluarga yang mengatakan bahwa Huda tidak bekerja sebagai STAF Desa maupun sebagai ketua HIPPA namun bekerja di Madiun.

” Huda kerja di Madiun,berangkat kerja setiap Jam 6 Pagi dan pulang tidak tentu Jam berapa,bukan bekerja di Staf Desa” Ungkap anggota keluarga.

Menjadi tanda tanya besar, sebenarnya ada apa dengan Proyek P3-TGAI Desa Kepet ini. sehingga terkesan tertutup, yang seharusnya bisa transparan sebagai bentuk Keterbukaan Informasi Publik kepada Masyarakat, yang sudah diatur di dalam Undang- Undang. Hingga berita ini dimuat Ketua HIPPA dan Kepala Desa Kepet belum bisa dikonfirmasi, di hubungi melalui Via Whatsapp juga tidak direspon.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.