BPOM Makassar Ungkap Hasil Temuan Tahun 2022

Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM)

BPOM Makassar Ungkap Hasil Temuan Tahun 2022
BPOM Makassar saat melakukan Press Conference pengungkapan hasil temuan Tahun 2022

Makassar – Deliknews |Untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi bahaya prodik yang tidak memenuhi ketentuan dan upaya untuk menurungkan peredaran produk ilegal ( obat, bahan obat, narkotika, psikotropika, prekusor, zat adiktif obat tradisional, obat kuadi, suplemen kesehatan, kosmetik, pangan olahan yang tidak memenuhi persyaratan keamanan manfaat dan mutu dan tidak memiliki izin edar BPOM Makassar dengan tupoksi dan kewenangannya melaksanakan pengawasan pada sarana produksi dan distribusi.

Dari realise yang diterima untuk hasil pemeriksaan Januari s/d Juni 2022 telah dilakukan pemeriksaan sarana produksi obat pangan kosmetik suplemen kesehatan dan obat tradisional sebanyak 350 sarana diantaranya 130 sertifikasi produk. Fasilitasi produk serta distribusi obat dan makanan srbanyak 45 saranan Juga telah dilakukan operasi penindakan, didampingi KORWAS PPNS Polda SulSel Penindakan tersebut terdiri dari 10 kasus kodmetik 5 kasus obat, 3 kasus pangan olahan, dan 1 kasus suplemen kesehatan.

Temuan tersebut berupa produk tidak memiliki izin edar dan penyalagunaan obat obatan tertentu serta obat tampa izin edar ( trhexhypenidil dan tramadol ) nilai barang bukti yang ditemukan sebanyak Rp 747 085.000 terdiri dari 32.797 pcs dengan rincian sebagai berikut kosmetik sebanyak 3.343 pcs.produk pangan olahan sebanyak 2.415 pcs produk suplemen kesehatan sebanyak 184 pcs dan obat TIE sebanyak 26.885 pcs.

Pelanggaran yang dipersangkakan kepada para pelaku yaitu pasal 196 undang undang no 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman penjara 10 tahun denda paling banyak Rp 1 Miliar serta pasal 197 undang undang no 36 tahun 2009 tentang kedehatan sebagaimana di ubah dengan padal 60 undang undang no 11tahun 2020 tentang cipta kerja dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 1,5 Miliar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.