Tindak Tegas Aksi Brutal KST Papua Wujudkan Kedamaian Papua

Tindak Tegas Aksi Brutal KST Papua Wujudkan Kedamaian Papua

Oleh : Levi Raema Wenda

Penindakan tegas dibutuhkan untuk mengatasi aksi brutal yang kerap kali dilakukan oleh Kelompok Separatis Teroris (KST) Papua. Tindakan tegas pada KST Papua ini akan mewujudkan kedamaian bagi warga di Bumi Cenderawasih.

KST Papua merupakan sebuah kelompok yang kerap menebar teror kepada warga sipil dan aparat TNI/Polri di wilayah Papua. Dalam melancarkan aksinya, KKB tidak pandang bulu terhadap korbannya.

Mereka melakukan aksi brutal kepada pendatang maupun kepada Orang Asli Papua (OAP). Tujuan akhir dari KST Papua adalah untuk memisahkan Papua dari pangkuan Ibu Pertiwi.

KST Papua juga sering menjadi dalang dari beberapa aksi kejahatan kepada masyarakat, seperti penyerangan terhadap pekerja, pembacokan, penembakan, serta pembakaran pemukiman dan sekolah di beberapa wilayah Papua. Bahkan pada 6 bulan terakhir aksi beringas dari KST Papua ini meningkat dan menewaskan 25 orang dengan 17 diantaranya merupakan warga sipil dan 8 lainnya adalah aparat TNI dan Polri.
Pada 29 Juni yang lalu KST melakukan aksi brutalnya kepada aparat TNI yang bertugas di Pegunungan Bintang. Diketahui KST menyerang Pos TNI sehingga terjadi baku tembak antara KST pimpinan Pangkodap XV Ngalum Kupel, Lamek Alepki Taplo dengan Satgas Kodim Yonif PR 431/SSP Pos Kiwirok. Dalam kontak tembak ini anggota TNI Prada Beryl Kholif Al Rohman dilaporkan gugur. Prada Beryl gugur saat terkena tembakan di bagian paha yang mengakibatkan dirinya kehabisan darah hingga dirinya meninggal dunia.
Kapolda Papua Irjen D. Mathius Fakhiri mengatakan bahwa selain menghilangkan nyawa, KST Papua juga sering melakukan kekerasan dengan korban mencapai 19 orang. Kekerasan ini sering terjadi di wilayah Pegunungan Papua seperti Kabupaten Yahukimo, Intan Jaya, Puncak, Paniai, dan Puncak Jaya. Penyerangan juga kerap terjadi di Kabupaten Nduga, Pegunungan Bintang, Yalimo, Jayawijaya, dan Kabupaten Deiyai.
Irjen D. Mathius menambahkan bahwa KST masih menjadi ancaman teror bagi warga Papua. Aparat kemanan tetap mengedepankan pendekatan kesejahteraan bagi masyarakat agar tidak terjadi gangguan keamanan di tengah masyarakat Papua. Kedepan dirinya berharap agar Pemerintah Daerah khususnya para bupati dapat tampil di depan agar masyarakat tidak merasa canggung untuk terlibat di dalam kegiatan kepolisian.
Aksi brutal yang dilakukan KST Papua ini seolah menjadi masalah yang tak kunjung usai di Tanah Papua. Diperlukan tindakan tegas dari aparat penegak hukum untuk menuntaskan masalah kekerasan ini. Tindakan tegas kepada KST akan menciptakan kedamaian bagi masyarakat di Papua, dan akan mendukung terlaksananya segala program kerja Pemerintah Indonesia untuk mensejahterakan Papua.

)* Penulis adalah Pengamat Papua, mantan jurnalis media lokal di Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.