Bali  

Uang Dikuras Lewat Mobile Banking BRI, Begini Nasib Nasabah

Denpasar, Deliknews – Kejadian dialami Kadek Arimbawa selaku nasabah BRI (Bank Rakyat Indonesia) dari Kantor Cabang (KC) Gajah Mada Denpasar tentu bisa membuat jutaan nasabah lain yang menggunakan Mobil Banking BRI merasa khawatir.

Mesti sebelumnya nasabah Kadek disebut-sebut sebagai korban tindak kejahatan Social Engineering lantaran memasukkan nomor PIN serta Password ke dalam Aplikasi bayangan seolah milik BRI lewat ponselnya, namun Satu (1) transaksi bisa terbaca dalam kejadian itu mengalir ke rekening nasabah BRI lain dan tentunya rekening penerima tersebut bisa diblokir pihak bank.

Sayangnya, tindakan seperti itu dirasa korban belum jelas dilakukan pihak BRI, baik memberi pelayanan pendampingan terhadap pihaknya selaku korban dari kejahatan yang masuk melalui aplikasi Mobil Banking BRI.

Pemimpin Kantor Cabang (KC) Bank BRI Denpasar Triyoga Agung Wibowo hanya menegaskan, menindaklanjuti pengaduan nasabah, dengan melakukan investigasi atas pengaduan dilakukan, telah disinyalir nasabah bersangkutan merupakan korban tindak kejahatan Social Engineering.

“BRI berempati atas hal tersebut, namun demikian bank hanya akan melakukan penggantian kerugian kepada nasabah apabila kelalaian diakibatkan oleh sistem perbankan,” terangnya dalam klarifikasi tertulis dikirim kepada wartawan, Kamis (07/07/2022)

Lebih lanjut Triyoga Agung Wibowo mengatakan, BRI menghimbau kepada nasabah BRI agar lebih berhati-hati dalam melakukan transaksi perbankan. Rutin melakukan penggantian PIN kartu ATM dan juga menjaga kerahasiaan data nasabah seperti nomor rekening tabungan, nomor kartu, nomor CVV kartu kredit, nomor OTP transaksi kepada pihak manapun, termasuk yang mengatasnamakan BRI.

Hal senada juga disampaikan Atik selaku Humas Kanwil BRI Bali Nusa menghimbau kepada masyarakat luas, agar berhati-hati terhadap kejahatan Social Engineering.

Ketika disinggung terkait upaya BRI untuk melakukan pendampingan terhadap korban ia menyampaikan, bahwa pihak BRI KC Denpasar sudah menghubungi korban namun belum diangkat. “Sudah dihubungi korban sampai lima kali namun belum diangkat untuk bertemu datang ke rumahnya,” pungkas Atiek.

Satu sisi nasabah BRI Kadek selaku korban mengaku belum ada pihak dari perbankan menghubunginya. Ia juga menjelaskan masih mengaku trauma dan sedikit beban mental dengan peristiwa terjadi. Jadi pihaknya mengatakan cukup hati hati menerima telpon masuk.

“Belum ada pihak bank menghubungi saya. Tadi rencana mengajukan blokir terkait rekening BRI penerima transferan dari transaksi saat kejadian juga tidak jadi. Saya masih trauma jika mengingat, begitu saya ketik user name dan password dalam aplikasi Mobil Banking BRI seperti biasa saya gunakan dalam handphone, tiba-tiba sistem diambil alih dan tidak bisa saya kontrol. Ngeri sekali, dalam hitungan 5 menit saldo langsung dikuras habis Rp 63,9 juta,” ungkap Kadek lewat sambungan handphone mengingat saat kejadian.

Sementara itu, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara, Giri Tribroto menyampaikan, bahwa kasus tersebut sedang ditangani intensif oleh BRI dan saat ini sedang dalam proses investigasi untuk tindak lanjut pengaduan konsumennya.

Giri Tribroto juga menegaskan, OJK akan memantau penyelesaian pengaduan tersebut melalui Aplikasi Portal Perlindungan Konsumen (APPK) dan bank memiliki waktu 20 hari kerja (HK) untuk menyelesaikan pengaduan. Selain itu katanya, pengawas sudah menindaklanjuti masalah tersebut kepada manajemen BRI.

“Apabila konsumen tidak puas dengan penyelesaian yang ditawarkan oleh pihak bank, konsumen dapat melanjutkan pengaduan melalui Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa atau melalui pengadilan,” sarannya.

Untuk diketahui selain satu (1) transaksi bisa terbaca dalam kejadian itu mengalir ke rekening nasabah BRI, berdasarkan data dari korban (Kadek, red), tercatat penipu melakukan transaksi Top Up OVO sebanyak lima (5) kali yang merupakan salah satu aplikasi dompet digital dan kejadiannya pada hari Minggu. Berapa pihak yang mengerti bidang Information Technology (IT) mengatakan, terkait kejadian menimpa nasabah BRI ini seharusnya jejak digital dapat dilacak.[ dn ]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.