Kesiapan Pemerintah Menyambut Indonesia Emas Tahun 2045

Kesiapan Pemerintah Menyambut Indonesia Emas Tahun 2045

Oleh : Tatang Darmadji

Visi Indonesia Emas di Tahun 2045 oleh Kementerian Bappenas, mempunyai 4 (empat) pilar pencapaian tujuan yang terdiri dari, Pembangunan Manusia serta Penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan, Pemerataan Pembangunan, serta Pemantapan Ketahanan Nasional dan Tata Kelola Kepemerintahan.

Keempat pilar tersebut dibangun di atas Pancasila dan UUD 1945 sebagai dasar berbangsa bernegara dan konstitusi, dengan tujuan untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, serta ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Penyusunan visi Indonesia Emas 2045 ini diawali dengan identifikasi hasil permanganate yang telah dicapai selama Indonesia Merdeka, termasuk aspek-aspek yang masih perlu diperbaiki dan diperkuat di masa mendatang.

Selain itu juga dilakukan pemetaan terhadap lingkungan global yang akan terjadi hingga tahun 2045 dengan dinamika yang sangat cepat diantaranya isu demografi global, meningkatnya persaingan antar kawasan dalam mendapatkan sumber daya alam, disrupsi teknologi dan informasi dengan semakin berkembangnya kecerdasan buatan (artificial intelligence), perubahan iklim, dan isu geopolitik, serta ancaman pandemi global seperti Covid-19.

Secara keseluruhan tujuan dari pencapaian Visi Indonesia 2045 adalah untuk mewujudkan tingkat kesejahteraan rakyat Indonesia yang lebih baik dan merata dengan kualitas manusia yang lebih tinggi, ekonomi Indonesia yang meningkat menjadi negara maju dan salah satu dari 5 kekuatan ekonomi terbesar dunia, pemerataan yang berkeadilan di semua bidang pembangunan, dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdaulat dan demokratis.

Tahun 2045 dirasa memang masih lama, namun tujuan dibalik persiapan Indonesia emas tahun 2045 harus dilaksanakan dari jauh-jauh hari, mengingat balita-balita ataupun bayi yang baru lahir saat ini, dimasa yang akan datang akan menjadi pemimpin-pemimpin bangsa dan negara karena berada pada usia-usia produktif, dan ditangan merekalah kelak arah dan nasib bangsa akan dipertaruhkan

 

Pada periode ini, yaitu antara tahun 2020-2045, Indonesia akan mendapatkan bonus demografi yaitu jumlah penduduk didominasi oleh 70% penduduk usia produktif (usia 15-64 tahun), sedangkan sisanya 30% merupakan penduduk penduduk berkategori tidak produktif (usia dibawah 14 tahun dan diatas 65 tahun). Jika bonus demografi ini tidak dimanfaatkan dengan baik akan membawa dampak buruk terutama masalah sosial seperti kemiskinan, kesehatan yang rendah, pengangguran, dan tingkat kriminalitas yang tinggi. Melihat dari fakta yang akan dihadapi Indonesia tersebut bonus demografi dan pencapaian Visi Indonesia di tahun 2045 saling berkaitan.

Terkait dengan hal ini, saat menghadiri Hari Lahir ke-62 Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di Museum Nasional, Jakarta, Wakil Presiden Indonesia, K.H Ma’ruf Amin mengatakan Indonesia perlu mewaspadai bencana demografi, yakni kondisi di mana peningkatan populasi tidak diiringi dengan peningkatan produktivitas. Selain itu juga harus menyiapkan intelektual muda yang unggul serta memastikan potensi bonus demografi tidak menjadi bencana demografi. Oleh sebab itu, visi Indonesia Emas 2045 perlu diupayakan melalui penguasaan ilmu-ilmu pengetahuan, pengembangan ekonomi, serta penguasaan teknologi.
Di kesempatan lain, Kepala BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) Hammam Riza mengatakan BPPT siap untuk bekerjasama dengan berbagai pihak dalam skema kerjasama multiple helix guna mendukung pembangunan nasional sesuai dengan Rencana Induk Riset Nasional (RIRN) 2017-2045 dan flagship Prioritas Riset Nasional (PRN). Untuk itu guna mendayagunakan SDM yang profesional, maka telah dilakukan persiapan antara lain membangun data based, membangun network, membangun kerja sama dengan stakeholders, serta tindak lanjut assessment manajemen talenta dan training sesuai kebutuhan, dimulai dari sekarang dan untuk masa yang akan datang.

Generasi-generasi yang cerdas, yang selalu berinovasi, berdaya saing tinggi, berjiwa sosial, memilki pemahaman nilai-nilai keagamaan, sehat jasmani dan rohani serta mampu menerima perubahan zaman harus dibentuk dan diterapkan sejak dini kepada anak-anak dan remaja Indonesia untuk menjadi pondasi awal mewujudkan impian Indonesia menjadi Indonesia emas di tahun 2045, karakter yang akan terbentuk tersebut diharapkan dapat melahirkan pribadi-pribadi yang unggul dan dapat membawa Indonesia mejadi salah satu Negara maju dimasa yang akan datang.

Dalam menyambut dan mensukseskan Indonesia Emas di tahun 2045 yang begitu kompleks dan menantang, tentu tidak hanya menjadi tanggung jawab dan kerja keras pemerintah saja, namun perlu bantuan dan komitmen dari seluruh elemen masyarakat Indonesia untuk dapat sama-sama mempersiapkannya, penyusunan visi tersebut melalui proses yang melibatkan semua pemangku kebijakan di lingkungan eksekutif, yudikatif, maupun legislatif, pendidikan tinggi, generasi muda, serta berbagai lembaga profesi, maupun masyarakat secara umum. Seluruh masyarakat harus merespon visi Indonesia Emas di tahun 2045 dengan tidak ada kata selain optimis, kerja keras, kerja sama, dan pantang menyerah sebagai harga yang layak untuk dapat meraih kejayaan Indonesia Emas di tahun 2045. Seperti pepatah bijak pernah mengatakan “Gantunglah cita-cita setinggi langit, jika engkau terjatuh maka akan terjatuh diantara bintang-bintang”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.