Proyek P3-TGAI Yang Dikerjakan HIPPA Tani Mulyo Desa Sangen Diduga Asal Jadi, Kualitas Bangunan Diragukan.

Keterangan Foto : Tampak Belakang badan bangunan saluran Irigasi P3-TGAI Tani Mulyo Desa Sangen Kecamatan Geger yang bercampur Tanah (Dian/deliknews.com)

Madiun,deliknews.com Pembangunan Saluran Irigasi dari Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Tahun 2022 yang dikerjakan oleh Kelompok Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) “Tani Mulyo” Desa Sangen Kecamatan Geger Kabupaten Madiun, Terkesan dikerjakan dengan asal jadi.

Hasil Investigasi Awak Media ini pada Tanggal (13/07/22) bangunan saluran tersebut diduga selain nyaris Tanpa Pondasi juga setengah badan bangunan tanpa adukan Spasi (Campuran semen dan pasir dengan perbandingan tertentu sesuai penggunaannya.Red) bahkan bercampur dengan Tanah.

Disisi lain saluran irigasi dengan panjang 315 Meter tersebut terdapat 39 Lubang saluran ke sawah, kurang lebih dengan Tinggi 45 Cm dan Lebar 25 Cm. Ukuran yang dirasa sangat besar sehingga dapat mengurangi Volume bangunan irigasi tersebut.

” Kalau di RAB panjang hanya 299 Meter, namun Realisasi 315 Meter, untuk pengganti bangunan Lubang saluran yang masuk kesawah.” Kata Wawan selaku Ketua HIPPA Tani Mulyo Desa Sangen. Rabu(13/07/22)

Keterangan Foto : Terdapat sejumlah Lubang saluran ke sawah kurang lebih sebanyak 39 dengan Tinggi 45 Cm dan Lebar 25 Cm. Rabu (13/07/22)

Lebih lanjut saat dilokasi ketua HIPPA yang didampingi Pelaksana proyek juga membantah dengan dugaan badan bangunan bercampur tanah tersebut.

” Kalau gak percaya bongkar saja, dibawah ada pondasi, memang bangunan miring. Kalau mau diberitakan silahkan.” Ungkap Pelaksana dengan nada tinggi dan terkesan Arogan, namun saat dimintai keterangan lebih lanjut terkait kondisi bangunan tersebut dirinya terkesan menghindar dan mau menghubungi temannya

Sungguh disayangkan proyek pembangunan saluran irigasi dari Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo tersebut yang terkesan dikerjakan asal jadi. Seharusnya dapat menjadi prioritas sebagai kebutuhan dasar dalam rangka peningkatan perekonomian di sektor pertanian yang meliputi Perbaikan, Rehabilitasi dan Peningkatan jaringan irigasi secara partisipatif di wilayah Pedesaan.

 

 

 

 

Koordinator Liputan Madiun Raya : Wahyu Dianto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.